Best Author
sangdedi

743,217
octa

484,299
fitrotinnikm

456,613
idjah

444,769
dwi

312,823
adit

309,730
resta-andara

273,737
benedict

261,561
rahadian

240,264
bara

228,914
nabilalalala

216,588
kurnitap_

154,132
kuswanto

139,137
suranto

100,765
admin

98,848
iwan

80,055
kupukupu

78,090

HOW TO BE PRO : Rip, Convert DVD/VCD ke AVI, MKV, MP4, dengan Xvid,DivX,x264

PENGENALAN:

DVD Film merupakan Format MPEG-2 yang dapat menampung stream video dengan kualitas yang baik dengan stream audio AC3, DTS dan subtitle tentunya (file berupa *.VOB). Untuk melakukan kompresi video maka harus dipisahkan dulu antara Stream video dan steam audio yang nantinya akan di encode sesuai dengan keiinginan,. Sedangkan audio bisa dikompress ke mp3, AAC atau AC3. Dan untuk Subtitle bisa menggunakan subrip. Untuk memisahkan stream yang ada maka diperlukan proses Demux (lawannya Remux), tools yg menjadi standar untuk demux DVD adalah DGIndex, file yang dihasilkan oleh DGIndex yaitu d2v (untuk Video), dan AC3 (untuk Audio). File-file tersebut yang nantinya akan diproses melalui VirtualdubMOD. untuk menghasilkan Video yang berkualitas tidak hanya sampai disitu saja, melalui VirtualDubMoD. Anda dapat melakukan cropping, Cutting, Deinterlacing, konfigurasi Codec dan lain-lain dan itu membutuhkan langkah-langkah yang mungkin agak panjang. Untungnya ada AVISYNTH yang dapat mempermudah proses itu,

Tapi kebanyakan user akan mengeluh kalau harus berurusan dengan script-script yang bahasanya mungkin asing, nah untungnya lagi ada software yang mengakomodasi semua keperluan dari demux, filtering, encode video dan video, add subtitle, dengan berbagai macam format dengan menggunakan VirtualDubMOD dan AVISYNTH. Yaitu STAXRIP, program ini hanya sebagai GUI Form untuk aplikasi virtualdubMOD dan tools-tools lainnya agar lebih mudah dalam menghasilkan video yg berkualitas. Sebenarnya ada banyak tool yang serupa misal AutoMKV, MeGUI, AutoGK dll. Dalam tutorial ini hanya dibahas menggunkan Staxrip.

STAXRIP

Staxrip merupakan sebuah program yang memudahkan melakukan encoding DVD dengan VirtualDubMod. StaxRip menggunakan berbagai program gratis yang powerfull seperti, DGIndex untuk Demux file DVD, BeSweet untuk encoding Audio ke MP3 (Lame) dan AAC (nero encoder), VirtualDudMOD, MKVtoolnix, Avisynth, x264, Xvid, divX dan lain-lain. Dalam tutorial ini akan dibagi menjadi 6 bagian agar anda dengan mudah memahaminya. Antar lain :

1. Source (Input)

Staxrip dapat menerima input antar lain, DVD untuk memasukkan input anda dapat melalui menu file -> Open resource atau hanya dengan klik 2 kali pada area Source. Setelah itu pilih Single Or Merge dan pilih semua file DVD (berekstensi *.VOB). Setelah anda open pada dialog maka Dgindex akan melakukan demux file dvd tadi menjadi stream video(*.d2v) dan stream audio (*.ac3). anda dapat melihat file-file ini pada folder file DVD anda tadi. Setelah proses demux selesai maka jendela utama staxrip akan seperti gambar utama diatas.

2. Filters

Pada bagian filter ini kita akan tahu apa saja yang akan kita lakukan dengan video yang kita hasilkan (menggunkan Avisynth). Anda dapat memilih setting masing-masing filter dengan klik kanan. Secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

• Source : filter ini menunjukkan jenis input video, pada gambar diatas MPEG-2 (DVD), kalau source file AVI bisanya akan berubah menjadi AVIsource. Jangan khawatir filter ini akan aktif secara otomatis sesuai dengan inputnya.

• Field : anda pernah mendengar istilah interlace bukan, interlace dapat ditandai dengan adannya garis-garis pada video.(biasanya DVD music/konser dan yang berasal dari rekaman handycam) ada banyak pilihan filter untuk mengatasi masalah ini (klik kanan field) antar lain FieldDeinterlace, TomsMOComp, Yadif, IVTC. Silahkan cari mana yang terbaik dengan google. Default nya adalah yadif.Pada kasus DVD Coverfield ini tidak ada interlace maka tidak dicentang.

• Crop : Fungsi filter ini untuk menghilangkan area hitam yang ada diatas dan dibawah area video (LetterBoxing), letterboxing biasanya digunakan pada film widescreen agar dapat ditampilkan dengan benar di TV. Kenapa kita harus memilih untuk menghilangkan area hitam tersebut? Media player pada komputer dapat menampilkan semua resolusi video dengan benar, mengapa kita tidak men encode hanya area videonya saja?, karena area hitam itu hanya akan membuang-buang bitrate yang berharga, selain itu gak lucu kan kalau pas kita lihat film dengan kecerahan yang tinggi, area hitamnya ikut terang. Toh nantinya apabila kita mau buat DVD, otomatis akan ditambahkan area hitam tersebut. Anda dapat melakukan secara manual, pilih menu View -> Crop , Cara yang dianjurkan adalah dengan melihat aspect ratio dari DVD. Lebih lanjut konfigurasi pilihan ini akan dibahas pada bagian ke-3 .

• Noise : Filter ini untuk menambahkan noise pada video, anda dapat dapat memilih yang low sampai high. Pada tutorial ini saya tidak memakainya (default), karena saya rasa DVD video sudah bagus gambarnya.

• Resize : Filter ini untuk memilih jenis filter untuk melakukan resizing ukuran video. Antara lain BicubicResize (default), Lanczos4Resize dll, silahkan pilih sesuai dengan selera. Lebih lanjut lihat bagian ke-3.

• Cutting : lagi-lagi kita tidak mau kehilangan bitrate yang berharga. Anda pernah melihat film dengan credit movie yang panjang hmm, paling-paling gak diliat kan, silahkan buang saja bagian itu. Anda dapat melakukan cutting dengan menu View ->Preview,  ini.Pastikan anda menset awal film dengan benar dengan menekan tanda <<< hal ini apabila anda menambahkan Subtitle maka subtitle tersebut akan cocok.

• Subtitle : Filter ini akan aktif kalau anda ingin menambahkan subtitle ke film (hardcoded subtitle) yang artinya subtitle akan ditempel di video (ikut diencode), kalau ingin pilihan lain misal diinsert ke file video (MKV/MP4) akan dijelaskan dibagian 5. Untuk menambahkan hardcoded subtitle tekan menu tools ->add hardcoded subtitle.

3. Resize

Pada bagian ini dijelaskan mengenai ukuran video yang sesuai dengan standar, DVD video biasanya memiliki resolusi 720 x 480 pixels, itu sudah termasuk letterbox. Seperti yang sudah dijelaskan diatas kita akan menghilangkan letterbox, oleh sebab itu kita harus berpedoman pada Display Aspect Ratio, yaitu ukuran dimana DVD itu dishoot dan diproduksi, untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini:

Common Aspest Ratio Real Aspect Ratio Video Frame Size

2.35 2.35:1 720×306

1.85 1.85:1 720×390

16:9 1.78:1 720×404

4:3 1.33:1 640×480

Anda dapat menemukan Aspect Ratio di Box DVD atau ambil di imdb.com. apabila secara otomatis pada staxrip tidak menampilkan yg benar silahkan masukkan secara manual. TIP : disarankan untuk menset Width 720 karena akan menghasilkan video yang maksimal. (mengurangi pecah2). Pada tutorial ini DVD Cloverfield memiliki AR = 1.85 maka saya memakai high 390 tetapi ternyata tidak bisa, oleh sebab itu cari nilai yang bisa dibagi 16 yang terdekat, dan ketemu 400 atau 416 (10 pixel tentunya gak ada bedanya).

4. Audio

Pada bagian ini anda dapat memilih format audio yang akan dipakai, antara lain AC3, mp3, AAC, dan vorbis. Silahkan pilih sesuai selera. Seperti dikemukakan diatas Dgindex menghasilkan stream video (d2v) dan Audio (AC3) kalau anda ingin memakai AC3 (tidak mau meng encode lagi) maka pilih text berwarna biru dan pilih add existing File. Perlu diketahui file AVI hanya support audio AC3 dan MP3. Pada tutorial ini saya menggunakan AAC.

TIP : Disarankan jangan pakai AC3 (kecuali anda membuat 2 CD ) meski menghemat waktu, lihat di baris bitrate, amati kenaikan bitrate jika anda memilih audio AAC atau MP3.

Bagaimana menghindari ketidakcocokan antara video dan audio ?

Anda pasti sangat kesal jika video yang anda buat ternyata suaranya tidak cocok (delay), lihat pada gambar utama pada bagaian 4 diatas. Pada baris audio tertera “….ovie\CLOVERFIELD ASIA\VIDEO_TS\VTS_01_1 01 en-English 3_2ch 448Kbps DELAY 0ms.ac3” pada baris itu berarti tidak akan ada delay pada video yang dibuat. Bagaimana kalau hasilnya selain DELAY 0ms, misalnya “ovie\CLOVERFIELD ASIA\VIDEO_TS\VTS_01_1 01 en-English 3_2ch 448Kbps DELAY 123ms.ac3” berarti akan terjadi delay. Untungnya ada software AC3 delay Corrector. Masukkan ke program tadi dan akan menghasilkan file dengan tambahan “_fix”. Silahkan pilih audio tersebut dengan dobel klik pada baris audio dan pilih file tersebut.

5. Codec dan Container Configuration

Output dari Staxrip sangat beragam, mulai dari AVI, MKV, divX dan MP4., dengan encoder yang dapat dipilih antara lain Xvid,DivX(MPEG-4) dan x264(AVC). Agar lebih singkat Dalam tutorial ini akan dibahas membuat file MKV dengan x264 dan AVI dengan Xvid. Tentunya anda bisa leluasa memilih yang anda suka.

Pilih mana 1-Pass atau 2-Pass Encoding ?

Jawaban dari pertanyaan ini mungkin beragam sesuai dengan kebutuhan. 1-pass encoding biasanya digunakan untuk menghasilkan video dengan bitrate yg sudah ditentukan(untuk x264 dimungkinkan 1-pass dengan target Size), sedangkan 2-pass ditujukan untuk menghasilkan file video dengan ukuran tertentu dengan kualitas yang baik, misal 700 Mb.

Apa kelebihan 2-pass encoding?

Tentu 2 –pass encoding lebih lama dari 1-pass, tetapi ada sisi baiknya. Anda lihat sebuah film pasti di situ ada adegan yang cenderung diam (biasanya percakapan) atau adegan yang kamera atau video bergerak dengan cepat (biasanya adegan kejar-kejaran, pertarungan, ombak pantai). Nah pada 1-pas encoding semua adegan tersebut diberi frame yang sama tiap detiknya, sehingga mungkin pas adegan kejar-kejaran agak terlihat pecah-pecah, karena seharusnya adegan ini mendapat jatah frame yang lebih banyak. Pada 2-pass, 1st pass tugasnya adalah mengumpulkan statistik mana-mana saja zona dalam film yang harus mendapatakan jatah FPS tinggi dan mana yang tidak. Dan pada 2nd pass baru dilakukan encoding sesuai setting ukuran file yang ditentukan. Sehingga jangan heran untuk 2-pass ukuran file nya pasti sama persis dengan yang ditentukan.

6. Target

Ahirnya sampai juga ke bagian terakhir, jenis format dan kontainer di bagian target ini tentunya tergantung pada codec dan container yang ditentukan sebelumnya. Yang terpenting pada bagian ini adalah menset ukuran file video sesuai dengan yang diharapakan. Untuk Xvid dan Divx dengan 2-pass agar 700 MB anda dapat memilih 700 MB, tetapi apabila menggunkan x264 dengan profile singles pass Fast atau intermediete silahkan masukkan 650 MB karena 1-pass mungkin tidak akurat sehingga mungkin hasilnya lebih sedikit.

anda dapat memilih berbagai pilihan ukuran yang ditentukan, anda dapat memilih custom apabila ukuran yang ada tidak ada, untuk itu terlebih dahulu kita edit menu custom tadi dengan menekan “Edit Menu…”

Setelah semua beres klik tombol next sampai muncul jendela untuk start encoding, pastikan anda tidak menjalakan tes Compressibility karena hanya akan menambah panjang proses DVD conversion . Apabila anda tidak bisa meng klik next berarti ada yang harus dibetulkan, sepanjang masih warna orange masih bisa diteruskan, tetapi kalu sudah berwarna merah, maka harus dibetulkan terlebih dahulu.

Tutorial ini bisa digunakan sebagai acuan dalam encode DVD ke xvid atau x264 karena tentunya tidak hanya staxrip saja, banyak tool serupa yang mungkin diperuntukkan untuk pemula seperti autoGK, dan sebagainya, tetapi kayaknya saya lebih suka yang “EVERYTHING UNDER CONTROL” daripada ONE CLICK SOLUTION” untuk urusan kompresi DVD.

TIPs : Untuk melihat kecepatan encoding menggunakan vxid dan divx , anda dapat melihatnya di virtual dubMOD window pada menu options ->show status window pada saat proses encoding berlangsung. Cari profile yang menurut anda yang terbaik.

Software Alternative :

- untuk yang lebih suka rip ke AVi dengan mudah AVI.NET

- Yang yang ke MKV silahkan coba AUtoMKV

selamat mencoba…!!! :wink:

Penulis :
Telah menulis sebanyak 35 artikel
Mendapatkan 435 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>