Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,297
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,181
dwi

313,549
adit

310,104
resta-andara

275,157
benedict

261,583
rahadian

240,940
bara

228,942
nabilalalala

216,884
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,191
suranto

100,765
admin

99,004
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Alergi Hidup

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.”

Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”Seolah- olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit.Dan penyakitmu itu bernama, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.

Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.

Kita mengundang penyakit.Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecili tu memang wajar.

Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” kata sang Guru.”Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.”

Pria itu menolak tawaran sang Guru.”Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati.

Ambillah botol obat ini.Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”Kini, giliran pria itu menjadi bingung.

Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengansenang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.

Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu. ” Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur.

Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang.”Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnyapun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah.

Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu disekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah.

Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya diberanda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya,”Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkankamu. ” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua.Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ? Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu.

Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.

“Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang kerumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.

Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.

Itulah sebabnya,ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!

Penulis :
Telah menulis sebanyak 11 artikel
Mendapatkan 59 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

10 Comments

  1. babang

    June 9, 2009 at 3:24 am

    keren . . ijin di copy yah . . buat pribadi kok . . nama penulis n alamat link jg ikut dicopy . . tks

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. aishya

    September 16, 2009 at 4:45 am

    bagus sekali..mengingatkan kita untuk selalu bersyukur terhadap setiap detik yg terlewati sebenarnya penuh dengan anugerah :)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. edi pramono

    September 29, 2009 at 8:30 am

    :wink: terima kasih inspirasinya bagus sekali

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. DEWI

    November 24, 2009 at 5:02 am

    :-) ..seru ceritanya, inspiratif…ditunggu tulisan berikutnya…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. silvia

    May 8, 2010 at 4:30 am

    bagus sekali… benar2 sgt menggugah perasan.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. sifa aurora

    September 9, 2010 at 4:40 am

    :oops:
    bagus2 semua ceritanya… aku jadi semangat lagi..
    terimakasih ya kakak yg bikin ni web..
    :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. ayun wewe

    October 24, 2010 at 7:31 am

    ketika kau bersedih, sebenarnya kebahagianmu sedang dipinjamkan pada orang lain :o

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. Aryanda

    Aryanda

    November 24, 2010 at 5:40 am

    tunggu tulisan saya berikutnya yah^^

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. hilhul

    March 9, 2011 at 11:24 am

    baguus boleh aku copy gak :? ??? sumbernya aku tulis kok okeh :wink:
    4 jempol :!: :!: :!: :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. Fiddina

    August 7, 2011 at 10:13 am

    ceritanya menariiiik…. :D :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!:

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>