Best Author
sangdedi

743,253
octa

484,363
fitrotinnikm

456,613
idjah

444,779
dwi

312,845
adit

309,734
resta-andara

273,797
benedict

261,561
rahadian

240,290
bara

228,914
nabilalalala

216,598
kurnitap_

154,132
kuswanto

139,179
suranto

100,765
admin

98,848
iwan

80,055
kupukupu

78,090

Polusi

A. Pengertian Polusi Polusi berarti “pencemaran”. Pengertian polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lain yang merugikan ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Zat adalah materi yang mempunyai susunan dari komposisi yang tetap seperti air, tanah, udara, emas murni, dan sebagainya, sedangkan unsur adalah zat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi, misalnya oksigen, hidrogen, dan sebagainya.Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan yang terkena polusi dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya dan sekitamya. Biasanya pencemaran terhadap lingkungan terjadi di daerah perkotaan yang banyak terdapat industri dan jumlah penduduk yang padat.

B. Jenis-jenis Polusi Berdasarkan sumbernya maka pencemaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Pencemaran alami
Pencemaran alami adalah pencemaran yang bahan pencemarannya berasal dari alam, misalnya gas dan partikel debu yang dikeluarkan gunung meletus, debu, tanah, dan pasir yang terbawa angin.
2. Pencemaran karena kegiatan manusia Pencemaran karena kegiatan manusia misalnya kegiatan industri, pertanian, pertambangan, serta rumah tangga.

Berdasarkan sifat zat pencemarannya maka pencemaran dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Pencemaran biologis
Pencemaran biologis adalah pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh berbagai macam mikroba yang dapat menimbulkan wabah penyakit.
2. Pencemaran fisik
Pencemaran fisik adalah pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh benda cair, padat, dan gas.
3. Pencemaran kimiawi
Pencemaran kimiawi adalah pencemaran terhadap lingkungan yang disebabkan oleh bahan/zat kimia.

Berdasarkan sumber daya dan sektor lingkungan maka polusi dapat dibedakan menjadi:
1. Polusi terhadap air
2. Polusi terhadap tanah
3. Polusi terhadap udara
4. Polusi terhadap suara

1. Polusi Terhadap Air
Air merupakan sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis. Ketersediaan air di dunia ini terbatas. Air mempunyai peran penting dalam kehidupan. Komposisi air di dalam tubuh manusia sekitar 65%. Begitu pula pada hewan dan tumbuhan yang mempunyai komposisi air yang besar juga. Bahkan, bumi ini luas perairan lebih besar dari pada luar daratan. Jadi, air merupakan zat yang sangat penting karena sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Keadaan air yang memengaruhi makhluk hidup adalah suhu, arus, kadar garam (salinitas), dan tingkat keasaman (pH) air.Polusi/pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga menyebabkan kualitas atau mutu air terganggu (tercemar). Kualitas air yang terganggu dapat dilihat atau ditandai dengan adanya perubahan bau (menyengat), rasa (asam), dan warnanya (hitam pekat). Sumber-sumber pencemaran air, antara lain berasal dari:
a. Limbah cair pabrikyang mengandung logam berat dan senyawa kimia.
b. Limbah pembuangan rumah tangga, misalnya detergen, kaleng, plastik, dan sisa-sisa makanan.
c. Limbah pertanian, misalnya pestisida, pupuk buatan, dan sisa sampah pertanian.
d. Lumpur-lumpur hasil erosi dan longsor tanah.
e. Zat asam dari hujan asam.
f. Tumpahan minyak.

Di dalam kegiatan industri, air biasanya dipergunakan untuk bahan pelarut maupun pendingin mesin-mesin pabrik hingga air buangannya mengandung zat-zat logam berat, seperti air raksa (Hg) dan timbal (Pb). Pada industri yang tidak mempunyai unit pengolahan limbah maka limbah tersebut biasanya dibuang ke sungai, kolam, atau danau melalui saluran-saluran air/gorong-gorong. Akibatnya, air menjadi tercemar sehingga membahayakan makhluk hidup di dalamnya dan makhluk hidup lain yang menggunakan atau mengonsumsi air tersebut.jika air sungai terkena polusi atau tercemar mengalir ke laut maka air laut akan tercemar pula. Zat-zat logam berat apabila masuk ke dalam tubuh makhluk hidup maka tidak dapat diuraikan dan lama-kelamaan akan menumpuk atau terakumulasi di dalam jaringan lemak. Pada siklus rantai makanan atau proses memakan dan dimakan, kadar zat-zat yang tidak terurai tersebut akan semakin besar pada makhluk hidup yang berada di urutan tertinggi dalam suatu rantai makanan.Polusi terhadap air juga disebabkan oleh pemakaian pupuk pestisida pada pertanian. Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan tidak hanya menyuburkan tanah pertanian. Air buangan pemakaian pupuk yang berlebihan akan mengalir ke parit-parit, kolam, danau, atau waduk sehingga pada perairan tersebut menjadi subur pula. Keadaan ini mendorong pertumbuhan alga di lingkungan tersebut menjadi pesat (dikenal dengan blooming algae = ledakan alga) dan permukaan air menjadi tertutup oleh alga yang menyulitkan sinar matahari menembus ke bawah permukaan air sehingga fitoplankton tidak dapat berfotosintesis. Akibatnya, makhluk hidup yang hidup di perairan tersebut menjadi kekurangan oksigen.Pestisida adalah bahan kimia yang biasa digunakan untuk membasmi hewan pengganggu (hama) atau tumbuhan pengganggu (gulma). Jenis pestisida yang digunakan bermacam-macam, yaitu insektisida (untukmemberantas serangga), rodentisida (untuk memberantas hewan pengerat), fungisida (untuk memberantas jamur) dan herbisida (untuk memberantas tumbuhan semak). Penggunaan pestisida seperti penyemprotan hama dengan menggunakan DDT (diklorodifenil trikloroentana) secara tidak tepat dapat berlebihan sangat merugikan bukan hanya organisme pengganggu yang terbunuh, tetapi organisme lain juga ikut terbasmi dan ekosistem perairan seperti kolam, danau, atau waduk ikut pula tercemari.DDT merupakan bahan yang bersifat stabil, akan terus berada di dalam air, tidak terpengaruh oleh tingkat kelembapan udara, cahaya matahari, dan proses biokimia. Jika DDT masuk ke dalam tubuh organisme tidak akan terurai, tetapi tersimpan/terakumulasi di dalam jaringan lemak. Melalui proses memakan dan dimakan, DDT pindah dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup lainnya. Jadi, pada lingkungan air yang tercemar DDT, pada siklus rantai makanan atau proses memakan dan dimakan, makin tinggi tingkatan makanan suatu makhluk hidup, makin tinggi pula kadar DDT di dalam tubuhnya.Ciri-ciri air yang telah mengalami pencemaran berbeda-beda, bergantung dari jenis air dan zat pencemarannya. Untuk mengetahui apakah suatu air telah terpolusi atau tidak, diperlukan pengujian untuk menentukan sifat-sifat air sehingga dapat diketahui apakah telah terjadi penyimpangan dari batas normal atau ambang batas.
Sifat-sifat air yang umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan tingkat polusi air dapat dilihat dari aspek sebagai berikut.
a. Nilai pH, tingkat keasaman, dan alkalinitas.
b. Suhu.
c. Warna, bau, dan rasa.
d. Jumlah padatan.
e. Nilai BOD/COD.
f. Pencemaran bakteri patogen.
g. Kandungan minyak.
h. Kandungan logam berat Kandungan bahan radioaktif

2.    Polusi Terhadap TanahPolusi terhadap tanah adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen-komponen lain ke dalam tanah sehingga menyebabkan perubahan sifat fisik dan kimia tanah dan memengaruhi keseimbangan ekologi.Polusi tanah antara lain disebabkan oleh limbah industri, limbah rumah tangga, hujan asam, tumpahan minyak, dan sebagainya. Benda-benda yang mencemari tanah berupa benda padat, seperti kertas, plastik, aluminium, kaleng, botol, dan benda cair seperti tumpahan minyak dan limbah cair pabrik.Pencemaran tanah akibat hujan asam dapat terjadi jika air hujan mengandung partikel-partikel pencemar, seperti sulfur dioksida (S02) dan nitrogen oksida (NO). Di udara partikel-partikel tersebut teroksidasi dan Pemakaian CFC (chloroflourocarbon) juga akan mengakibatkan polusi udara. CFC dipergunakan sebagai aerosol pada penyemprotan rambut, pengharum, dan pembasmi serangga. CFC bersifat sangat ringan sehingga mudah terangkat ke atmosfer yang lebih tinggi dan jika bertemu dengan ozon, akan terjadi reaksi yang menyebabkan lapisan ozon akan menipis. Lapisan ozon yang tipis dapat mengancam kehidupan hidup di permukaan bumi.Polusi udara biasanya terjadi di daerah kota-kota besar dan daerah yang banyak terdapat kegiatan industri. Penyebabnya antara lain jumlah penduduknya yang banyak dan populasi yang padat, jumlah alat transportasi yang banyak, dan kegiatan industri.

Hal-hal yang dapat menimbulkan pencemaran udara dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
a. Aerosol
Aerosol adalah suatu suspensi di udara yang dapat bersifat padat (debu) atau bersifat cair (kabut, asap, dan uap), seperti pemakaian obat nyamuk semprot, penyemprot rambut, dan pewangi badan/ruangan.
b. Gas
Gas adalah uap yang dihasilkan oleh zat padat atau zat cair, baik karena dipanaskan ataupun karena proses penguapan sendiri, contohnya gas karbon monoksida dan sulfur dioksida.
c. Interaksi bahan-bahan kimia, seperti terjadi hujan asam.
d.  Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim, dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

Sumber pencemaran udara yang berasal dari kegiatan manusia, antara lain:
a. Transportasi
b. Industri
c. Pembangkit listrik
d. Pembakaran (perapian, kompor, furnace,insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)

Sumber pencemaran udara alami, antara lain:a. Gunung berapib. Rawa-rawac. Kebakaran hutan
d. Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi

Sumber-sumber lain yang menyebabkan pencemaran udara, antara lain:
a. Transportasi amonia
b. Kebocoran tangki klor
c. Timbunan gas metana dari tempat pembuangan akhir
d. Uappelarutorganik

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzSGas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b. Gas CO dan C02Karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, mudah terbakar, bersifat racun, merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin uap. Gas C02 dalam udara murni berjumlah 0,03%. bereaksi dengan air membentuk asam nitrat dan asam sulfat atau amonium sulfat. Air hujan yang jatuh membawa asam sulfat dan amonium sulfat akan meresap ke dalam tanah dan menyebabkan derajat keasaman tanah menjadi tinggi atau pH tanah menjadi rendah. Di ekosistem daratan/tanah, hujan asam akan mencuci zat hara tanah, menyebabkan tanah terlalu asam sehingga tanah menjadi tandus dan pertumbuhan tanaman terganggu/mati (akar membusuk).

3.    Polusi Terhadap Udara
Udara adalah campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan. Sekarang ini kita sulit untuk memperoleh udara yang benar-benar bersih. Udara yang ada di atmosfer telah banyak mengandung sejumlah partikel debu, mikroorganisme, butiran serbuk, dan gas-gas beracun yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Berbagai aktivitas manusia telah menimbulkan kekhawatiran akan adanya pencemaran udara yang semakin meningkat yang akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia.Polusi udara adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen-komponen lain ke udara yang menyebabkan komposisi udara menjadi berubah. Hal ini akan mengganggu kehidupan manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya.Polusi udara dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut.a. Pencemaran primerApabila zat pencemar yang masuk ke udara dalam bentuk seperti saat dikeluarkan dari sumbernya, sebagai hasil suatu proses tertentu, misalnya S02 dari cerobong industri pemurnian logam.

b.  Pencemaran sekunder Apabila zat pencemar,yang ada di udara sebagai hasil reaksi antara dua atau lebih zat pencemarnya, misalnya ozon yang merupakan hasil reaksi antara hidrokarbon dan NOx. Reaksi tersebut terpengaruh oleh sinar ultraviolet dan sinar matahari dan oksida gas dengan partikel garam logam di udara.

Polusi udara yang disebabkan oleh gas karbon monoksida dan karbon dioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakarorganikatau bahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan batu bara. Alat transportasi yang menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya adalah salah satu penghasil gas karbon monoksida yang cukup besar. Jika kadar bensin sebagai C02 di dalam tubuh berlebihan, akan mengganggu kesehatan. Jika kadar C02 di atmosfer meningkat akan menyebabkan peningkatan suhu bumi. 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25% diserap awan, 45% diadsorpsi permukaan bumi, dan 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan, gas C02 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Jika kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas C02 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi yang akan diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi, menjadi meningkat. Bumi secara konstan menerima energi yang kebanyakan dari sinar matahari tetapi sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif (Holum, 1998: 237). Sinar tampak dan sinar ultraviolet dipancarkan dari matahari. Radiasi sinar tersebut sebagian dipantulkan oleh atmosfer dan sebagian sampai di permukaan bumi. Di permukaan bumi sebagian radiasi sinar tersebut ada yang dipantulkan dan ada yang diserap oleh permukaan bumi. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat 9-mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.Gas CFC (chloro fluoro carbon) Gas CFC banyak dimanfaatkan dalam produk kemasan aerosol, seperti parfum, cat semprot, dan obat pembasmi serangga. Selain itu gas CFC banyak juga dimanfaatkan dalam peralatan rumah tangga seperti AC, kulkas, dan pemadam api. Gas klorin yang terkandung pada CFC dapat bereaksi dengan ozon. Gas klorin akan memutuskan ikatan ozon sehingga membentuk oksigen. Semakin tingginya penggunaan CFC berarti semakin mengurangi kadarozon di atmosfer, hal inilah yang disebut penipisan lapisan ozon di atmosfer. Dengan menipisnya lapisan ozon menyebabkan sinar ultraviolet menembus atmosfer bumi hingga ke permukaan bumi.

Bahan radioaktif
Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosferdanjatuhdi bumi. Materi radioaktif ini akan terakumulasi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara. Partikel S02 dan N02Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan.

4.    Polusi Terhadap SuaraPolusi suara disebabkan oleh suara, secara terus-menerus di suatu lingkungan. Suara dianggap sebagai pencemaran apabila suara yang tidak diinginkan masuk ke dalam lingkungan manusia secara terus-menerus, misalnya mesin-mesin pabrik yang sedang beroperasi dan bunyi pesawat di mana lokasi bandara dekatdengan pemukiman penduduk. Suara tersebut dapat mengganggu aktivitas manusia, bahkan suara yang terlalu keras dapat merusak fungsi telinga.Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). Sumber-sumber pencemaran suara, antara lain dari suara petir, suara lalu lintas darat (kereta api, bus, dan sepeda motor), pesawat terbang, mesin-mesin pabrik, dan suara bising lainnya. Sumber kekuatan suara berbagai kegiatan berbeda-beda, .
Suara berkekuatan 80 dB dapat menimbulkan gangguan, terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat memengaruhi sistem lainnya, seperti perubahan tekanan darah, denyut nadi, dan stres.

Penulis :
Telah menulis sebanyak 39 artikel
Mendapatkan 130 komentar
  Rating tulisan 5 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>