Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,265
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,167
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

99,000
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Kemerdekaan dan Pembentukan Negara Indonesia

Prev4 of 5Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan
Rombongan Soekarno-Hatta tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB pada tanggal 16 Agustus 1945. Semula tempat yang dituju adalah Hotel des hides (Duta Indonesia). Namun, nggak jadi karena pihak hotel nggak ngizinin kegiatan apa pun selepas pada pukul 22.30 WIB. Di hotel yang terletak di Jalan Gajah Mada ini, pada pagi sebelumnya juga telah direncanakan pertemuan anggota PPKI, tetapi pihak Jepang melarangnya.
Dalam keadaan demikian, Achmad Soebardjo berhasil meminjam tempat seorang perwira angkatan laut Jepang yang bersimpati kepada bangsa Indonesia, yaitu Laksamana Maeda. Akhirnya Rombongan Soekarno kemudian berangkat ke Myakodori (Nassau Boulevard) di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. Di rumah Maeda ini berlangsunglah pertemuan anggota PPKI dengan para pemuda untuk membahas persiapan proklamasi kemerdekaan.
Di ruang makan, dirumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Walaupun Maeda sebagai tuan rumah tetapi dia nggak ikut campur tangan dan lebih milih pergi ke kamar tidurnya yang berada di lantai dua. Tiga eksponen pemuda, yaitu Sukarni, Sudiro, dan B.M. Diah menyaksikan Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo membahas perumusan naskah proklamasi. Tokoh-tokoh lainnya menunggu di serambi muka rumah itu.

Acara perumusan naskah proklamasi berjalan dengan lancar. Dan nggak nemuin kesuitan untuk menemukan rumusan yang tepat. Kalimat pertama pada rumusan itu merupakan I pikiran dari Soekamo dan Achmad Subardjo yang diambil dari teks Pembukaan Undang-LJndang Dasar 1945, sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran Moh. Hatta. Setelah naskah proklamasi udah selesai dirumuskan, rombongan langsung menemui hadirin serambi muka. Pada pukul 04.00 WIB. Soekamo membacakan rumusan naskah proklamasi kemerdekaan yang langsung disetujui oleh para hadirin. Namun, kemudian timbul pers tentang siapa yang harus menandatangani teks tersebut. Soekarno-Hatta menyarankan agar mereka yang hadir menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Usul itu nggak disetujui oleh sebagian besar hadirin. Sukarni lantas mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi cukup dua orang saja, yakni Soekamo dan Hatta. Mereka ditunjuk sebagai wakil dan atas nama bangsa Indonesia karena kedua tokoh tersebut udah dikenal sebagai pemimpin utama bangsa indonesia. Para tokoh yang hadir akhimya menyetujui usulan Sukarni

dengan disetujuinya usul tersebut, Soekarno meminta kepada Sayuti Melik untuk mengetik naskah tersebut berdasarkan tulisan tangan dari Soekamo. Setelah naskah proklamasi itu di tandatangani oleh Soekarno-Hatta, muncul persoalan mengenai tempat dibacakan naskah proklamasi. memberitahukan bahwa rakyat Jakarta sekitarnya telah diserukan berkumpul di Lapangan Ikada (sekarang adalah Lapangan Monas) untuk mendengarkan pembacaan naskah proklamasi. Akan tetapi, Soekarno tidak menyetujuinya. Karena Soekamo khawatir akan timbul bentrokan antara rakyat dengan penguasa militer Jepang.Lalu soekarno mengusulkan agar pembacaan naskah proklamasi dilakukan di rumah kediamannya. Ia memiliki halaman yang cukup luas untukratusa orang. Akhirnya usul ini disetujui sehingga pembacaannaskah proklamasi kemerdekaan Indonesia akhirnya akan berlangsung di Jalan Pengangsaan Timur No.56 Jakarta pada hari Jumat 17 Agustus 1945.
Pernyataan Proklamasi dan Penyebarluasan Berita tentang Kemerdekaan Indonesia
Para tokoh pejuang kemerdekaan berhasil merampungkan pekerjaannya dalam  mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia kira-kira pada pukul 04.30 WIB. Tokoh-tokoh dari golongan yang tua dan yang muda meninggalkan kediaman Laksamana Maeda dengan diliputi perasaan bangga dan gembira. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Namun, banyak pula pemuda yang nggak langsung pulang ke rumahnya. Mereka membagi pekerjaan dalam kelompok-kelompok untuk memberitahukan saat proklamasi tiba.
Kelompok pemuda yang bermarkas di Jalan Bogor Lama berusaha untuk mencari dan mengatur pelaksanaan penyiaran berita proklamasi. Dalam situasi yang mencekam. mereka menyebarluaskan beberapa pamflet ke seluruh tempat di Jakarta dan sekitarnya. Pengeras suara dan mobil-mobil dikerahkan ke segenap penjuru kota. Semua itu dilakukan untuk mengerahkan massa agar ikut menyaksikan pembacaan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta.
Para pemuda dengan senang hati menerima dan menjalankan tugas yang diberikan kepadanya karena mereka memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Oleh. sebab itu, berusahalah mencari titik persamaan daripada membesar-besarkan perbedaan agar hidup tetap aman dan damai!
Akan tetapi, tanpa diduga siapa pun, sejak pagi hari berbondong-bondong beberapa kelompok pemuda membanjiri Lapangan Ikada. Para pemuda datang ke Lapangan Ikada karena informasi dari kawan-kawannya yang disampaikan dari mulut ke mulut. Mereka menyangka proklamasi akan diucapkan di Lapangan Ikada. Tetapi Rupanya, pihak Jepang pun telah mencium isu akan adanya kegiatan di Lapangan Ikada. Akibatnya, sejak pagi hari Lapangan Ikada dijaga ketat pasukan Jepang yang bersenjata lengkap.
Sudiro selaku pimpinan Barisan Pelopor hadir pula di Lapangan Ikada. Melihat adanya pasukan Jepang di situ, la segera kembali dan melapor kepada Kepala Keamanan Soekarno, dr. Muwardi tentang situasi di Lapangan Ikada. Dari dr. Muwardi, Sudiro mendapat penjelasan bahwa pelaksanaan proklamasi nggak jadi dilakukan di Lapangan Ikada. Dan Sudiro segera kembali ke Lapangan Ikada untuk memberitahukan hal tersebut kepada kelompok-kelompok pemuda.
Di kediaman Ir. Soekarno, kesibukan tampak mewarnai rumah yang cukup luas tersebut. Sejak pagi sejumlah massa pemuda telah memadati halaman rumah. Rakyat luar kota telah berdatangan dengan pakaian hitam-hitam dan bersenjatakan kelewai Untuk menjaga keamanan dan ketertiban jalannya proklamasi, dr. Muwardi meminta Syodanco Latief  Hendraningrat berjaga-jaga di sekitar kediaman Ir. Soekarno. Latif pun memenuhi permintaan itu. la dan beberapa prajurit Peta berjaga-jaga di sekitar area jalan kereta api yang membujur di belakang rumah. Sejumlah pasukan Peta juga telah disiagakan di Asrama Jaga Monyet. Pasukan ini sewaktu-waktu dapat dihubungi melalui pesawat telepon apabila terjadi insiden oleh pihak Jepang. Syodanco Arifin Abdurrahman selaku pimpinan pasukan selalu siap siaga di dekat pesawat telepon di rumah Soekarno.
Persiapan peralatan yang diperlukan dalam pembacaan teks proklamasi dilakukan oleh Mr. Wilopo setelah ia mendapat perintah dari Wakil Walikota Jakarta Suwiryo. Ia meminjam mikrofon dan pengeras suara kepada Gunawan, pemilik toko radio Satria Jln. SalembaTengah No. 24. Gunawan tidak keberatan meminjamkan peralatan tersebut dan bahkan ia mengirim seorang teknisinya. Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk menyiapkan satu tiang bendera. Suhud segera mencari tiang di belakang rumah. ia mengambil sebatang bambu, membersihkan, dan memberi lubang untuk memasukan tali bendera. S. Suhud tidak ingat lagi bahwa sebenarnya di depan rumah ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan.
Menjelang pukul 10.00 hampir semua tokoh pejuang telah hadir di Pegangsaan timur. Mereka antara lain adalah dr. Buntaran Marmoatmojo, Mr. A.A. Maramis. Mr. Latuharhary, Abikusno Cokrosuyoso, Anwar Cokroaminoto, Harsono Cokroaminoto, Otto Iskandardinata, Ki Hajar Dewantara, Sam Ratulangie, K.H. Mas Mansur, Mr. Sartono, Sayuti Melik, Pandu Kartawiguna, M. Tabrani, dar A.G. Pringgodigdo. Para pemuda yang udah nunggu sejak pagi hari sudah tidak sabar lagi. Mereka kemudian mendesak dr. Muwardi agar mengingatkan Soekarno bahkan hari sudah siang. Muwardi terpaksa mendatangi Soekarno di kamarnya setelah mendapat desakan terus-menerus. Namun, permintaan itu ditolak Soekarno dengan alasan proklamasi kemerdekaan tidak mungkin dibacakan tanpa kehadiran M. Hatta. Kendati demikian, Muwardi terus mendesak Soekamo. Mendapat desakan itu Soekamo akhirnya marah dan menjawab dengan keras, “Saya nggak akan bacain teks proklamasi itu kalau Hatta nggak ada. Kalau Mas Muwardi nggak mau nunggu lama, silakan ja bacain teks proklamasi itu sendiri!”
Pada saat itu situasi seperti itu, terdengar suara Bung Hatta. Dengan berpakaian putih-putih, Hatta datang lima menit sebelum acara dimulai. Bung Hatta langsung menemui Soekamo. Segera sesudah itu, kedua tokoh bangsa tersebut kemudian menuju tempat yang telah disediakan.
Upacara proklamasi kemerdekaan berlangsung tanpa adanya protokol. Latief Hendraningrat memberi aba-aba siap kepada seluruh barisan pemuda. Semua yang hadir berdiri tegak dengan sikap sempuma. Suasana menjadi sangat hening. Soekamo dan Hatta dipersilakan maju beberapa langkah dari tempatnya semula. Soekamo mendekati mikrofon. Dengan suaranya yang mantap, Soekamo mengucapkan pidato pendahuluan sebelum membacakan teks proklamasi kemerdekaan.
Saudara-saudara sekalian!
Saya telah minta Saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa yang maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya, tetapi kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam jaman Jepang ini tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah
dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia, permusyawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk rnenyatakan kemerdekaan kita.

saudara-saudara !
Dengan ini kami rnenyatakan kebulatan tekad. Dengarkanlah proklamasi kami.

PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini rnenyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan Iain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 05
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta

Demikianlah Saudara-saudara!

Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita! Negara merdeka, negara Republik Indonesia merdeka, kekal dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.

Prev4 of 5Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Penulis :
Telah menulis sebanyak 35 artikel
Mendapatkan 442 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

17 Comments

  1. kiky

    July 30, 2010 at 6:10 am

    :!: :lol: :arrow:
    K.E.R.E.N….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Inda Christie SP.

    October 29, 2010 at 5:19 am

    :!: :!: :!: :!: :wink: :wink: :wink: :wink: 8) 8) 8) 8) 8) :twisted:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Faniya

    November 10, 2010 at 6:30 am

    GOOD JOB,,, I like it, :lol: :lol: :P :P

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. ALYA

    January 5, 2011 at 12:29 pm

    Kerhen Beud Ceh :!: :!: :!: :!: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :arrow: :arrow: :arrow: :arrow:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. dwi

    dwi

    January 9, 2011 at 3:08 pm

    thank’s.. :wink:

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. ecky

    January 16, 2011 at 1:03 am

    kurang lengkap kk

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. megaa

    January 19, 2011 at 7:36 am

    :P

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. ayu

    January 26, 2011 at 8:49 am

    kren beud dah :arrow: :D :D :!: :wink: :roll: :o

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. fauzia

    February 1, 2011 at 11:54 am

    :? :cry: :(
    lumayan tapi tugas ku tak ada. :x

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. gita

    February 2, 2011 at 1:35 pm

    good !!
    tpi tgas ku gg ada :x

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. aisyah

    February 2, 2011 at 1:38 pm

    :!: :arrow: :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. Lianitta

    February 26, 2011 at 12:34 pm

    Bagus sih , tapi bahasanya gak pakek bahasa formal , 8O
    Tugasku juga enggak ada , Uuuhh ! :cry:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. thareq

    June 13, 2011 at 1:00 pm

    BAGUS
    tapi tugasku kgak adaa huuueh 8O

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  14. dwi

    dwi

    June 19, 2011 at 4:57 pm

    ya gpp,, maksih ya..

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. tugasku gak da dow

    September 28, 2011 at 12:03 pm

    :-) :arrow: :idea: :?:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  16. cha dewa

    October 2, 2011 at 10:44 pm

    haha hm :D :(

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  17. fathxan

    November 12, 2011 at 1:43 pm

    maksih banyak wi! :lol: :lol: :lol: :!: :!: :!: :P

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>