Best Author
sangdedi

743,915
octa

487,247
fitrotinnikm

456,625
idjah

445,477
dwi

313,905
adit

310,306
resta-andara

275,973
benedict

261,605
rahadian

241,188
bara

228,950
nabilalalala

217,000
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,805
suranto

100,765
admin

99,130
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Dalang G30S

Siapa Dalang Peristiwa G30S

                Peristiwa G30S merupakan sebuah peristiwa duka dalam sejarah Indonesia. Rentetan rencana yang sangat panjang dan tersusun rapi oleh sekelompok oknum yang masih menjadi spekulasi. Beberapa sumber dari berbagai website, pustaka, dan video Shadow Play menyajikan argumen-argumen yang saling berlawanan. Minimnya ketersediaan sumber sejarah yang menyajikan fakta-fakta yang sesungguhnya juga mempersulit kita untuk mengupas kepastian dan kebenaran dalam tragedi ini. Rezim Orde Baru dicurigai melakukan serangkaian rekayasa historiografi (penulisan sejarah) dengan tujuan memperkuat peerintahannya. Hal ini pulalah yang menjadi penyumbang besar dalam pembutaan rakyat Indonesia terhadap fakta dan rekayasa tahun 1965.

Seberapa banyak pun sumber, seberapa banyak pun saksi hidup yang diwawancarai, kontruksi sejarah G30S hanya akan mencapai pendekatan kebenaran bukan menemukan kebenaran. Satu hal yang bukan rekayasa dalam tragedi ini ialah bahwa G30S terjadi bukan karena adanya pelaku tunggal melainkan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan sendiri alias haus akan kehancuran Indonesia.

  1. PKI (Biro Khusus PKI)

Setiap partai pasti ingin menjadi partai terbesar di Indonesia, begitu juga dengan PKI. Untuk menjadi partai besar, PKI berupaya menarik perhatian rakyat hampir di seluruh daerah seperti giat menyelenggarakan penyediaan alat-alat petanian, bibit-bibit unggul dan bantuan lainnya. Alhasil, PKI menjadi peringkat ke-4 dalam pemilihan umum pertama. Berkembangnya isu mengenai PKI ingin menggantikan ideologi Pancasila yang dianut Indonesia menjadi ideologi Komunis dapat pula diterima sebagai .

Peran PKI dalam kelangsungan G30S bukanlah dilakukan oleh partai melainkan oleh beberapa orang di Biro Khusus PKI. Salah satunya ialah Syam yang merupakan sosok misterius dalam tubuh PKI yang ternyata merupakan double agent (PKI dan CIA). Di PKI, Syam mendekati D.N. Aidit yang saat itu menjadi ketua PKI dan kemudian masuk dalam Biro Khusus PKI. Dalam tiap rapat Biro Khusus PKI terdapat hal yang mencurigakan dimana Syam menjadi penyambung lidah CIA dalam PKI. Syam diduga menjadi sumber informasi bahwa akan dibentuk Dewan Jenderal (yang mayoritas antikomunis) yang tujuannya untuk mengkudeta pemerintahan Soekarno. Apabila Soekarno dikudeta maka akan sangat memperkecil keberhasilan rencana PKI karena Soekarno sendiri dianggap sangat membantu perkembangan PKI. Sehingga, dapat diterima apabila PKI menjadi dalang dari tragedi ini dengan tujuan untuk mempertahankan Soekarno dan melangsungkan penggantian ideologi. Ide penculikan (yang berujung pembantaian) juga didalangi PKI.

Selain itu, isu PKI ingin mengkomuniskan Indonesia tentu bukan dengan tiba-tiba muncul oleh perencana tragedi ini. Isu tersebut tentu telah beredar sejak lama.

  1. Internal AD

Sejak lama, telah terjadi perpecahan dalam tubuh militer dimana terdapat keinginan beberapa pemimpin AD untuk menjatuhkan pemerintahan Soekarno yang menganut Demokrasi Terpimpin. Beberapa lagi mendukung Soekarno dan tidak menyetujui pengadaan Dewan Jenderal yang diduduki oleh tujuh jenderal yang terbunuh tersebut. Peran angkatan darat dalam G30S tampak jelas bahwa operasi penculikan hingga penembakan tujuh jenderal berasal dari tubuh AD yakni; Latief, Untung, dan Bungkus. Namun, kejanggalan timbul dimana Soeharto yang juga pimpinan TNI saat itu tidak menjadi sasaran. Peran AD tampak lagi dalam pembersihan unsur komunis dengan sangat keji.

Dan berdasarkan hasil otopsi sebenarnya bahwa ketujuh mayat jenderal yang dibuang ke lubang buaya tidaklah karena adanya penyiksaan seperti yang digambarkan dalam film G30S/PKI yang menjadi kebohongan pemerintahan rezim Orba. Ketujuh jenderal meninggal disebabkan tembakan bukan penyiksaan.

  1. CIA

CIA telah menyatakan bahwa memang betul ada dokumen mengenai turut campurnya CIA dalam dunia politik Indonesia. Dimana saat itu, kondisi perang dingin mewajibkan Amerika untuk memberantas unsur komunis di Indonesia. Saat itu, Soekarno memutuskan untuk keluar dari keanggotaan PBB (terkait kasus dengan Malaysia) sehingga semakin besar peluang Komunis Internasional menguasai Indonesia. CIA berperan sebagai sutradara yang mengarahkan jalannya skenario dengan sangat rapinya. Kudeta gagal yang dilakukan PKI memang menjadi bagian dari skenario sehingga akan ada alasan sempurna untuk mengambinghitamkan PKI. Tujuannya jelas untuk mengkudeta Soekarno yang saat itu dianggap berbahaya sebab kedekatannya dengan Komunis. Sehingga kekuatan komunis tidak semakin mendunia.

  1. Soeharto

Dalam tragedi ini, menurut saya Soeharto menjadi pihak yang paling diuntungkan. Dimana, posisi Soeharto saat itu serba kebetulan, Soeharto bagian dari pimpinan TNI yang kebetulan tidak tampil sebagai anti-komunis yang frontal. Soeharto yang kebetulan dekat dengan Latief dan Untung serta merupakan kolega dekat Syam. Soeharto yang kebetulan mampu menyimpulkan dengan cepat sehari setelah peristiwa G30S bahwa pembantaian dilakukan oleh PKI. Soeharto yang kebetulan menjatuhkan Pranoto dan Moersyid yang saat itu memiliki peluang besar untuk menggantikan Soekarno apabila terjadi kudeta. Soeharto yang kebetulan menutupi kebenaran tragedi ini dengan memalsukan semua berita dan sumber sejarah. Semua kebetulan ini menjadi pendukung besar bukti bahwa Soeharto menjadi dalang yang paling duntungkan dalam tragedi ini.

Sekali lagi, tragedi ini bukan karena adanya satu dalang melainkan perpaduan dari berbagai pihak yang berkepentingan. CIA, Syam, Soeharto, Soekarno, PKI, dan AD yang bergejolak serta masyarakat yang anti-komunis adalah rekan kerja yang sempurna.

 

 

Operasi Pembersihan Komunis

                Skenario yang menyuratkan bahwa PKI menjadi dalang pembantaian keji terhadap tujuh pimpinan AD mengaharuskan tindakan-tindakan pembersihan keji akan unsur PKI di Indonesia. Atas perintah Soekarno yang memerintahkan Soeharto untuk memimpin Kopkamtib dalam pembasmian unsur komunis. Soeharto dan TNI membasmi tiap pihak yang dianggap dekat dengan Komunis seperti Gerwani dan institusi kerakyatan lainnya. Proses pembersihan Komunis dilakukan dengan keji, dengan penangkapan massal tanpa pemeriksaan. Bahkan, ada yang dipaksa untuk mengakui kebohongan dengan tujuan memperkuat bukti bahwa PKI sepenuhnya salah. Pimpinan PKI ditangkap dan dieksekusi mati tanpa pemeriksaan dan bahkan hasil pemeriksaan pun dipalsukan. Bahkan hasil otopsi ketujuh jenderal yang sebenarnya tidak diterima oleh Soeharto dan dipaksa dimanipulasi. Pembantaian terhadap komunis di Indonesia terbesar terjadi di Bali dan Medan dengan memakan ratusan ribu lebih korban yang termasuk PKI ataupun bukan.

Operasi pembersihan berlangsung di semua daerah di Indonesia. Penanaman doktrin kepada masyarakat melalui film rekayasa rezim Orde Baru dan juga dokumen-dokumen sejarah yang dipalsukan menjadikan pembutaan massal akan kebenaran tragedi tersebut. Selama puluhan tahun, rezim Orde Baru membersihkan unsur PKI dan menyelimutinya dengan kebohongan.

Dalang G30S, 5.0 out of 5 based on 1 rating

Penulis :
Telah menulis sebanyak 1 artikel
Mendapatkan 0 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>