LIMBAH

A. Pengertian Limbah
Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat menurunkan kualitas lingkungan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah merupakan suatu zat atau benda yang bersifat mencemari lingkungan. Limbah tidak mempunyai nilai ekonomis, karena itu limbah dibuang. Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil buangan tersebut melebihi ambang batas. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Adapun karakteristik limbah adalah sebagai berikut.
1. Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas partikel-partikel kecil yang dapat kita lihat.
2. Dinamis, artinya limbah tidak diam di tempat, selalu bergerak, dan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan.
3. Penyebarannya berdampak luas, maksudnya lingkungan yang terkena limbah tidak hanya pada wilayah tertentu melainkan berdampak pada faktor yanglainnya.
4. Berdampak jangka panjang (antargenerasi), maksudnya masalah limbah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan ada pada generasi yang akan datang.

Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi empat bagian, yaitu:
1. Limbah gas dan partikel
2. Limbah cair
3. Limbah padat
4. Limbah bahan berbahaya dan beracun/B3.

Sedangkan secara garis besar, limbah dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Limbah organik
2. Limbah anorganik
3. Limbah bahan berbahaya dan beracun/B3

Kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah sebagai berikut.
1. Volume limbah Banyak sedikitnya limbah memengaruhi kualitas limbah. Jika limbah di lingkungan terdapat dalam jumlah banyak, limbah tersebut berbahaya. Akan tetapi, jika jumlahnya sedikit maka limbah tidak akan membahayakan.
2. Kandungan bahan pencemar Kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar. Limbah dikategorikan berbahaya jika mengandung pencemar berbahaya. Jika limbah tidak mengandung bahan pencemar berbahaya, berarti limbah tersebut tidak membahayakan.
3. Frekuensi pembuangan limbahPembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan menimbulkan masalah. Jika pembuanganlimbah dilakukan dengan frekuensi yang tidak sering maka limbah tidak akan membahayakan.

B. Macam-macam Limbah
1.Ditinjau secara KimiawiPengertian senyawa adalah zat yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang bergabung melalui suatu reaksi kimia. Semua benda yang ada di sekeliling kita, seperti tanah, air, udara, minyak, besi, dan Iain-Iain disebut zat atau materi. Semua zat terdiri atas unsur. Unsur adalah zat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi. Limbah ditinjau secara kimiawi, terdiri atas:
Limbah organikLimbah organik adalah limbah yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, petemakan, rumah tangga, dan industri yang secara alami mudah terurai oleh aktivitas mikroorganisme baik secara aerob maupun anaerob. Contoh limbah organik adalah batang sayuran, kulit buah-buahan, bulu ayam, dan kotoran hewan.
Limbah anorganikLimbah anorganik adalah limbah yang bukan berasal dari makhluk hiddup dan tidak dapat di uraikan oleh mikroorganisme. Limbah anorganik tidak mudah hancur. contohnya botol, kaleng, kaca, pestisida, logam,plastik, dan sebagainya. Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) adalah limbah hasil dari kegiatanmanusia yang mengandung bahan kimia dan zat beracun yang berbahaya bagi makhluk hidup, khususnya manusia.

2.Berdasarkan Wujudnya Berdasarkan wujudnya limbah dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Limbah padatLimbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah plastik, dan logam.
b. Limbah cairLimbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.
c. Limbah gasLimbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar minyakjuga menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.

3.Berdasarkan Sumbernya Jenis limbah berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi:
a.Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga disebut juga limbah domestik.
b.Limbah industryLimbah industri adalah limbah yang berasal dari industri. Hasil buangannya dapat berbentuk padat, cair, dan gas bergantung benda yang dibuat.
c.Limbah pertanianLimbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pertanian, contohnya sisa daun-daunan, ranting, jerami, dan kayu, sedangkan limbah cair,
d.Limbah minyakMinyak merupakan bahan bakar utama pembangkit tenaga pada alat transportasi maupun industri. Limbah/buangan/tumpahan minyak dalam proses eksploitasi, pengangkutan, dan peng-gunaannya dapat terjadi akibat kebocoran, kecelakaan, maupun tumpahan lainnya.

Akibat yang dapat ditimbulkan oleh limbah minyak di perairan, misalnya:
1. Fitoplankton tidak dapat berfotosintesis.
2. Pertukaran udara dari air dengan udara bebas terganggu.
3. Hewan yang sumber makanannya berada di dalam air, seperti burung, menjadi kesulitan mencari makan karena pandangannya terhalang.Jadi, limbah minyak yang berada di air tawar maupun air laut akan mengancam perkembangan biota pada lingkungan tersebut.

e. Limbah konstruksiLimbah secara umum didefinisikan sebagai subtansi atau suatu objek di mana pemilik mempunyai keinginan untuk membuang. Adapun limbah konstruksi didefinisikan sebagai material yang sudah tidak digunakan yang dihasilkan dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan.Material limbah konstruksi dihasilkan dalam setiap proyek konstruksi, baik itu proyek pembangunan maupun proyek pembongkaran (contruction and domolition). Limbah yang berasal dari perobohan atau penghancuran bangunan digolongkan dalam domolition waste, sedangkan limbah yang berasal dari pembangunan perubahan bentuk (remodeling), perbaikan baik itu rumah atau bangunan komersial, digolongkan ke dalam construction waste.

Terdapat tiga jenis limbah yang ditemukan dalam konstruksi, yaitu:
1.Material yang dapat didaur ulang (recycleable).
2.Limbah berbahaya (hazardous).
3.Limbah yang akan dibuang ke tempat pem-buangan akhir (landfill material).

Komposisi limbah konstruksi dikategorikan dengan berbagai cara, bergantung bagaimana cara memandang limbah tersebut. Ada tiga faktor utama untuk mengkategorikan limbah konstruksi, yaitu:a. Kayub. Puing-puing akibat perbaikan/bongkaranc. Besi tulangan atau bajad. Kertas atau plastike. Bata, tegel, dangentengf. Logam bukan besi, termasuk kalengg. Sampah, seperti debu, kain bekas, dan bungkusmakananh. Kelebihan agregati. Sisa tanah galian

Berikut ini tahapan pengelolaan limbah konstruksi.
a. Pekerjaan perbaikanPekerjaan perbaikan di sini meliputi pekerjaan perbaikan di bidang struktur, pondasi, finishing, dan bekisting.
b. Pengelolaan materialKegiatan penghasil limbah pada tahap pengelolaan material meliputi kegiatan pengiriman material-material yang ada tidak sesuai dengan spesifikasi, dan penumpukan material di lokasi yang salah sehingga menimbulkan limbah. Pemindahan material yang terlalu sering juga dapatmenyebabkan kerusakan material di lokasi.
c. Proses operasiTahapan operasi merupakan tahapan yang juga dapat menghasilkan limbah. Limbah di sini terjadi karena sisa-sisa bekas potongan, kesalahan pengerjaan, bahan bekas pakai, dan kelebihan material yang dibuang.Material limbah konstruksi yang dihasilkan pada proyek perumahan cukup signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Perry Forsythe dan Marton Marrosszeki dari University of New South Wales, Sidney (1999), bahwa maksimum limbah konstruksi yang dihasilkan dari pembangunan perumahan adalah 3,87% dan minimum 1,66% dari anggaran biaya pembangunan, sedangkan untuk rumah villa maksimum 2,62% dan minimum 1,23% dari anggaran biaya pembangunan. Keadaan ini mengindikasikan bahwa potensi untuk perbaikan terhadap besarnya persentase limbah masih sangat terbuka.Penghindaran terhadap adanya limbah konstruksi, dilakukan secara proaktif dan maksimal pada level penghematan. Penghematan relatif pada penanganan material yang meliputi biaya suplai material, tambahan biaya untuk tenaga kerja agar di tempat kerja tetap fit, demikian juga tambahan biaya untuk pemindahan. Untuk menghindari limbah dapat dengan cara melihat desain, yaitu mengkoordinasikan komponen yang terkait dengan pendetailan desain dan mengkoor¬dinasikan ukuran untuk pembelian material ketika pemesanan material.Secara umum di negara-negara industri maju, sumber dominan limbah konstruksi adalah proyek bongkaran gedung. Dua per tiga dari total limbah konstruksi di Belanda berasal dari bongkaran gedung (Bossink & Brouwer). Sementara data di Hongkong menunjukkan bahwa pembongkaran gedung memiliki kontribusi 10-20 kali lebih besar dari kontribusi proyek konstruksi (Poon at al). Untuk negara berkembang, mengingat kebutuhan akan bangunan masih tumbuh dengan pesat, pembongkaran gedung yang dilakukan jauh lebih sedikit dibanding dengan negara maju. Oleh karenanya bongkaran gedung dan proyek konstruksi bangunan memberikan kontribusi yang sama terhadap komposisi limbah konstruksi. Untuk proyek konstruksi. Poon at al mengindikasikan bahwa 10-20% dari total material yang dibawa ke lokasi proyek akan diangkut keluar proyek sebagai limbah konstruksi.

Adapun jumlah total limbah konstruksi yang dihasilkan pada suatu daerah akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.
a. Pembangunan ekonomi (economie development).
b. Proyek-proyek khusus yang bersifat periodik   (periodic special project).
c. Bencanaalam.
d. Biaya pembuangan dan pengangkutan limbah
e. Peraturan mengenai daur ulang limbah.
f. Ketersediaan fasilitas daur ulang.g. Seberapa jauh pasar material bekas dapat menyerap produk daur ulang.

f. Limbah radioaktifLimbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit. Bahan atau peralatan terkena atau menjadi radioaktif dapat disebabkan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion.

Jenis limbah radioaktif dapat dibedakan berdasarkan:
1. Besarnya aktivitasBerdasarkan besarnya aktivitas, limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu limbah aktivitas tinggi, aktivitas sedang, dan aktivitas rendah.
2. UmurBerdasarkan umurnya, limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu limbah umur paruh panjang dan umur paruh pendek.
3. BentukfisikBerdasarkan bentuk fisiknya, limbah radioaktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu limbah padat, cair, dan gas.Karena limbah radioaktif memancarkan radiasi, apabila tidak diisolasi dari masyarakat dan lingkungan maka radiasi limbah tersebut dapat mengenai manusia dan lingkunganRadiasi limbah radioaktif berbahaya bagi manusia karena dapat melakukan ionisasi dan merusak sel organ tubuh manusia. Kerusakan sel tersebut mampu menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Di samping itu, sel-sel yang masih tetap hidup namun mengalami perubahan, dalam jangka panjang kemungkinan menginduksi adanya tumor atau kanker. Ada kemungkinan dapat pula bahwa kerusakan sel akibat radiasi mengganggu fungsi genetika manusia, sehingga keturunannya mengalami cacat.

4.Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, limbah terdiri atas enam jenis, yaitu:
a. Limbah mudah meledakLimbah mudah meledak adalah limbah yang melalui proses kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
b. Limbah mudah terbakarBahan limbah yang mudah terbakar adalah limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.
c. Limbah reaktifLimbah reaktif adalah limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran.
d. Limbah beracunLimbah beracun atau limbah B3 adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah ini mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam laut.
e. Limbah penyebab infeksiLimbah penyebab infeksi adalah limbah yang berasal dari laboratorium yang terinfeksi penyakit, seperti bagian tubuh manusia atau cairan tubuh manusia atau hewan yang terkena infeksi.
f.   Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat logam berkarat.

C. Limbah yang Dapat DimanfaatkanAdapun tahap pemrosesan limbah adalah sebagai berikut.
1. Penyaringan
2. Pemisahan partikel3. Proses biologi, berupa penggunaan mikro-organisme aerobik untuk membantu peng-hancuran limbah organik.
4. Proses kimia, yaitu pemakaian bahan-bahan kimia untuk menghilangkan rasa.

Daur ulang adalah suatu proses ulang terhadap bahan buangan menjadi suatu produk seperti awalnya atau menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan kembali. D. Pengolahan LimbahLimbah yang dihasilkan dari kegiatan industri, pertanian, rumah tangga, dan sebagainya dapat mencemari lingkungan sehingga mengancam kehidupan organisme, termasuk manusia. Oleh karena itu, limbah harus ditanggulangi secara bijaksana dan penuh tanggung jawab. Salah satu cara adalah dengan melakukan pengolahan terhadap limbah tersebut.

Secara umum, pengolahan limbah dilakukan dalam 5 (lima)tahap, yaitu:
1. Pengurangan Sumber (Source Reduction)Banyaknya sampah yang dihasilkan oleh setiap orang dapat dikurangijumlahnya dengan mengurangi pemakaian. Hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan, di antaranya pengurangan pemakaian kantong plastik. Jika kita belanja, biasakan untuk membawa tas belanja sendiri sehingga jumlah sampah plastik dapat dikurangi.
2. Penggunaan Kembali (Reuse)Barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi dapat kita manfaatkan untuk berbagai kepentingan. Biasanya, para siswa membeli buku tulis baru setiap kenaikan kelas, padahal buku tulis yang lama masih tersisa. Sisa buku tulis hendaknya digunakan sampai habis, jangan dulu membeli buku tulis baru sebelum buku tulis yang lama habis.
3. Pemanfaatan (Recyling)Pemanfaatan limbah, yaitu upaya mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas, dan tingkat bahaya limbah ke lingkungan. Usaha pemanfaatan limbah ini merupakan alternatif minimalisasi limbah yang dapat memberikan nilai ekonomis berupa pengurangan biaya pembuangan limbah dan pengadaan bahan baku. Adapun teknik yang dapat dilakukan berupa recovery (perolehan kembali), reuse (penggunaan kembali), dan recycle (daur ulang).Banyak jenis limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui daur ulang atau dikonversikan ke produk lain yang berguna. Limbah yang dapat dikonversikan ke produk lain, misalnya limbah dari industri pangan. Limbah tersebut biasanya masih mengandung serat, karbohidrat, protein, lemak, asam organik, dan mineral. Pada dasarnya, dapat mengalami perubahan secara biologis sehingga dapat dikonversikan ke produk lain, seperti energi, pangan, pakan, pupuk organik, dan Iain-Iain.Sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah dapat kita daur ulang menjadi barang yang baru. Misalnya, sisa-sisa makanan atau potongan sayuran dan buah-buahan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Minyak jelantah yang seharusnya dibuang dapat didaur ulang menjadi minyak baru dengan diberi sari buah mengkudu. Jika setiap orang sudah memahami proses daur ulang sampah, jumlah sampah dapat dikurangi.Konsep pemanfaatan limbah merupakan upaya untuk membangun usaha kecil dan menengah (UKM). Pertama-tama harus diketahui sifat kimia dan fisikanya, sehingga dapat diperkirakan berbagai produk yang mungkin dihasilkan. Kemudian produk yang dipilih dipertimbangkan dengan pasardan tekno ekonominya.Sebagai contoh limbah tulang dari pabrik pengolah daging. Limbah pengolah daging memiliki sjfat kimiawi yang didominasi oleh protein (kolagen) di samping mineral (kalsium). Didasarkan atas sifat kimia tersebut, tulang mempunyai potensi untuk diolah menjadi produk yang berfungsi sebagai sumber protein, yaitu ekstrak tulang dan protein hidrolisat, di samping berupa tepung tulang yang merupakan sumber protein dan mineral. Begitupun dengan jenis limbah lainnya.

4. Pengolahan (Treatment)Teknik pengolahan ditujukan pada limbah yang dapat kita olah sendiri. Teknik pengolahan limbah ini dilakukan pada limbah industri atau limbah yang beracun.

Adapun beberapa teknik yang dilakukan untuk mengolah limbah cair adalah sebagai berikut.
a. Pengolahan secara fisikaPengolahan secara fisika dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain.1) Penyaringan (screening), dilakukan pada limbah cair yang mudah mengendap. Bahan-bahan padat dalam cairan dapat dipisahkan dengan penyaringan.2) Proses flotasi, yaitu proses pengolahan limbah dengan cara menyisihkan bahan-bahan yang mengapungsepertiminyakdan lemak. Teknik ini dapat juga dilakukan pada bahan-bahan tersuspensi seperti lumpur.3) Proses filtrasi, yaitu teknik yang dilakukan pada bahan limbah yang mengandung partikel suspensi (mengendap). Teknik ini dapat menyisihkan sebanyak mungkin partikel yang mengendap.4) Proses absorpsi, yaitu teknik pengolahan limbah dengan menggunakan karbon aktif. Teknik ini dilakukan dengan menyisihkan senyawa aromatik dan senyawa organik terlarutlainnya.5) Teknologi membran (reverse osmosis), digunakan untuk unit pengolahan kecil. Teknik ini membutuhkan biaya operasi yang sangat mahal.

b. Pengolahan secara kimiaPengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), seperti logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyelisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut. Perubahan sifat tersebut adalah dari tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.

c. Pengolahan secara biologiPengolahan limbah dengan teknik biologi melibatkan mikroorganisme. Adapun teknik yang telah dikembangkan, yaitu trickling filter, cakram biologi, filter terendam, dan reactor fludisasi. Ditinjau dari segi lingkungan, pengolahan secara biologi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses aerob adalah proses pengolahan limbah yang membutuhkanoksigen, sedangkan proses anaerob adalah proses pengolahan limbah yang tidak membutuhkan oksigen.

5. PembuanganLimbah yang telah diolah menjadi bahan yang tidak berbahaya dapat dibuang ke lingkungan. Pembuangan limbah yang berwujud cair dapat di buang ke sungai atau ke laut. Sedangkan pembuangan limbah yang berwujud padat dibuang ke tanah. Dengan demikian lingkungan menjadi aman dan sehat.Untuk mengolah limbah cair, secara garis besar proses pengolahannya adalah sebagai berikut.a. Limbah cair yang berasal dari rumah sakit dan industri dikumpulkan pada kolam ekualisasi.b. Limbah yangterkumpul di kolam lalu dimasukkan ke dalam tangki reaktor untuk dicampur dengangas ozon. Gas ozon tersebut kemudian akan bereaksi dengan sinar ultraviolet dari lampu ultra¬violet yang dipasang pada pusat tangki reaktor.c. Reaksi tersebut akan menghasilkan beberapa senyawa aktif yang dapat mengkoagulasikansenyawa organik serta membunuh bakteri pathogen yang terkandung dalam limbah cair.d. Kemudian limbah cair yang telah diproses dialirkan ke tangki koagulasi untuk dicampurkan dengankoagulan.e. Setelah itu dialirkan ke tangki sedimentasi. Dalam tangki tersebut, logam berat dan Iain-Iain sisaproses oksidasi dalam tangki reaktor diendapkan.f. Selanjutnya, dilakukan proses penyaringan pada tangki filtrasi. Pada tangki ini terjadi prosesadsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat polutan yang terlewatkan pada proses koagulasi.

E. Pengolahan Limbah OrganikLimbah organik berasal dari industri pangan. Limbah tersebut masih mengandung serat, karbohidrat, protein, lemak, asam organik, dan min¬eral. Melalui perubahan secara biologis, limbah tersebut dapat dibuat menjadi energi, pangan, pakan, dan pupuk organik.
1. Pengolahan Limbah TumbuhanBeberapa teknologi untuk mengolah limbah tumbuhan adalah sebagai berikut.
a. Teknologi ATDTeknologi ATD ini mampu mengubah limbah tumbuhan menjadi pupuk organik yang bersih dan terbebas dari bakteri patogen.
b. Teknologi fermentasi probiotikTeknologi fermentasi probiotik dapat mengubah limbah tumbuhan, seperti molasses, ampas debu, dedakpadi, ampas tahu, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dan ampas kopi dapat dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak.
c. Teknologi pengomposan Teknologi pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologis dalam suhu tinggi dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Teknologi pengomposan dapat dilakukan secara aerob maupun anaerob dengan atau tanpa tambahan. Bahan tambahan yang biasanya digunakan aktivator kompos, seperti green phoskko organic decomposer dari Superfarm (Effective Microorganism) atau menggunakan cacing untuk mendapatkan kompos (vermicompost). Pengomposan secara aerob yang paling banyak digunakan karena mudah dan murah untuk dilakukan.

2. Pengolahan Limbah HewanPara ilmuwan akhirnya menemukan cara mengubah kotoran hewan menjadi produk yang bermanfaat. Teknik tersebut dinamakan biogas.Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Biogas ini dimanfaatkan sebagai energi altematif untuk keperluan memasak atau keperluan lainnya. Biogas ini sama fungsinya dengan gas elpiji yang memiliki banyak atom C.Bahan baku pembuatan biogas adalah kotoran hewan. Kotoran hewan mengandung metana yang mudah terbakar. Selain biogas, kotoran hewan dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah.

F. Minimalisasi LimbahMinimalisasi limbah (waste minimization) adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas (daya racun), dan tingkat bahaya dengan jalan reduksi pada sumbernya serta pemanfaatan limbah tersebut menjadi sesuatu yang berguna.Penerapan program ini, selain dapat memperbaiki kualitas lingkungan karena beban limbahnya berkurang, juga mendapatkan keuntungan yang tidak kecil, antara lain:1. mengurangi biaya, baik untuk modal maupun operasi unit pengolahan limbah (on-site);2. mengurangi biaya pengolahan limbah dan transportasi untuk pengolahan limbah di luar perusahaan (off-site);3. mengurangi biaya untuk perizinan dan biaya produksi yang disebabkan peningkatan efisiensi,4. mengurangi risiko akibat tumpahan, kecelakaan, dan tanggap darurat; dan5. mendapat tambahan keuntungan dari penjualan atau pemanfaatan kembali limbah yang dihasilkan.
Teknik-teknik yang dapat digunakan, antara lain:1. House keepingHal ini merupakan sesuatu usaha yang dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan perusahaan dari limbah-limbah yang berasal dari ceceran, tumpahan, kebocoran, dan lainnya.2. Segresialiran limbahSegresi aliran limbah adalah pemisahan berbagai jenis aliran limbah menurut komponen, konsentrasi, atau keadaannya sehingga dapat mempermudah pengolahan limbah, mengurangi volume, dan mengurangi biaya pengolahan limbah.3. Melakukan preventive maintenance Melakukan preventive maintenance, yaitu pemeliharaan dan penggantian alat atau bagian alat menurut waktu yang telah dijadwalkan berdasarkan perkiraan waktu kerusakan alat.4. Pengolahan bahanPengolahan bahan merupakan upaya untuk mengelola bahan sedemikian rupa agar persediaan selalu cukup untuk menjamin kelancaran proses produksi, tetapi tidak berlebihan sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan pemakaian bahan yang terkontrol sehingga tidak terjadi kerusakan bahan.5. Pengaturan kondisi proses operasi dan modifikasialatDengan adanya modifikasi alat sehingga lebih efesien akan mengurangi jumlah limbah, mengurangi bahan yang harus didaur ulang dan limbah yang dibuang.6. Melalui substitusi bahanArtinya menggantikan bahan beracun dengan bahan lain yang kurang beracun atau tidak beracun, sehingga dapat membantu mengurangi jumlah limbah.

LIMBAH, 3.0 out of 5 based on 3 ratings

Penulis :
Telah menulis sebanyak 39 artikel
Mendapatkan 123 komentar
  Rating tulisan 5 dari 5

6 Comments

  1. Yudi

    September 25, 2011 at 5:12 am

    LENGKAP ABIIIIIIZZZZZZ :lol: :lol: :!: :!: :-) :-)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. faiza

    September 28, 2011 at 2:24 am

    nice post…. :!: :!: :!:

    visit me yap… :P :P :D
    click here

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. N154mm

    October 8, 2011 at 2:02 am

    THANK YOU FOR INFORMATION……….!?!?!?
    WELEH…WELEH…?!?! LENGKAP TEMENANIN…..!!!!!! :idea: :idea:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. N154mm

    October 8, 2011 at 2:08 am

    KEREN TEMENAN,,.. iNfOrMaSiNyA ITU LHO……..!!!??? lengkap tenanin {KHAMSA HAMIDA} :lol: :P :x :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Riiezqiiy

    October 16, 2011 at 4:52 am

    :: LEB duahhh
    Jos Gandozzzzzzzdhhhhh!!!!!!!!
    PERFECT!!!!!!!!…..

    :D :-) 8) :lol: :x :oops: :wink: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :arrow: :arrow: :arrow: :arrow: :arrow: :arrow:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. ka-chan

    May 29, 2012 at 3:17 pm

    lengkap :wink:
    siip :!:
    arigatou :lol:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>