Best Author
sangdedi

743,253
octa

484,365
fitrotinnikm

456,613
idjah

444,779
dwi

312,845
adit

309,744
resta-andara

273,817
benedict

261,561
rahadian

240,290
bara

228,914
nabilalalala

216,598
kurnitap_

154,132
kuswanto

139,179
suranto

100,765
admin

98,848
iwan

80,055
kupukupu

78,090

SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

Perkembangan Sosiologi di Eropa
Setelah mengetahui bahwa sosiologi merupakan sebuah ilmu pengetahuan, Anda mungkin bertanya bagaimana perkembangan sosiologi hingga mencapai bentuknya seperti sekarang. Sosiologi awalnya menjadi bagian dari fllsafat sosial. Ilmu ini membahas tentang masyarakat. Namun saat itu, pembahasan tentang masyarakat hanya berkisar pada hal-hal yang menarik perhatian umum saja, seperti perang, ketegangan atau konflik sosial, dan kekuasaan dalam kelas-kelas penguasa. Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan tentang masyarakat meningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang diharapkan dan norma-norma yang harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Sejak itu, berkembanglah satu kajian baru tentang masyarakat yang disebut sosiologi.
Menurut Berger dan Berger, sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan sosial yang selama ini dianggap sudah seharusnya demikian nyata dan benar (threats to the taken for granted world). L. Laeyendecker mengidentifikasi ancaman tersebut meliputi:
1.    terjadinya dua revolusi, yakni revolusi industri dan revolusi Prancis,
2.    tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15,
3.    perubahan di bidang sosial dan politik,
4.    perubahan yang terjadi akibat gerakan reformasi yang dicetuskan Martin Luther,
5.    meningkatnya individualisme,
6.    lahirnya ilmu pengetahuan modern,
7.    berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri.
Menurut Laeyendecker, ancaman-ancaman tersebut menyebabkan perubahan-perubahan jangka panjang yang ketika itu sangat mengguncang masyarakat Eropa dan seakan membangunkannya setelah terlena beberapa abad.
Auguste Comte, seorang filsuf Prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negatif. Salah satu dampak negatif tersebut adalah terjadinya konflik antarkelas dalam masyarakat. Menurut Comte, konflik-konflik tersebut terjadi karena hilangnya norma atau pegangan (normless) bagi masyarakat dalam bertindak. Comte berkaca dari apa yang terjadi dalam masyarakat Prancis ketika itu (abad ke-19). Setelah pecahnya Revolusi Prancis, masyarakat Prancis dilanda konflik antarkelas. Comte melihat hal itu terjadi karena masyarakat tidak lagi mengetahui bagaimana mengatasi perubahan akibat revolusi dan hukum-hukum apa saja yang dapat dipakai untuk mengatur tatanan sosial masyarakat.
Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu penemuan hukum-hukum yang dapat mengatur gejala-gejala sosial. Namun, Comte belum berhasil mengembangkan hukum-hukum sosial tersebut menjadi sebuah ilmu. la hanya memberi istilah bagi ilmu yang akan lahir itu dengan istilah sosiologi. Sosiologi baru berkembang menjadi sebuah ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules of Sociological Method. Meskipun demikian, atas jasanya terhadap lahirnya sosiologi, Auguste Comte tetap disebut sebagai Bapak Sosiologi.
Meskipun Comte menciptakan istilah sosiologi, Herbert Spencer-lah yang mempopulerkan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology. Di dalam buku tersebut, Spencer mengembangkan sistem penelitian tentang masyarakat. la menerapkan teori evolusi organik pada masyarakat manusia dan mengembangkan teori besar tentang evolusi sosial yang diterima secara luas di masyarakat. Menurut Comte, suatu organ akan lebih sempurna jika organ itu bertambah kompleks karena ada diferensiasi (proses pembedaan) di dalam bagian-bagiannya. Spencer melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang tersusun atas bagian-bagian yang saling bergantung sebagaimana pada organisme hidup. Evolusi dan perkembangan sosial pada dasarnya akan berarti jika ada peningkatan diferensiasi dan integrasi, peningkatan pembagian kerja, dan suatu transisi dari homogen ke heterogen dari kondisi yang sederhana ke yang kompleks. Setelah buku Spencer tersebut terbit, sosiologi kemudian berkembang dengan pesat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perkembangan Sosiologi di Indonesia
Sosiologi di Indonesia sebenarnya telah berkembang sejak zaman dahulu. Walaupun tidak mempelajari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka. Sri Paduka Mangkunegoro IV, misalnya, telah memasukkan unsur tata hubungan manusia pada berbagai golongan yang berbeda (intergroup relation) dalam ajaran Wulang Reh. Selanjutnya, Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai peletak dasar pendidikan nasional Indonesia banyak  mempraktikkan konsep – konsep penting sosiologi seperti kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan di Taman Siswa yang didirikannya. Hal yang sama dapat juga kita selidiki dari berbagai karya tentang Indonesia yang ditulis oleh beberapa orang Belanda seperti Snouck Hurgronje dan Van Volenhaven sekitar abad 19. Mereka menggunakan unsur-unsur sosiologi sebagai kerangka berpikir untuk memahami masyarakat Indonesia. Snouck Hurgronje, misalnya, menggunakan pendekatan sosiologis untuk memahami masyarakat Aceh yang hasilnya dipergunakan oleh pemerintah Belanda untuk menguasai daerah tersebut.
Dari uraian di atas terlihat bahwa sosiologi di Indonesia pada awalnya, yakni sebelum Perang Dunia II hanya dianggap sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Dengan kata lain, sosiologi belum dianggap cukup penting untuk dipelajari dan digunakan sebagai ilmu pengetahuan, yang terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.
Secara formal, Sekolah Tinggi Hukum (Rechtsshogeschool) di Jakarta pada waktu itu menjadi saru-satunya lembaga perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah sosiologi di Indonesia walaupun hanya sebagai pelengkap mata kuliah ilmu hukum. Namun, seiring perjalanan waktu, mata kuliah tersebut kemudian ditiadakan dengan alasan bahwa pengetahuan tentang bentuk dan susunan masyarakat beserta proses-proses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam pelajaran hukum. Dalam pandangan mereka, yang perlu diketahui hanyalah perumusan peraturannya dan sistem-sistem untuk menafsirkannya. Sementara, penyebab terjadinya sebuah peraturan dan tujuan sebuah peraturan dianggap tidaklah penting.
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, sosiologi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Adalah Soenario Kolopaking yang pertama kali memberikan kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM). Akibatnya, sosiologi mulai mendapat tempat dalam insan akademisi di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri sejak tahun 1950. Banyak para pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia.
Buku sosiologi dalam bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan oleh Djody Gondokusumo dengan judul Sosiologi Indonesia yang memuat beberapa pengertian mendasar dari sosiologi. Kehadiran buku ini mendapat sambutan baik dari golongan terpelajar di Indonesia mengingat situasi revolusi yang terjadi saat itu. Buku ini seakan mengobati kehausan mereka akan ilmu yang dapat membantu mereka dalam usaha memahami perubahan-perubahan yang terjadi demikian cepat dalam masyarakat Indonesia saat itu. Selepas itu, muncul buku sosiologi yang diterbitkan oleh Bardosono yang merupakan sebuah diktat kuliah sosiologi yang ditulis oleh seorang mahasiswa.
Selanjutnya bermunculan buku-buku sosiologi baik yang tulis oleh orang Indonesia maupun yang merupakan terjemahan dari bahasa asing. Sebagai contoh, buku Social Changes in Yogyakarta karya Selo Soemardjan yang terbit pada tahun 1962. Tidak kurang pentingnya,
tulisan-tulisan tentang masalah-masalah sosiologi yang tersebar di berbagai majalah, koran, dan jurnal. Selain itu, muncul pula fakultas ilmu sosial dan politik berbagai universitas di Indonesia di mana sosiologi mulai dipelajari secara lebih mendalam bahkan pada beberapa universitas, didirikan jurusan sosiologi yang diharapkan dapat mempercepat dan memperluas perkembangan sosiologi di Indonesia.

SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI, 4.0 out of 5 based on 1 rating

Penulis :
Telah menulis sebanyak 39 artikel
Mendapatkan 130 komentar
  Rating tulisan 5 dari 5

29 Comments

  1. No name

    July 21, 2011 at 1:11 pm

    Panjang amat coy :roll:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. sssssssttt...

    July 22, 2011 at 10:01 am

    I like it 8)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. purwanti

    July 23, 2011 at 6:44 am

    :( :? ADA YG LBIH RINGKAS GAK ,kirimmin di emailku dunk :?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. waldi

    July 23, 2011 at 7:19 am

    8) asoy mang

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. putri

    July 26, 2011 at 12:43 am

    alamak ini mah kepanjangan kalo buat di tulis di buku tulis ! 8O :( :x :!: :?: :mrgreen:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Nia Avira Mikayla

    August 4, 2011 at 2:23 pm

    bah !
    panjang x ach
    cpek nulis ny :( :mrgreen: :lol: :x :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. karraantari

    August 8, 2011 at 3:39 am

    yang singkat dong :lol:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. ami

    August 8, 2011 at 12:58 pm

    waduh..
    pnjang bnget… :?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. ikkhy

    August 13, 2011 at 8:27 am

    copy aja smuax :wink: :wink: :wink: :wink:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. fanny

    August 19, 2011 at 2:09 am

    panjangnya…
    gimana nulisnya :? :( :cry:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. riyha

    August 25, 2011 at 12:21 pm

    paaaaaanjjjjjjjang

    piii bersejaraaah :-) :wink: :arrow: :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. timbul

    August 26, 2011 at 8:27 am

    panjang bget………
    susah mw nyalin nya, :mrgreen: :D :D :-) :( :P :cry: :wink:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. ushe amalia firdausi

    September 6, 2011 at 2:09 pm

    yang lebih ringkas kirimin ke email ku dong ! pleaseee :?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  14. jane

    September 7, 2011 at 2:13 pm

    butuh biografi soenario kolopaking! :(

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. yanti

    September 8, 2011 at 9:52 am

    hadoohh gimana dong ngrjain tgas niih panjang bangettt .. :( :? :idea:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  16. rezma

    September 9, 2011 at 8:17 am

    hempzz
    pnjang nya bljr sosiologi ?????

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  17. dyah

    September 13, 2011 at 10:15 am

    ada yang lebih ringkas gak…?
    kirimin ke e-mail dnk…scptnya ych….. :| :(

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  18. fajar

    September 13, 2011 at 12:21 pm

    panjang banget bos yang singkatnya plisss ! :idea: :idea: :idea:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  19. tikrar

    September 18, 2011 at 3:12 pm

    jadi inti dari perkembngan sosiologi di indonesia itu ..?

    panjang amat sih :/

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  20. Luthfy

    September 21, 2011 at 9:16 am

    thanks brooo
    info”a ……. :| :-) :D :lol:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  21. innah

    September 22, 2011 at 1:54 pm

    waduh panjang bangett !! :lol: :wink:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  22. ajeng

    September 27, 2011 at 3:34 pm

    bisa minta buku referensinya gk? terutama tentang perkembangan sosiologi di indonesia.. penting banget nih.. buat skripsi aq… bls ke email ku ya.. thanks atas bantuannya…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  23. anggi

    October 27, 2011 at 1:13 am

    makasii :-)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  24. alyis

    November 26, 2011 at 8:54 am

    haduuuuh bnyak bngt sih … ngprin’a kn ga da uang … hheeee :arrow: :| :lol:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  25. hannieCuniL

    August 28, 2012 at 8:42 am

    di buku paket esis kelas 10 udah ada.. persis bgt.. yg laen dong -_-

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  26. ILHAM AULIA WAHYUDI

    August 30, 2012 at 11:21 am

    aduh kalo ini dibuat di buku catatan panjang bner……..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  27. nelvi

    August 27, 2013 at 6:59 am

    wooooooy…..
    panjanggggg bana ma!!!! =-O

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  28. nico barasa

    August 10, 2014 at 12:58 pm

    bujang naggo dangan

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  29. minnatul maula

    September 15, 2014 at 2:34 pm

    terimakasih

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>