Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,265
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,167
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

99,000
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Konsep Dasar C

1. SEJARAH DAN STANDAR C

Akar dari bahasa C adalah dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Bahasa ini ternyata dapat memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian ia kembangkan lagi bahasanya yang disebut dengan B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C yang dikembangkan oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. yang sekarang adalah AT&T Bell Laboratories. Bahasa C pertama kali digunakan di komputer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX.

C adalah bahasa yang standar, maksudnya adalah suatu program yang dapat ditulis dengan versi bahasa C tertentu yang dapat dikompilasikan dengan versi bahasa C yang lain dan dengan sedikit perubahan. Standar bahasa C yang asli adalah standar dari UNIX. Patokan dari standar UNIX ini diambil dari buku yang ditulis oleh Brian Kerninghan dan Dennis Ritchie yang berjudul “The C Programming Language”,dan diterbitkan oleh Prentice-Hall pada tahun 1978. Deskripsi C dari Kerninghan dan Ritchie ini kemudian dikenal secara umum sebagai “K&R C”.

Kepopuleran bahasa C ini membuat versi dari bahasa ini banyak dibuat untuk komputer mikro. Untuk membuat versi tersebut standar, ANSI (American National Standards Institute) membentuk suatu komite (ANSI committee X3J11) sekitar pada tahun 1983 yang kemudian menetapkan standar ANSI untuk bahasa C. Standar ANSI ini didasarkan dari standar UNIX yang diperluas. Standar ANSI menetapkan sebanyak 32 buah kata kunci (keyivords) standar. Versi bahasa C yang menyediakan paling tidak 32 kata kunci ini yang sesuai dengan yang ditentukan oleh standar, maka dapat dikatakan mengikuti standar ANSI. Ke 32 kata kunci ini adalah auto, break, case, char, const, continue, default, do, double, else, enum, extern, float, for, goto, if, int, long, register, return, short, signed, sizeof, static, struct, switch, typedef, union, unsigned, void, volatile dan while.

Contoh versi bahasa C yang mengikuti standar ANSI adalah Bahasa Turbo C oleh Borland International. Turbo C menyediakan 39 kata kunci, diantaranya 32 buah mengikuti standar ANSI. Selain Turbo C, versi bahasa C lainnya yang populer di komputer mikro adalah Microsoft C, Microsoft Quick C dan Watcom C.

2. ALASAN MENGGUNAKAN BAHASA C

Berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat dicatat mengapa bahasa C itu banyak sekali digunakan, diantaranya sebagai berikut :
1.    Bahasa C itu terdapat di hampir semua jenis komputer.
Bahasa C juga merupakan bahasa komputer yang tersedia baik di dalam komputer mikro mini maupun komputer besar (mainframe computer).

2.    Kode bahasa C bersifat portabel.
Maksudnya adalah Aplikasi yang ditulis dengan bahasa C dalam suatu komputer tertentu dapat digunakan di komputer lain hanya dengan modifikasi yang sedikit saja.

3.    Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci.
Telah disebutkan bahwa bahasa C standar ANSI hanya menyaratkan sebanyak 32 kata kunci saja dan Turbo C hanya menyediakan 39 kata kunci. Bandingkanlah dengan bahasa yang lain yang hanya menyediakan hingga ratusan kata kunci. Semakin sedikit kata kunci yang digunakan dalam suatu bahasa, maka akan semakin mudah juga bagi pemakai untuk mempelajari dan menggunakan bahasa tersebut. Dengan menyediakan sedikit kata kunci ini, bukan berarti bahasa C menjadi kurang handal dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang menyediakan lebih banyak kata-kata kunci. Keandalan dari bahasa C didapat dengan cara yang lain, yaitu dengan fungsi pustaka.

4.    Proses executable program bahasa C lebih cepat.
Karena philosopi dari bahasa C yang menyediakan sedikit kata kunci, maka konsekuensinya program hasil dari kompilasi bahasa C relatif akan lebih cepat prosesnya dibandingkan dengan hasil dari bahasa lain.

5.    Dukungan pustaka yang banyak.
Telah disebutkan bahwa keandalan bahasa C ini dapat dicapai dengan fungsi pustakanya. Fungsi pustaka ini sudah disediakan oleh versi bahasa C yang masing-masing itu dapat dibeli dari sumber yang lainnya. Ribuan fungsi pustaka C telah tersedia di dalam pasaran sampai sekarang, mulai dari fungsi pustaka yang sederhana sampai dengan yang rumit, misalnya kayak fungsi pustaka untuk mennbuat indeks dari file database menggunakan metode B+ tree seperti yang digunakan di dBASE. Dengan demikian, seorang pemrogram bahasa C tidak perlu lagi membuat sendiri fungsi-fungsi yang rumit, tetapi pemrogram C dapat membeli fungsi-fungsi pustaka dan menggabungkannya ke dalam program yang dibuat. Seringkali fungsi-fungsi pustaka ini disebut dengan tools atau alat-alat. Fungsi pustaka atau took ini kemudian dapat disimpan di suatu file tertentu sebagai suatu pustaka (library) yang kemudian sering disebut juga dengan istilah kotak alat (tool-box).

6.    C adalah bahasa yang bersruktur.
Bahasa C mempunyai struktur yang baik sehingga dapat dengan mudah untuk dipahami. C disebut juga dengan bahasa yang tersruktur karena menggunakan fungsi-fungsi sebagai program bagiannya. Struktur bahasa yang baik, selain mudah dipelajari, juga memudahkan dalam pembuatan program, memudahkan pelacakan kesalahan program dan akan menghasilkan dokumentasi program yang baik.

7.    Selain bahasa tingkat tinggi, C juga dianggap sebagai bahasa tingkat
menengah. Pada awalnya, bahasa C itu sudah dapat digunakan untuk membuat program perangkat lunak sistem. Yang termasuk program perangkat lunak sistem diantaranya adalah sistem operasi, interpreter, kompiler, bahasa perakit, bahasa pemrograman dan DBMS (Database Management System). Sistem operasi UNIX ditulis dengan bahasa C. DBMS dbase juga ditulis dengan bahasa C. Untuk mempunyai kemampuan seperti ini, bahasa C menggabungkan kemampuan bahasa tingkat tinggi (high level language) dengan bahasa tingkat rendah (low level language) dengan hasilnya adalah bahasa tingkat menengah. Sebagai bahasa tingkat menengah, C menyediakan kemampuan seperti yang disediakan oleh bahasa perakit untuk operasi-operasi bit, byte, alamat-alamat memori, register, BIOS (Basic Input Output System), DOS (Disk Operating System) dan lain sebagainya.

8.    Bahasa C adalah kompiler.
Karena bahasa C sifatnya itu adalah kompiler, maka akan menghasilkan executable program yang banyak dibutuhkan oleh program-program komersial. Program-program yang akan dijual di pasar, biasanya dalam bentuk executable program supaya prosesnya dapat lebih cepat dan program sudah dalam bentuk bahasa mesin yang tidak dapat dilihat kode program sumbernya.

3. STRUKTUR PROGRAM C

Untuk dapat memahami bagaimana cara suatu program dapat ditulis, maka struktur dari program harus dapat dimengerti terlebih dahulu. Dalam tiap bahasa komputer mempunyai struktur program yang berbeda. Apabila struktur dari program tidak diketahui, maka akan sulit bagi pemula untuk memulai menulis suatu program dengan bahasa yang bersangkutan. Struktur dari program daoat memberikan gambaran secara luas, bagaimana bentuk dari program secara umum. Selanjutnya dengan pedoman struktur program ini, si penulis program dapat memulai bagaimana seharusnya program tersebut ditulis.
Struktur dari program C dapat dilihat sebagai kumpulan dari sebuah atau lebih dari suatu fungsi. Fungsi pertama yang harus ada dalam program C adalah sudah harus ditentukan namanya, yaitu bernama main(). Suatu fungsi di program C dibuka dengan kurung kurawal (0 dan ditutup dengan kurung kurawal tutup (}). Di antara kurung-kurung kurawal dapat dituliskan statemen-statemen program C.

Bahasa C dikatakan sebagai bahasa pemrograman terstruktur, karena strukturnya menggunakan fungsi-fungsi sebagai program-program bagian (subroutine). Fungsi-fungsi selain fungsi utama merupakan program-program bagian. Fungsi-fungsi ini dapat ditulis setelah fungsi utama atau diletakkan di file pustaka (library). Jika fungsi-fungsi diletakkan di file pustaka dan akan dipakai di suatu program, maka nama file judulnya  (header file) harus dilibatkan  di  dalam  program yang menggunakannya dengan preprocessor directive include.

4. PROGRAM C YANG SEDERHANA

Setelah kalian mengetahui bagaimana struktur dari suatu program C, berdasarkan struktur ini, maka dapat ditulis suatu program C yang sederhana dengan tidak mengalami banyak kesulitan. Karena dalam program ini menggunakan fungsi-fungsi pustaka printf() dan scanf() yang disediakan oleh C dan diletakkan di file pustaka, maka nama file yang berisi prototype dari fungsi-fungsi ini (file ini disebut dengan header file) harus disebutkan dengan preprocessor directive include. File judul (header file) untuk fungsi-fungsi printf() dan scanf() adalah dengan nama stadion. Nama extension file .h menunjukkan suatu header file.
Di dalam fungsi utama, digunakan lima buah statemen sebagai berikut:
float Celcius, Fahrenheit,
prinlf(“Masukkan Nilai Celcius ? “);
scanf(“%P, &Celcius);
Fahrenheit = Celcius ’1.8 + 32;     /* menghitung konversi */
printf(“%f celcius adalah %f fahrenheit \n”, Celcius, Fahrenheit);
Masing-masing statemen ditulis serta diakhiri oleh titik koma. Statemen-statemen atau pernyataan-pernyataan di program C dapat dibentuk dari kata-kata kunci seperti misalnya float, int, for atau if, dibentuk dari fungsi-fungsi (misalnya printf(), scanf()) atau dibentuk dari suatu pengerjaan (seperti perhitungan, memindahkan suatu nilai ke suatu variabel).
Semua variabel yang digunakan di program C harus dideklarasikan terlebih dahulu. Deklarasi ini mempunyai maksud memberitahukan kepada C ripe dari variabel-variabel yang akan digunakan. Di contoh program ini digunakan dua buah variabel, yaitu Celcius dan Fahrenheit. Variabel-variabel ini dimaksudkan untuk dapat menyimpan nilai numerik pecahan (floating-point), sehingga harus dideklarasikan sebagai tipe float, sebagai berikut:
float Celcius, Fahrenheit;
Salah satu cara untuk menampilkan hasil di layar adalah dengan menggunakan statemen yang dibentuk dari fungsi standar printf (). Cara-cara lain yang lebih lengkap untuk menampilkan hasil akan dibahas di bab 4.
Terlihat bahwa argumen fungsi printf() ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian yang ditulis di antara tanda petik dua dan bagian yang ditulis di luar tanda petik dua. Bagian yang ditulis di luar tanda petik dua adalah variabel-variabel. Pada contoh digunakan dua buah variabel, yaitu variabel Celcius dan Fahrenheit. Yang ditulis di antara tanda petik dua adalah sebagai berikut ini.

a.    Kode Format.
Kode format dapat menunjukkan format dari variabel yang akan ditampilkan. Dalam contoh terdapat dua buah variabel yang akan ditampilkan nilainya, sehingga digunakan dua buah kode format, sebuah untuk variabel Celcius dan sebuah Iagi untuk variabel Fahrenheit. Kode format “%f” menunjukkan tipe dari variabelnya adalah numerik pecahan (floating-point). Jika tipe variabelnya adalah numerik integer (nilai bulat yang dideklarasikan dengan kata kunci int), maka kode format yang digunakan adalah “%d” atau “%i”. Kode-kode format lebih lengkap akan dibahas di bab 4.

b.    Literal String.
Literal string adalah suatu konstanta string yang mempunyai bentuk yang tetap dan akan ditampilkan sesuai dengan apa yang ditulis.

c.    Escape Character.
Karakter escape (escape diameter) merupakan suatu konstanta karakter yang ditulis dengan diawali oleh garis miring (sering juga disebut dengan konstanta karakter garis miring). Karakter escape “\n” yang dipakai di fungsi printf() digunakan untuk menggeser posisi kursor turun satu baris kembali ke kolom pertama (ganti baris baru, yaitu gabungan dari line feed dan carriage return).
Salah satu cara untuk memasukkan data dari keyboard adalah dengan menggunakan fungsi pustaka scanf() sebagai berikut:
scanf(“%r, &Cekius);
Di fungsi ini, yang ditulis diantara tanda petik dua adalah kode format dan yang ditulis di luar tanda petik dua adalah variabel yang akan digunakan untuk menerima nilai yang diketikkan dari keyboard. Untuk fungsi scanfO, nama variabelnya harus ditulis dengan diawali operator pointer &, sehingga pada contoh untuk variabel Celcius ditulis menjadi & Celcius (tidak berlaku untuk variabel string).
Karena fungsi printf() di bagian ini tidak menggunakan karakter escape “\n\ maka kursor tidak bergeser ke baris selanjutnya, sehingga pemasukan nilai data masih tetap di baris yang sama dengan literal string yang ditampilkan. Proses memasukkan data lebih lengkap akan dibahas di bab 5.

5. FILE JUDUL

File judul (header file) merupakan file yang berisi dengan prototype (judul, nama dan sintak) dari sekumpulan fungsi-fungsi pustaka tertentu. Jadi file ini hanya berisi dengan prototype dari fungsi-fungsi pustaka. sedang fungsi-fungsi pustakanya sendiri disimpan di file pustaka (library file dengan nama extension file-nya adalah .LIB). Misalnya kayak prototype dari fungsi-fungsi pustaka printf() dan scanf() terdapat di file judul stdio.h, sehingga apabila fungsi-fungsi ini akan digunakan di program, maka nama filenya judulnya harus dilibatkan dengan menggunakan preprocessor ^include. File judul stdio.h berisi prototype fungsi-fungsi pustaka untuk operasi input dan output standar. Contoh yang lain dari file judul adalah math.h yang berisi prototype fungsi-fungsi pustaka untuk operasi matematika. Ada dua cara untuk melibatkan file judul di suatu program C, yaitu sebagai berikut:

#include <stdio.h>
atau
#include “sldio.h”

Nama dari file judul yang ditulis dalam tanda petik dua, kompiler C akan mencari file ini di default directory dan kemudian ke directory file-file pustaka. Apabila yang digunakan adalah “<>”, maka kompiler C hanya akan mencari di directory file-file pustaka saja. File judul selain berisi dengan prototype dari fungsi-fungsi pustaka, juga umumnya berisi dengan konstanta-konstanta terdefinisi dan makro-makro, misalnya nama konstanta terdefinisi M_PI telah didefinisikan di file judul math.h oleh Turbo-C Selanjutnya untuk menggunakan nilai phi, nama konstanta MPI dapat digunakan yang telah berisi dengan nilai konstanta 3.14159265358979323846.

6. GAYA PENULISAN PROGRAM C
Apabila kalian mengamati contoh dari program sebelumnya, yaitu beberapa statemen atau aturan yang ditulis menggeser beberapa spasi ke dalam dan diberi jarak spasi baris, ini dimaksudkan agar mempermudah pembacaan program. Kompiler C akan mengabaikan spasi atau baris kosong. Jika program tersebut ditulis tanpa menggeser beberapa spasi ke dalam dan tanpa diberi jarak baris

Program ini akan menjadi lebih susah lagi dibaca apabila sejumlah statemen ditulis menyambung di dalam bans yang sama.

7. MEMECAH BARIS STATEMEN

Suatu statemen atau aturan di program C yang panjang, dapat ditulis dalam beberapa bans penulisan. Akhir dari suatu bans yang menggunakan tanda ‘V menunjukkan bahwa baris berikutnya adalah baris sambungannya sebagai berikut ini.
printf(“Ini adalah bentuk string yang panjang yang ditulis \ dalam dua baris penulisan \n”);
atau dapat ditulis sebagai:
printf(“lni adalah bentuk string yang panjang yang ditulis ” \ “dalam dua baris penulisan \n”);

8. KATA-KATA KUNCI

Dalam Bahasa C yang berstandar ANSI ini hanya mendefinisikan 32 kata kunci dan Turbo C yang ditambahkan dengan 7 kata kunci. Kata kunci merupakan kata-kata yang telah digunakan oleh kompiler dan tidak dapat digunakan lagi oleh pemakai program sebagai nama pengenal, contohnya seperti sebagai nama variabel atau nama fungsi. Ke-39 kata kunci untuk Turbo-C tampak di label 1.1.
Tabel 1.1. Kata-kata Kunci untuk Turbo-C.

*asm        default        for             *pascal            switch
auto         do              goto             register         typedef
break      double        *huge          return             union
case         else            if                 short              unsigned
*cdecl       enum         int                signed           void
char         extern        “interrupt        sizeof            volatile
const        *far            long              static             while
continue   float           *near             struct

Keterangan: Tanda * menunjukkan tambahan dari Turbo-C.
Penting:
Bahasa C merupakan bahasa yang sensitif terhadap bentuk huruf. Huruf kecil berbeda dengan huruf besar. Semua kata kuncinya adalah dalam huruf kecil dan apabila ditulis dengan huruf besar, maka akan dianggap sudah berbeda dan bukan kata kunci lagi. Misalnya if adalah kata kunci dan IF atau If atau iF bukan kata kunci.

9. NAMA PENGENAL

Nama pengenal adalah nama yang sudah ditentukan sendiri oleh  si pembuat program tetapi membuatnya harus berbeda dengan kata kunci) untuk pemberian nama variabel, konstanta, fungsi atau label. Nama-nama pengenal bebas ditentukan sendiri, dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut ini.

1.    Panjangnya 1 karakter atau lebih, tetapi hanya 32
karakter pertama saja yang akan diperhatikan. Misalnya nama pengenal:
Rata-Rata_Nilai_Ujian_Untuk_Mahasiswa_Kelas_A
dan nama pengenal:
Rata_Rata_Nilai_Ujian_Untuk_Mahasiswa_Kelas_B
akan dianggap sama oleh Turbo-C, karena ke 32 karakter pertama untuk kedua nama tersebut adalah sama, yaitu:
Rata_Rata_Nilai_Ujian_Untuk_Maha

2.    Karakter pertama harus berupa huruf atau karakter garis bawah (_).
Berikut ini adalah nama pengenal yang salah:
123halo %kelulusan
Berikut ini adalah nama pengenal yang benar:
halol23 hl23alo -123halo
-%kelulusan

3.    Karakter-karakter khusus lainnya dan blank kecuali garis bawah
tidak dapat digunakan.
Berikut ini adalah nama pengenal yang salah:
Rata-rata penting! Ada Spasi
Berikut ini adalah nama pengenal yang benar:
Rata_rata
penting
AdaSpasi

4.    Huruf besar dan huruf kecil dianggap berbeda. Nama pengenal Rata_rata adalah berbeda dengan nama pengenal rata_rata.

5.    Tidak boleh sama dengan kata kunci.

10. DEKLARASI VARIABEL

Variabel itu merupakan suatu pengenalan yang digunakan untuk dapat menyimpan suatu nilai dan nilai dalam variabel tersebut dapat berubah-ubah selama proses dari program. Variabel juga harus mempunyai nama supaya suatu program dapat menggunakan nilai yang tersimpan di dalamnya. Nama dari variabel dapat dibentuk sendiri oleh pembuat program sesuai dengan ketentuan nama pengenal Variabel belum dapat digunakan di dalam program sebelum dideklarasikan terlebih dahulu. Dengan kata lain, deklarasi variabel harus dilakukan terlebih dahulu sebelum variabelnya digunakan.
Deklarasi variabel dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa kata kunci seperti berikut ini int, float, double, char, long, register, short, sighed dan unsigned. Selanjutnya kata kunci auto, extern dan static dapat digunakan untuk menunjukkan sifat dari variabel yang dideklarasikan, apakah bersifat lokal atau menggunakan kata kunci auto, default dari variabel adalah lokal, sehingga auto jarang digunakan, bersifat global atau menggunakan kata kunci extern yang menunjukkan suatu variabel sudah dideklarasikan di program yang lain atau bersifat statis (menggunakan kata kunci static). Berikut ini adalah beberapa contoh pendeklarasian variabel-variabel.

int x,y    /* mendeklarasikan variabel x dan y tipe integer */
float a,b    /* mendeklarasikan variabel a dan b tipe floating-point */
char huruf/* mendeklrasikan variabel huruf tipe karakter */
double x    /* mendeklrasikan variabel x ripe pecahan ketepatan ganda */
long int x/* mendeklrasikan variabel x tipe numerik panjang */
register x    /* mendeklrasikan variabel x yang nilainya disimpan di register V

SEKILAS TENTANG KONSTANTA, OPERATOR DAN UNGKAPAN
Konstanta adalah suatu nilai yang tidak dapat berubah selama proses program. Pada contoh program sebelumnya, terdapat aturan sebagai berikut:
Fahrenheit = Celcius * 1.8 + 32;

Celcius dan Fahrenheit keduanya merupakan suatu variabel yang nilainya dapat berubah selama proses program. Nilai Celcius dapat berubah tergantung dari nilai yang dimasukkan sebagai input data dan nilai Fahrenheit akan berubah tergantung nilai dari Celcius. Nilai 1.8 dan 32 sebaliknya tidak akan pernah berubah di dalam proses program, karena nilai-nilai ini adalah nilai-nilai konstanta. Nilai-nilai 1.8 dan 32 adalah nilai-nilai konstanta numerik desimal.
Operator adalah suatu tanda atau simbol yang dapat digunakan dalam suatu operasi tertentu saja. Bahasa C dapat menyediakan banyak sekali tanda-tanda operasi, yaitu operator pengerjaan, operator aritmatika, operator tipe, operator hubungan, operator logika, operator koma , operator bitwise dan ternary operator. Pada contoh, ‘=’ adalah operator pengerjaan dan operator ‘*’ serta operator ‘+’ adalah operator-operator aritmatika.
Ungkapan dalam bahasa C dapat berupa sebuah konstanta, variabel, larik, nama fungsi atau kombinasi darinya dengan menggunakan satu atau lebih operator. Ungkapan yang menggunakan operator sangat umum di bahasa C atau bahasa-bahasa komputer yang lainnya. Contoh berikut ini adalah beberapa ungkapan di dalam bahasa C.
Fahrenheit = Celcius ’1.8 + 32 A = B
scanf(“%f”, &Celcius)
X = X + 1
++X
X>5

11. STATEMEN

Suatu statemen adalah suatu pernyataan yang dapat menyebabkan suatu tindakan akan dilakukan oleh komputer. Tindakan tersebut misalnya kayak tindakan untuk menghitung, menampilkan hasil, menerima input data, mengendalikan proses program dan lain sebagainya. Suatu statemen di bahasa C ditulis dengan diakhiri oleh titik koma (‘;’). Statemen dapat berupa statemen kosong, statemen ungkapan, statemen kendali atau statemen jamak.

1. Statemen Kosong
Statemen kosong ialah statemen yang hanya terdiri dari pengakhir titik koma saja. Statemen ini tidak berisi dengan pernyataan apapun, sehingga tidak ada tindakan yang akan dilakukan.

Statemen kosong banyak digunakan untuk membuat perulangan yang tidak memproses apapun. Perulangan ini dimaksudkan untuk memberi jarak waktu sebelum memproses statemen berikutnya

2. Statemen Ungkapan
Statemen ungkapan mcrupakan statemen yang dibentuk dari suatu ungkapan yang diakhiri dengan titik koma. Berikut ini adalah contoh dari statemen-statemen ungkapan.
Fahrenheit = Celcius * 1.8 + 32; A = B;
scanf(“%f”, &Celcius); X = X + 1;
++X;

3. Statemen Kendali
Statemen kendali merupakan statemen yang mempunyai fungsi untuk mengendalikan proses dari program. Mengendalikan proses dari program dapat berupa proses penyeleksian kondisi, perulangan atau Iompatan. Statemen-statemen ini dibentuk dengan diawali kata kunci if, switch, for, while, do-while, goto, break dan continue. Contoh dari statemen kendali yang menggunakan kata kunci if adalah sebagai berikut ini.
if (N<0) printf(“Nilai N tidak boleh negatip !!\n”);

4. Statemen Jamak
Statemen jamak adalah statemen yang terdiri dari gabungan beberapa statemen tunggal yang ditulis berada di antara tanda kurung kurawal (“(” dan “)”) Berikut ini adalah contoh dari suatu statemen jamak.

scanf(“%f, &Celcius); Fahrenheit = Celcius * 1.8 + 32;
Statemen jamak banyak sekali digunakan di statemen kendali untuk menunjukkan suatu blok statemen mana yang akan diproses. Misalnya di. statemen if, jika suatu kondisi yang diseleksi bernilai benar, maka. sejumlah statemen akan diproses (statemen jamak) dan sebaliknya jika kondisi yang diperiksa tidak benar, maka statemen jamak yang lainnya yang akan diproses.

12. PREPROCESSOR DIRECTIVE

Hingga saat ini telah diketahui bagaimana bentuk ataupun struktur dari suatu program C. apabila seseorang memperlihatkan kepada kalian suatu program, maka kalian akan dapat menjawabnya dengan benar apakah program tersebut ditulis dengan bahasa C atau tidak.

Bahasa C menyediakan suatu preprocessor directive yang berguna sekali untuk mendefinisikan suatu konstanta, makro ataupun nama. Misalkan kaya nama pecahan didefinisikan sebagai kata kunci float, maka bila pecahan digunakan di program, maka akan dianggap sebagai kata kunci float. Preprocessor directive tidefme dapat diletakkan di dalam suatu program yang sama atau diletakkan di file yang terpisah dengan programnya.
Suatu makro dapat juga didefinisikan menggunakan preprocessor directive #define ini. Berikut ini adalah contoh suatu makro.
#define KUADRAT(x) ((x)*(x))
Selanjutnya setelah didefinisikan, makro dengan nama   KUADRAT. ini dapat digunakan di dalam program, misalnya sebagai berikut:

Luas = 3.14 * KUADRAT(3);
maka makro KUADRAT di dalam statemen akan disubstitusi menjadi:
Luas = 3.14

  • 3*3;

Kompiler C banyak sekali menyediakan sejumlah konstanta dan makro di file-file judul. Sebagai misalnya, seperti bukalah file judul ctype.h dan kalian akan menjumpai beberapa makro, seperti misalnya isalnum(c), _toupper(c) dan lain sebagainya. Makro _toupper(c) dapat digunakan untuk merubah suatu karakter huruf kecil ke karakter huruf besar. Untuk menggunakan makro, maka file judul ctype.h harus dilibatkan terlebih dahulu di dalam program dengan preprocessor directive #include sebagai berikut ini.
Contoh 1.4:
#include <stdio.h> #include <ctype.h> main() {
char Huruf;
Huruf = _toupper(‘a’);
printf(“%c\n”, Huruf); }

Penulis :
Telah menulis sebanyak 59 artikel
Mendapatkan 1,672 komentar
  Rating tulisan 4 dari 5

5 Comments

  1. Rikha

    December 9, 2010 at 9:25 am

    Kak..bagaimana iia biar Qta lebih muddah belajar Algoritma Pemrogrman terutama Bahasa C

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. eky

    January 3, 2011 at 7:08 am

    POSTINGNYA MEMBANTU SEKALI..
    THX GAN..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. teguh

    January 21, 2011 at 9:24 am

    bedanya C dengan C++ atau C# itu apa?

    dan yng dimaksud OOP itu?
    C tidak OOP?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. anew

    June 1, 2011 at 8:06 am

    kk mw tanya cara menggunakan simbol2 garis lurus dan ini itu ,,, cara ngetik di keyboardnya gmn ???,,, klo tnda kurung bisa tapi yg lain2 nya itu lohh ,,,, gmn ea???,,pkknya yg aneh2 !!!, low bisa yg lengkap kk ,,,,tolong ea k pleace,,,,,bingung nihh …

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. anew

    June 1, 2011 at 8:09 am

    ak pake program TC kk … tolong donkkkkkk,,,, :cry:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>