Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,265
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,167
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

99,000
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Merelakannya Untuk Membahagiakan Sahabat

Burung yang terbang begitu bebasnya berbeda denganku, aku menyukai kaka kelas dia adalah ketua pramuka di sekolahku dia bernama Patur,sekarang dia kelas XII SMK. Menurutku dia itu baik,tampan, sholeh, dan pintar.  Dari pertama kali aku melihatnya, dia itu bagaikan sebuah Matahari yang seolah-olah tersenyum padaku. Senyumnya yang begitu indah dapat meluluhkan hatiku, begitu pula sifatnya yang selalu sabar. Tetapi aku tak mungkin bisa untuk meluluhkan hatinya. Karena disisi lain banyak temanku yang suka padanya, termasuk salahsatu sahabatku yang bernama Lia. Lia adalah siswa yang cukup pintar di kelasku. Dan teman-temannyapun begitu mendukung Lia untuk menjadi kekasih Patur.

Tetapi berbeda denganku, aku hanya siswa yang tidak terlalu pintar. Aku juga hanya memiliki 6 orang sahabat, hanya merekalah yang mendukungku untuk bisa mendekati ka Patur. Aku sempat berputus asa, tetapi sahabat-sahabatku berusaha membuatku tetap semangat sehingga aku akan tetap berusaha untuk bisa lebih dekat dengan ka Patur. Tetapi apabila Lia bahagia, aku akan tetap berusaha untuk bahagia di depannya, karena bagaimanapun dia adalah sahabatku juga.

Keesokan harinya aku berangkat sekolah dimana hari itu adalah hari yang ku tunggu-tunggu. Yaitu hari Sabtu, hari yang khusus untuk exkul Pramuka dan ka Patur akan memberikan sedikit materi kepada kelas X.

“Assalamualaikum” Ka Patur

“Waalaikumsalam kaka” Seluruh siswa kelas X

“hari ini kk akan memberikan sedikit materi mengenai Pramuka”

Ka Paturpun menjelaskan materi yang harus diberikan pada siswa kelas X. Beberapa menit kemudian, ka Paturpun selesai menjelaskan. Ka Paturpun memberikan sebuah games, apabila ada siswa kelas X yang bisa menjawab pertanyaan dari ka Patur maka ka Patur akan memberikannya coklat.

“Dasadharma Pramuka ada berapa?dan jelaskan, apa saja?” (tanya ka patur)

“aku..akuu..aku…” Lia

“silahkan, jawabannya ada berapa?”

“ada 3 ka” (lalu menjelaskannya)

“benar, ini coklatnya” sambil memberi coklat dengan senyuman

“terimakasih ka..”

Semua siswa bersorak melihat ka Patur memberikan coklat pada Lia, karena semua siswa sudah tau bahwa Lia mencintai ka Patur. Akupun ikut bersorak walau dalam hati terasa sesak.

“andaikan aku yang menjadi Lia, begitu bahagianya aku. Tetapi itu tak mungkin, semua orang mendukung Lia. Tetapi aku? . baru kali ini aku merasakan sakit hati yang begitu dalam. Rasanya aku tak kuat untuk meneteskan air mata, entah mengapa tak seperti biasanya aku begini. Setetes air matakupun keluar, aku akan berusaha untuk tidak menteskannya lagi. Seharusnya aku merasa bahagia karena melihat sahabatku bahagia.” Kataku dalam hati

Akupun terus meneteskan air mata sambil menundukan kepala. Salahseorang sahabatkupun bertanya.

“kamu nangis?” Katanya

“tidak, aku seneng kok :’)” sambil terus meneteskan air mata dan berusaha untuk tersenyum

“udah, gak usah boong, mata kamu berkaca-kaca, air mata kamu berjatuhan. Sabar ya, pasti ada pelajaran yang bisa kamu ambil dari sini”

“iya, terimakasih atas dukungannya, aku akan berusaha untuk tersenyum. :’)”

Akupun tersenyum, beberapa detik kemudian air mataku kembali menetes.

“begitu sakitnya ku rasakan, tak ada hal yang lebih sakit selain melihat orang yang kita kasihi dan kita sayangi bersama orang lain. Aku yakin dibalk semua ini pasti ada pelajaran yang bisa kuambil sisi positifnya”

Beberapa menit kemudian exkulpun selesai. Lalu Lia mendekatiku, entah mau apa?

“hey, aku tadi seneng banget dikasih coklat sama ka Patur, kamu juga senang kan? Melihat aku bahagia?”

“oh,, iya dong.. selamat ya Lia  semoga hari ini merupakan hari yang sangat spesial buat kamu. “ sambil menahan air mata

“iya, itu sih pasti. Tapi kenapa kamu seperti orang yang sudah menangis? Matamu merah?”

“gak, tenang aja. Aku Cuma kelilipan” kataku

“oh ya sudah, aku pulang dulu ya?”

“iya, hati-hati ya..”

“iya, kamu juga”

Liapun pergi dengan begitu bahagianya.

“begitu bahagianya dia, selama aku bersahabat dengannya aku tak pernah melihat dia sebahagia itu. Alhamdulillah terimakasih telah membuat dia bahagia. Walaupun aku merasa sakit, tetapi aku senang melihatnya bahagia” kataku dalam hati

“hey, ayo pulang. Jangan melamun?” Kata sahabatku

“iya.. iya, siapa yang melamun? :P

“yaudah ayo kita pulang”

“iya..”

Akupun pulang. Sesampainya dirumah aku segera mengambil buku harianku yang tersimpan rapi di dalam laci.

“dear diary, Hari ini kukira akan menjadi hari yang tak pernah kulupakan. Tetapi semua itu salah, aku malah merasa sakit. Sakit yang alami hari ini adalah sakit yang terberat yang pernah ku alami dalam hidupku. Tetapi aku juga bahagia karena aku bisa melihat sahabatku sebahagia hari ini. Semoga dari semua hal yang ku alami di hari ini, ada pelajaran yang bisa ku ambil sisi positifnya. Dan aku yakin di balik sebuah kekecewaan pasti ada sebuah kebahagiaan yang mungkin kita dapatkan. Entah itu kapan dan dimana. Semoga hari ini bisa menjadi hari yang meningkatkan semangatku dalam menjalani kehidupan.”

Ku tutup kembali lalu kusimpan diaryku di dalam laci. Hari semakin malam, akupun segera tidur dan berusaha untuk tidak mengingat kejadian di hari ini

Semua kejadian, entah itu baik maupun buruk. Pasti ada sebuah pelajaran untuk kita. Yang akan membuat kita lebih bangkit dari sebelumnya untuk menjalani kehidupan yang begitu banyak rintangan.

Semoga cerpen ini memberikan motivasi untuk kita semua. Aamiin…

Sumbangan Tulisan dari : Rindu Ratnawati

Facebook : Ratna Wati

Merelakannya Untuk Membahagiakan Sahabat, 5.0 out of 5 based on 1 rating

Penulis :
Telah menulis sebanyak 15 artikel
Mendapatkan 170 komentar
  Tingkat Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>