Best Author
sangdedi

743,603
octa

486,235
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,982
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Gempa Bumi

A.   Bencana Alam
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh adanya peristiwa alam. Sebenarnya peristiwa alam tersebut merupakan hal yang sangat alamiah dan biasa terjadi pada bumi. Namun ketika gejala alam tersebut menimpa manusia (nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta, dan benda), kita akan menyebutnya sebagai bencana.
Bencana alam berdasarkan penyebabnya, dapat dibedakan atas sedikitnya tiga jenis, yaitu geologis, klimatologis, dan ekstra-erestrial.
1. Bencana alam geologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor yang bersumber dari bumi, seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Secara spesifik dari sudut pandang bahan dan tempat, dalam kategori ini termasuk pula longsor dan berbagai gerakan tanah.
2. Bencana alam klimatologis adalah bencana alam yang ditimbulkan oleh cuaca (klimatologis) yang sudah dapat diprediksi kedatangannya, ke arah dan di lokasi mana daerah yang akan dilanda misalnya banjir, banjirbandang, badai, angin puting-beliung, kekeringan, kebakaran hutan (bukan oleh manusia).
3. Bencana alam ekstra-terestrial adalah bencana yang disebabkan oleh benda angkasa luar seperti im-pact/hantaman meteor atau benda dari angkasa luar lainnya.Bencana alam geologis sampai sekarang masih sulit diprediksikan karena kejadiannya yang begitu cepat. Berikut beberapa penjelasan mengenai bencana.

1.    Gempa Bumi
Gempa adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan gelombang pada kerak bumi sebagai gejala pengiring aktivitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara lokal.Gempa bisa terjadi karena adanya pergeseran lapisan litosfer bumi terdiri atas lempeng-lempeng tektonik yang kaku dan terapung di atas batuan yang relatif tidak kaku. Daerah pertemuan dua lempeng atau Iebih kita sebut sebagai plate margin atau batas lempeng, disebut juga sesar. Gempa dapat terjadi di manapun di bumi ini, tetapi ymumnya gempa terjadi di sekitar batas lempeng dan banyak ditemukan sesar aktif di sekitar batas lempeng. Titik tertentu di sepanjang sesar tempat dimulainya gempa disebut fokus atau hyposenter dan titik di permukaan bumi yang tepat di atasnya disebut episenter.
Negara Indonesia termasuk ke dalam jalur episentra kuat karena letaknya berdekatan dengan jaiur tempat dua lempeng saling bertumbukan, yaitu di sebelah barat lempeng Indo-Australia dengan lempeng Benua Asia, dan di sebelah timur laut lempeng Pasifik dengan lempeng Asia.Bahkan gempa di Indonesia tercatat dalam gempa terdasyat yang pernah terjadi di dunia. Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfer, merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan litosfer terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku dan dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Jika mantel bergerak maka lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfer padat dan terapung di atas mantel juga ikut bergerak. Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu kedua lempeng bergerak saling menjauhi (spreading), bergerak saling mendekati (collision), dan bergerak saling geser (transform).Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati, atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15 cm per tahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas plate Pasifik. Tempat ini dikenal dengan Lingkaran Api karena banyaknya gunung berapi.Hal yang dapat dirasakan pada waktu gempa terjadi ialah adanya getaran bumi di tempat kita berada. Pada saat itu kita tidak tahu dari mana gempa itu datang sehingga kita tidak tahu ke arah mana harus lari menjauhi sumbernya. Getaran gempa berpotensi merusak bangunan, tidak bergantung pada kekuatan sumber dan jarak gempa.
Ada tiga macam gelombang gempa, yaitu:
a. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang gempa yang merambat dari sumber gempa ke segala arah dengan kecepatan 7-14 km per detik. Gelombang ini dinamakan gelombang primer.
b. Gelombang transversal, yaitu gelombang gempa yang sejalan dengan gelombang primer dengan kecepatan 4-7 km per detik. Gelombang ini dinamakan gelombang sekunder.
c. Gelombang panjang atau gelombang permukaan, yaitu gelombang yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan sekitar 3,5-3,9 per detik. Gelombang inilah yang paling banyak menimbulkan kerusakan.

2.    Pengelompokan Gempa Bumi Berdasarkan Kriteria-kriteria Tertentu Gempa bumi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Gempa berdasarkan penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
1. Gempa tektonik, yaitu gempa yang disebabkan karena adanya pergeseran kerak bumi.
2. Gempa vuikanik, yaitu gempa yang disebabkan karena kegiatan gunung berapi yang aktif.
3. Gempa tanah runtuh (terban), yaitu gempa yang disebabkan karena adanya lapisan tanah yang runtuh, gempa jenis ini bersifat lokal.
4. Gempa tumbukan, yaitu gempa yang disebabkan karena adanya meteor yang jatuh ke bumi.

b. Gempa berdasarkan jarak hiposentrumnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Gempa dalam, kedalaman sumber gempanya (hiposentrurri) lebih dari 300 km.
2. Gempa menengah (Intermediate), kedalaman sumber gempanya (hiposentrum) 100-300km.
3. Gempa dangkal, kedalaman sumber gempanya (hiposentrum) kurang dari 100 km.

c. Gempa berdasarkan jarak episentrumnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Gempa lokal, yaitu gempa yang jarak episentrumnya kurang dari 10.000 km
2. Gempa jauh, yaitu gempa yang jarak episentrumnya 10.000 km.
3. Gempa sangat jauh, yaitu gempa yang jarak episentrumnya lebih dari 10.000 km.Oleh karena keadaan yang istimewa dikenal juga istilah gempa laut yaitu jika episentrumnya terletak di dasar laut. Gempa laut biasanya membawa bencana di pantai akibat gelombang pasang (tsunami).

3.    Pencatatan Kekuatan Gempa Bumi
Untuk pencatatan gempa terdapat dua macam alat pencatat, yaitu
Seismograf horizontal berfungsi untuk mencatat getaran gempa horizontal.
Seismograf vertikal berfungsi untuk mencatat getaran gempa vertikal.
Massa stasioner digantung pada pegas untuk menormalkan gravitasi bumi.

Skala gempa
Untuk mengetahui berapa besar ukuran gempa bumi digunakan skala. Skala yang digunakan untuk pengukuran gempa bumi di antaranya skala Omori, skala Derossifonel, skala Cancani, skala Mercalli, dan skala Richter. Skala-skala tersebut mengukur gempa berdasarkan derajat kerusakan yang diakibatkan, kecuali skala Richter yang mengukur kekuatan gempa berdasarkan magnitudonya.Di bawah ini merupakan skala Mercalli yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
a. Jika derajatnya I, getarannya tidak dirasakan, kecuali dalam keadaan luar biasa dirasakan oleh beberapaorang.
b. Jika derajatnya II, getaran dirasakan oleh beberapa orang yang diam, lebih-lebih di rumah tingkat atas,benda-benda yang digantung terlihat bergoyang.
c. Jika derajatnya III, getaran dirasakan nyata dalam rumah, kendaraan sedang berhenti terasa bergerakseakan-akan adatruk lewat.
d. Jika derajatnya IV, jika terjadinya siang hari banyak orang di dalam rumah dan sedikit orang di luar rumahmerasakan getaran. Jika malam hari, beberapa orang dapat terbangun, barang pecah belah dan pintuberderak, kendaraan yang diparkir bergerak.
e. Jika derajatnya V, getaran dirasakan oleh hampir semua orang-orang yang tidurpun terbangun, barang-barang pecah belah terpelanting, tiang dan pohon tampak bergoyang kuat, jarum jam dapat berhenti.
f. Jika derajatnya VI, kebanyakan orang panik dan lari keluar bangunan/rumah karena semua orangmerasakan getaran kuat, meja kursi bergerak.
g. Jika derajatnya VII, semua orang keluar rumah, kerusakan ringan sampai sedang pada bangunan yangkuat getarannya terasa oleh orang yang sedang naik kendaraan.
h. Jika derajatnya VIII, kerusakan pada bangunan kuat dengan lubangdan retakan dinding dapat lepas darirangka rumah, cerobong asap dan monumen roboh, serta meja kursi terlempar.
i. Jika derajatnya IX, kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka rumah bengkok-bengkok, lokasi rumahbergeser, serta pipa dalam tanah putus.
j. Jika derajatnya X, bangunan kuat dari kayu rusak, tanah retak, rel KA melengkung, tebing dan tepiansungai longsor serta terjadi banjir.
k.Jika derajatnya XI, bangunan hanya sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak.
I. Jika derajatnya XII, permukaan bumi hancur sama sekali dan tampak bergelombang, pemandangan kabur,serta benda-benda terlempar ke udara.

Kosa kata gempa.
1. Hiposentrum, yaitu sumber gempa yang berada di dalam bumi. Dari hiposentrum gelombang merambat ke segala arah.
2. Episentrum, yaitu tempat di permukaan bumi yang tegak lurus di atas hiposentrum.
3. Makroseisma, yaitu daerah di sekitar episentrum yang mendapat getaran atau kerusakan paling parah setelah gempa.
4. Pleistoseista, yaitu garis pada peta yang membatasi makroseisma.
5. Isoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang mengalami kerusakan yang sama akibat sebuah gempa.
6. Homoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang mengalami gelombang gempa pada waktu yang bersamaan.
7. Magnitudo, yaitu banyaknya energi yang dilepas pada suatu gempa yang tergambar dalam besarnya gelombang seismik di episenter. Besarnya gelombang ini tercermin dalam besarnya garis bergelombang padaseismogram.
8. Episenter, yaitu titik di permukaan bumi tepat di atas fokus atau sumber gempa, dinyatakan dalam lintang dan bujur. Hyposenter = parameter sumber gempa bumi yang dinyatakan dalam waktu terjadinya gempa, lintang, bujur, dan kedalaman sumber).
9. Fokus, yaitu sumber gempa di dalam bumi, tempat batuan perta’ma patah.
10. Gelombang seismik, yaitu getaran gempa yang menjalardi dalam dan di permukaan bumi dengancara longitudinal dan transversal.
11. Intensitas, yaitu besarnya goncangan dan jenis kerusakan di tempat pengamatan akibat gempa. Intensitas bergantung dari jarak tempat tersebut dari hyposenter.
12. Kerak bumi, yaitu lapisan atas bumi yang terdiri atas batuan padat. Baik tanah di daratan maupun di dasar laut termasuk kerak bumi.
13. Litosfer, yaita lapisan paling atas bumi yang hampir seluruhnya terdiri atas batuan padat. Lapisan ini termasuk kerak bumi dan (sebagian) mantel atas.
14. Mantel, yaitu lapisan di bawah kerak bumi yang terdiri atas mantel atas dan mantel bawah.
15. Lempeng tektonik, yaitu bagian dari litosfer bumi yang padat atau rigid. Lempeng-lempeng tektonik ini senantiasa bergerak dengan lambat, terapung di atas mantel.
16. Seismograf, yaitu peralatan yang menggambarkan gelombang gempa yang datang di stasiun pengamat.
17. Seismogram, yaitu catatan tertulis dari getaran bumi yang dihasilkan oleh seismograf.
18. Seismologist, yaitu ilmuwan yang mempelajari gempa.
19. Skala Mercalli, yaitu suatu ukuran subjektif kekuatan gempa dikaitkan dengan intensitasnya.
20. Skala Richter, yaitu suatu ukuran objektif kekuatan gempa dikaitkan dengan magnitudonya.
21. Sesar, yaitu patahan atau pemisahan batuan, umumnya di antara dua atau lebih plat tektonik.

Gempa Bumi, 5.0 out of 5 based on 1 rating

Penulis :
Telah menulis sebanyak 41 artikel
Mendapatkan 99 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

6 Comments

  1. tasnim

    March 23, 2011 at 4:03 pm

    kl hubungan 1 SR dgn frekuensi apa??

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. icha

    April 1, 2011 at 12:04 pm

    KURANG LENGKAP …..CUY :wink:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. kuswanto

    kuswanto

    June 19, 2011 at 4:48 pm

    ya nanti akan ditambah ge..

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. lorencya

    August 16, 2011 at 8:51 am

    :-) :twisted: :x :lol: 8) :? 8O :o :( :-) :D :!:
    bagus juga koq
    tapi kurang lengkap

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  5. ima papua

    September 15, 2011 at 4:43 am

    Mantap kok

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  6. oran sabila

    August 25, 2012 at 4:10 am

    sip dah

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>