Best Author
sangdedi

743,603
octa

486,235
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,982
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Konferensi Pancanegara (Konferensi Bogor)

Untuk merealisasikan tugas yang dibebankan kepada Indonesia, maka dilakukanlah pendekatan diplomatik kepada 18 negara di Asia dan Afrika. Indonesia ingin mengetahui bagaimana tanggapan negara-negara tersebut terhadap ide penyelenggaraan KAA. Ternyata, pada umumnya negara-negara yang dihubungi menyambut baik ide KAA dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumahnya.

Sebagai tindak lanjut, Perherintah Indonesia mengundang peserta Konferensi Kolombo untuk menghadiri Konferensi Bogor, yang kemudian dilaksanakanpada 28-29 Desember 1954.Tokoh-tokoh penting yang hadir, yakni
a. Mr. Ali Sastroamidjojo (Indonesia),
b. Pandit Jawaharlal Nehru (India),
c. Mohammad Ali (Pakistan)
d. U Nu (Birma), dan
e. Sir John Kotelawala (Srilanka).

Konferensi Pancanegara membicarakan persiapan-persiapan terakhir pelaksanaan KAA. Rumusan kesepakatan yang dihasilkan dalam konferensi ini adalah sebagai berikut.
a. KAA akan diselenggarakan di Bandung pada 18-24 April 1955.
b. 30 negara Asia dan Afrika diundang sebagai peserta konferensi.
c. Rancangan agenda acara konferensi dan tujuan-tujuan pokokKAA harus dirumuskan.

Penyelenggaraan KAA yang diadakan di Gedung Merdeka Bandung dibuka pada 18 April 1955. Acara diawali dengan memperdengarkan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pidato pembukaan yang disampaikan Presiden Soekarno. Isi pidato presiden berhasil menarikperhatian para peserta konferensi. Terbukti semua peserta mengirimkan pesan terima kasih atas pidato pembukaan itu.

Konferensi Asia-Afrika dibagi dalam beberapa bidang dengan masing-masing dipimpin oleh sebagai berikut.
a. Mr. Ali Sastroamidjojo : Ketua Konferensi
b. Ruslan Abdulgani  : Sekretaris Jenderal
c. Mr. Ali Sastroamidjojo : Ketua Komite Politik
d. Prof. Ir. RoosenoKetua : Komite Ekonomi
e. Mr. Muhammad Yamin : Ketua Komite Kebudayaan

Dari 30 negara yang diundang, sebanyak 29 negara hadir yang terdiri atas 23 negara Benua Asia dan 6 negara dari Benua Afrika. Hanya satu negara yang berhalangan hadir. yaitu Federasi Afrika Tengah (Rhodesia dan Nyasa) yang tengah dilanda pergolakan politik berupa penentangan penduduk asli kulit hitam kepada dominasi kulit putih.

Apakah tujuan diselenggarakannya KAA ?
KAA diselenggarakan dengan tujuan berikut ini.
a. Mewujudkan kehendak baik, kerja sama, persahabatan, dan hubungan antarbangsa Asia dan Afrika.
b. Mempertimbangkan permasalahan sosial, ekonomi, dan kebudayaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
c. Mempertimbangkan permasalahan khusus, seperti kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme.
d. Meningkatkan peran Asia-Afrika dalam memajukan kerja sama dan perdamaian dunia.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, muncul beberapa kendala yang sudah diduga sebelumnya, yaitu perbedaan sistem politik dari masing-masing peserta. Kendati demikian, konferensi tetap dapat berjalan dengan lancar sehingga pada 24 April 1955 peserta KAA mengeluarkan komunike akhir yang dibacakan Sekjen Konferensi, Ruslan Abdulgani. Dalam komunike akhir KAA dikeluarkan lima pokok pernyataan yang meliputi :
a.  kerja sama di bidang ekonomi,
b.  kerja sama di bidang kebudayaan,
c.   hak-hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri,
d.  masalah segenap rakyat yang terjajah, dan
e.  masalah perdamaian dan kerja sama dunia.

Selain itu, KAA berhasil mencetuskan sepuluh prinsip yang tercantum dalam Declaration on The Promotion of World Peace and Cooperation. Kesepuluh prinsip itu terkenal dengan sebutan Dasasila Bandung. Isi Dasasila Bandung adalah sebagai berikut.
a. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat dalam Piagam PBB.
b. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
c. Mengakui persamaan semua ras dan persamaan semua bangsa, baik besar maupun kecil.
d. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal dalam negeri negara lain.
e. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB.
f. 1) Tidak menggunakan peraturan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus                salah satu negara besar.
2) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
g. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas tentorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
h. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrase atau penyelesaian hukum atau cara damai lain menurut pilihan pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB.
i. Memajukan kepentingan dan kerja sama bersama.
j. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

Konferensi Asia-Afrika ini oleh sebagian besar peserta dianggap sukses. Adanya KAA telah memberikan dampakyang besar bagi hubungan antar negara dan perdamaian dunia.
a. Dampak penyelenggaraan KAA bagi Indonesia
1) Perjuangan untuk mengembalikan Irian Barat mendapat dukungan dari negara-negara Asia-Afrika.
2) Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia mulai diikuti negara-negara yang tidak masuk blok Barat atau blok Timur.

b. Dampak penyelenggaraan KAA bagi negara-negara Asia dan Afrika
1) Perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk memperoleh kemerdekaan semakin meningkat
2) Kedudukan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam percaturan politik dunia mulai mendapatkan arti.
3) Munculnya kerja sama dan hubungan yang baik antara negara Asia dan Afrika di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

c. Dampak penyelenggaraan KAA bagi dunia
1) Ketegangan dunia menjadi agak berkurang.
2) Australia dan AS mulai berusaha menghapuskan politik ras diskriminasi.
3) Negara-negara kolonialis-imperialis mulai melepaskan daerah-daerah jajahannya.
Konferensi Asia-Afrika berhasil menggalang solidaritas di antara bangsa-bangsa Asia-Afrika. Dasasila Bandung telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang Asia-Afrika yang tengah memperjuangkan kemerdekaannya. Sebelum diselenggarakan KAA, hanya ada lima negara Afrika yang merdeka, yaitu Ethiopia, Mesir, Libya, Liberia, dan Afrika Selatan. Semenjak lahirnya Dasasila Bandung sampai sekitar tahun 1965, tercatat sebanyak 33 negara Afrika memperoleh kemerdekaannya.

Konferensi Pancanegara (Konferensi Bogor), 3.8 out of 5 based on 5 ratings

Penulis :
Telah menulis sebanyak 49 artikel
Mendapatkan 588 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

1 Comment

  1. KIA

    November 7, 2011 at 11:40 am

    thanks yaaa lengkap bgt nihhh :lol: :o :!: :arrow:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +2 (from 2 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>