Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,247
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,998
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Kreasi Musik Daerah

Kita akan belajar berkreasi musik daerah. Dengan berkreasi musik, kita akan dapat menciptakan sikap menghargai karya musik daerah, juga mengembangkan kepekaan artistik dan estetik dalam membentuk sikap menghargai lingkungan hidup di sekitar kita. Adapun langkah-langkah dalam berkreasi musik daerah antara lain berikut.
1.    Menentukan Tema
Tema merupakan watak tertentu yang tergambar dalam lagu. Adapun judul lagu merupakan titik perhatian dari karya itu. Tema muncul setjagai hasil pengolahan batin komponis setelah mengamati hal di sekitarnya. Ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan tema jagu. Amatilah hal yang ada di sekitarmu atau yang kamu alami atau yang dialami orang lain. Adakah yang menyentuh perasaanmu? Adakah yang bisa menjadi ilham untuk dibuat sebuah lagu?
Ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan tema lagu. Keindahan alam menjadi inspirasi yang tak habis-habis. Puji-pujian kepada Tuhan, pahlawan, atau orang berkharisma tertentu juga bisa menjadi tema yang bagus. Karakter binatang, pengalaman berkesan, dan kegiatan sehari-hari pun bisa dijadikan tema menarik. Cerita-cerita tradisi juga sering dipakai sebagai bahan untuk membuat lagu daerah.

2.    Mendahulukan Syair
Bagi yang belum terbiasa dan tidak begitu mengerti dasar-dasar teori musik, akan lebih mudah membuat lagu jika diawali dengan membuat syairnya. Buatlah syair sesuai tema yang dipilih. Ekspresikan perasaan tentang tema lewat syair. Buatlah syair yang maksudnya jelas dan fokus serta memikat hati. Sebaiknya buatlah satu bait syair dalam empat baris untuk memudahkan penyesuaian dengan melodi lagu nanti. Keempat baris itu hendaknya memiliki hubungan logis. Hubungan ini biasanya i tersirat, bukan memakai kata sambung. Untuk memperoleh melodi yang selaras dengan syair, kamu perlu mengetahui letaktesis (tekanan 1 keras) dan arsis (tekanan lemah) dalam baris tersebut. Suku kata yang mendapat aksen/tekanan  keras, biasanya akan mendapat ketukan keras dalam birama. Coba baca syairnya dan rasakan mana suku kata yang mendapat aksen. Misalnya seperti ini. Setelah mendapatkan aksen syair, buat melodi iagunya. Melodi lagu bisa dibuat bebas sesuai kehendakmu. Sesuaikan melodi dengan aksentuasi syair dan jumlah suku katanya.

3. Membuat Motif dan Frase Musik
Untuk membuat melodi yang dapat terdengar manis, dapat diusahakan dengan berbagai cara, , di antaranya dengan penggunaan motif dan frase. Dalam musik, motif merupakan rangkaian dari tiga  buah nada atau lebih yang telah mampu mengekspresikan suatu perasaan musikal. Adapun frase diartikan sebagai rangkaian dari beberapa motif melodi yang mernbentuk hubungan secara fungsional.
a. Pembentukan frase lagu
1) Frase beraturan
Melodi lagu yang menggunakan model frase ini memiliki dua macam frase. Rangkaian melodi yang pertama merupakan frase anteseden yang berfungsi sebagai kalimat tanya atau kalimat yang mendahului. Rangkaian melodi yang kedua sebagai frase konsekuen yang berfungsi sebagai jawaban frase atau menimpali frase terdahulu. Perhatikan perbedaan dan persamaan kedua frase tersebut lewat lagu berikut ini.
2) Frase tidak beraturan
Frase ini tidak memiliki aturan daiam pembuatannya. Penulis bebas membuat rangkaian nada-nada dalarn melodi lagunya.
3) Frase sejaiar beraturan
Frase model ini memiliki aturan poia tertentu yang terasa dalam rangkaian melodinya. Frase sejajar beraturan dapat kalian perhatikan dalam melodi pertama dan kedua lagu berikut ini.

b.  Pengembangan frase lagu
Frase dapat dikembangkan untuk memenuhi prasyarat klausa dalam musik. Klausa terdiri atas beberapa frase yang menjadi satu kesatuan makna. Berikut ini teknik-teknik pengembangan frase.
1) Teknik repetisi
Dalam teknik repetisi, melodi yang sudah ada diulang secara utuh dan dipergunakan untuk syair lagu yang berbeda.
2) Teknik variasi
Dengan menggunakan teknik ini, frase melodi pada syairtertentu diulang kembali dengan diadakan perubahan tertentu. Perubahan ini terkadang secara keseluruhan, tetapi tidak jarang hanya sebagian. Perubahan sebagian biasanyaterdapat pada akhir frase.
3) Teknik kontras
Dengan teknik ini, frase melodi pada syairtertentu diubah sedemikian rupa sehingga terdengar berlawanan dengan melodi yang pertama.

4. Mengubah Melodi
Tiap suku kata biasanya memperoleh satu not. Tapi dalam kenyataannya, banyaknya suku kata bisa saja lebih banyak atau lebih sedikit daripada banyaknya not. Dengan demikian, dalam pembuatan lagu sering dibutuhkan keterampilan untuk menyempitkan ataupun mengembangkan melodi.
Menyempitkan melodi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, memadukan beberapa not yang memungkinkan. Dengan cara ini, ada not-not yang dihiiangkan, yang nilainya berpindah ke not yang masih ada.
Kedua, menyusunnya secara melismatis. Pada cara ini kedudukan not tetap, namun beberapa not memperoleh satu suku kata. Untuk hal ini diperlukan tanda legatoliegatura, berupa garis lengkung yang menandakan suara harus diikat dalam satu pernapasan. Contoh:
Untuk mengembangkan melodi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya memecah not menjadi not-not yang lebih kecil/pendek, mengisi not pada ketukan-ketukan yang semula kosong, atau dapat juga dengan mengubah metrum atau birama lagu. Contoh:

5. Membuat Lagu

Dari segi pembuatannya, lagu memiiiki bentuk. Bentuk lagu berupa klausa-klausa. Satu klausa disusun dari sejumlah frase melodi. Bentuk lagu ini oleh orang awam biasanya disamakan dengan bait. Namun, sebenarnya bentuk lagu ini terkait dengan melodi, bukan teks.
Bentuk keseluruhan lagu ditentukan oleh pengulangan atau pengolahan klausanya. Apabila suatu klausa memiiiki motif serupa dengan klausa lain, berarti bentuknya sama (AA). Apabila ada sedikit perbedaan motif, bentuknya menjadi AA’. Apabila sama sekali berbeda, bentuknya AB. Misalnya, lagu ‘Ande-Ande Lumut’ memiiiki bentuk AA’B. Bentuk lagu bisa beragam, tergantung penciptanya, bisa AA’BB, ABC, dan Iain-Iain.

6. Melodi Selingan
Saat mengaransemen sebuah lagu, kita dapat memvariasikan tampilan lagu tersebut. Agar lebih indah, lagu asli bisa kita ulang (pengulangan tema lagu) dan diberi tambahan melodi selingan. Melodi selingan ini di antaranya prelude, interlude, dan postlude.
Prelude/introduksi merupakan melodi selingan yang dimainkan pada awal sebelum memasuki lagu. Biasanya sepanjang 4-8 birama atau dari frase terakhir melodi lagu tersebut. Interlude merupakan melodi selingan yang dimainkan sesudah baitterakhir menuju ulangan lagu. Postlude/coda merupakan melodi selingan untuk mengakhiri sebuah lagu.

7. Menentukan Instrumen Pengiring

Instrumen musik daerah di Indonesia sebagian besar merupakan alat musik akustik, yakni non-elektrik dan bunyinya berasal dari rongga di instrumen tersebut. Bahan pembuatnya biasanya juga berasal dari alam, seperti kayu, bambu, dan kulit binatang. Ada pulayang terbuat dari iogam. Dengan beragam bentuk dan bahan tersebut, warna suara (timbre) yang dihasilkan berbeda-beda. Misalnya, warna nada angkiung lebih tinggi daripada kolintang bas. Dalam mengaransemen, hendaknya kita menyusun instrumen pengiring sesuai dengan tinggi rendahnya warna nada yang dihasilkan.

Kreasi Musik Daerah, 4.2 out of 5 based on 19 ratings

Penulis :
Telah menulis sebanyak 41 artikel
Mendapatkan 99 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

3 Comments

  1. sanjagisel

    November 26, 2013 at 12:13 pm

    lumayank membantu

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. arti cinta

    April 6, 2014 at 3:48 am

    beritanya sangat menjadikan kami pelajaran baru
    http://cinta009.blogspot.com/

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. innaka tasyrifani

    May 26, 2015 at 3:52 am

    Aanjing,,sialan lu yang di tanya apa jawabnya apa
    Tai
    Tai
    Tai
    Tai

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>