Best Author
sangdedi

743,217
octa

484,289
fitrotinnikm

456,613
idjah

444,769
dwi

312,823
adit

309,720
resta-andara

273,707
benedict

261,561
rahadian

240,264
bara

228,914
nabilalalala

216,582
kurnitap_

154,132
kuswanto

139,137
suranto

100,765
admin

98,848
iwan

80,055
kupukupu

78,090

Keikutsertaan Indonesia dalam Berbagai Organisasi Internasional

Setiap negara mempunyai sumber kekayaan alam yang berbeda. Demikian pula dengan perbedaan jumlah serta kemampuan manusia menguasai teknologi dan mengolah sumber daya alam, yang menyebabkan lahirnya pembagian negara kaya, negara berkembang, dan negara miskin. Kemajuan suatu negara dipengaruhi banyak faktor, misalnya hubungan kerja sama bilateral, regional, dan intemasional, seperti dalam wadah OPEC, CGI, APEC, IMF, dan World Bank.

a. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC)
(OPEC) didirikan di Baghdad pada 14 September 1960 oleh negara-negara penghasil minyak. Organisasi ini bermarkas di Wina (Austria).
Tujuan pembentukan OPEC adalah
1) menyatukan langkah kebijaksanaan dalam bidang perminyakan intemasional, dan
2) menentukan harga minyak dunia untuk melindungi kepentingan negara anggotanya.

Indonesia sampai saat ini masih tercatat sebagai salah satu anggota OPEC. Indonesia sangat berkepentingan dengan organisasi ini sebab minyak dan gas merupakan sumber devisa terpenting untuk membiayai kelangsungan hidup negara.Dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak ini, Indonesia pernah menempatkan dua tokoh yang berhasil menjadi Presiden OPEC, yaitu Prof. Dr. Soebroto (1985-1987) dan Ida Bagus Sudjana pada tahun 1997.Negara-negara anggota OPEC terdiri atas Venezuela, Kuwait, Saudi Arabia, Iran, Irak, Indonesia, Libya, Uni Emirat Arab, Nigeria, Qatar, dan Aljazair.

b. Consultative Group for Indonesia (CGI)
CGI merupakan kelanjutan atau penyempurnaan dari organisasi sebelumnya yang bernama International Governmental Group on Indonesia (IGGI). IGGI dibentuk pada tahun 1967 dan berpusat di Den Haag (Belanda).

Tujuan IGGI, yaitu memberi bantuan kredit jangka panjang dengan bunga ringan kepada Indonesia dalam membiayai pembangunannya. Sejak tahun 1992 IGGI bubar sebab Indonesia menolak bantuan Belanda yang dianggap terlalu banyak mengaitkan pinjaman luar negeri dengan masalah politik di Indonesia. Sebagai penggantinya, pemerintah Indonesia meminta Bank Dunia membentuk CGI.

Anggota-anggota CGI terdiri dari negara-negara bekas anggota IGGI (kecuali Belanda) dan lembaga-lembaga intemasional, yaitu Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, Swiss, Belgia, Denmark, Austria, Kanada, Italia, Spanyol, Finlandia, Swedia, Norwegia, Australia, Selandia Baru, World Bank, ADB, UNDP, WFP, UNFPA, WHO, FAO, UNIDO, ILO, UNESCO, UNHCR, IAEA, NIB, IFAD, IDB, UNICEF, Kuwait Fund, dan Saudi Fund.

c. Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) .
APEC didirikan tahun 1989 atas prakarsa PM Australia, Bob Hawke. Pendirian APEC dilatarbelakangi oleh hal berikut ini.
1) Munculnya berbagai kelompok kerja sama perdagangan regional, seperti North Atlantic Free Trade Area (NAFTA) dan Free Trade Area of America (FTAA).
2) Adanya perubahan di bidang politik dan ekonomi yang terjadi di Uni Soviet dan Eropa Timur.
3) Kekhawatiran terhadap gagalnya perundingan Putaran Eropa.
4) Munculnya globalisasi yang membuat setiap negara saling bergantung.

Sejak kelahirannya, APEC telah beberapa kali menyelenggarakan pertemuan dengan tuan rumah secara bergiliran. Indonesia pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan APEC di Bogor pada tahun 1994. Dalam pertemuan tersebut dicetuskan Declaration of Common Resolve (Deklarasi Tekad Bersama) yang salah satu intinya menyepakati jadwal liberalisasi perdagangan dan investasi pada tahun 2010 bagi negara maju dan tahun 2020 bagi negara berkembang.Negara-negara yang tergabung dalam APEC, yakni Indonesia, Amerika Serikat. Selandia Baru, Kanada, Malaysia, Hongkong, Jepang, RRC, Australia, Filipina, Brunei Darussalam, Chili, Korea Selatan, Mexico, Papua Nugini, Singapura, Taiwan, Thailand. Peru, Rusia, Vietnam.

d. International Monetery Fund (IMF) dan World BankIMF
berdiri pada tahun 1945 dengan mengambil markas di Washington DC (Amerika Serikat).
Tujuan didirikannya IMF adalah
1) memajukan kerja sama internasional di bidang moneter (keuangan),
2) mengembangkan perdagangan internasional, dan
3) memberi kredit kepada negara-negara anggotanya untuk memperbaiki neraca pembayaran yang tidak seimbang.

World Bank (Bank Dunia) atau International Bank of Reconstruction and Development (IBRD) didirikanpada tahun 1945, bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat.
Tujuan World Bank, yakni
1) memberikan bantuan ekonomi bagi negara-negara yang sedang membangun atau yang dilanda krisis moneter,
2) memajukan investasi-investasi swasta dari luar negeri,
3) memajukan perdagangan internasional, dan
4) mengadakan koordinasi dengan badan-badan internasional lain terhadap pinjaman-pinjaman yang diberikan.

Indonesia banyak menerima bantuan pinjaman keuangan dari kedua organisasi dunia ini. Pinjaman tersebut disalurkan untuk membiayai berbagai sektor pembangunan yang dirancang dalam APBN yang disusun Pemerintah dan disetujui DPR.

Penulis :
Telah menulis sebanyak 39 artikel
Mendapatkan 129 komentar
  Rating tulisan 5 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>