Best Author
sangdedi

743,603
octa

486,235
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,982
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Pengikatan pesawat terbang sebagai salah satu agunan kredit

Ini pembahasan tingkat tinggi nih.. hehe..Langsung aja dimulai ya..

Seperti yang kita udah tau bersama, bahwa pengajuan kredit biasanya si debitur harus memberikan agunan kredit yang (biasanya lagi) adalah objek yang dibiayai. Misalnya kita mengajukan kredit untuk membeli rumah atau KPR maka yang diikat adalah rumah tersebut dengan menggunakan Hak Tanggungan, kalo yang dibiayai adalah kendaraan maka akan diikat dengan fidusia, kalau untuk pengikatan piutang perusahaan maka diikat juga dengan fidusia dan biasanya diperkuat dengan Cessie biar si pihak ketiga tahu bahwa piutangnya bisa dialihkan, kalau yang dibiayai kapal laut kan diikat dengan fidusia (untuk volume kapal dibawah 20 meter kubik) sedangkan diatas itu pengikatan dengan hipotek.

Nah kalo ada perusahaan misal Lion Air deh mau ngajuin hutang ke Bank untuk membeli pesawat, yang diiket untuk jadi agunan kan pesawatnya, tapi bagaimana cara pengikatan pesawat ??

Undang2 yang terkait tentang pengikatan

UU No.42 Tahun 1999 tentang Fidusia -> mengecualikan pesawat terbang dari pengikatan fidusia, adalagi yang bilang diiket perbagian dengan fidusia, misal mesinnya, sayapnya, dll.. lo kata pesawat terbang barang rongsokan yang bagian2nya bisa dijual keliling di rumah2.

13 ayat (3) UU No. 15 tahun 1992 tentang Penerbangan -> mengatur tentang hipotek, tapi pendaftaran hipotek belum bisa dilakukan karena belum ada lembaga yang bisa melakukan pendaftaran, misal kayak BPN untuk pendaftaran Hak tanggungan atas tanah, Kantor Pendaftaran Fidusia untuk pengikatan barang bergerak, Syahbandar untuk pengikatan hipotek atas kapal laut.

Trus gmn caranya kalo kita sebagai bank ingin melakukan pengikatan atau pengamanan terhadap pesawat terbang tersebut ??

Pesawat terbang jangan diperlakukan sebagaimana agunan lain seperti mobil yang bisa diikat dengan fidusia dll, jadi pesawat terbang memang tidak bisa diikat. 2 hal yang harus dipenuhi oleh maskapai penerbangan adalah :

1. Surat kuasa menjual

2. Surat deregistrasi dari kemenhub

Sesuai peraturan nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan bab IX :

BAB IX KEPENTINGAN INTERNASIONAL ATAS OBJEK PESAWAT UDARA

Pasal 71

Objek pesawat udara dapat dibebani dengan kepentingan internasional yang timbul akibat perjanjian pemberian hak jaminan kebendaan, perjanjian pengikatan hak bersyarat, dan/atau perjanjian sewa guna usaha.

Pasal 72

Perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 dapat dibuat berdasarkan hukum yang dipilih oleh para pihak pada perjanjian tersebut.

Pasal 73

Dalam hal perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 tunduk pada hukum Indonesia, perjanjian tersebut harus dibuat dalam akta otentik yang paling sedikit memuat:
a.         identitas para pihak;
b.         identitas dari objek pesawat udara; dan
c.         hak dan kewajiban para pihak.

Pasal 74

(1)       Debitur dapat menerbitkan kuasa memohon deregistrasi kepada kreditur untuk memohon penghapusan pendaftaran dan ekspor atas pesawat terbang atau helikopter yang telah memperoleh tanda pendaftaran Indonesia dan tanda kebangsaan Indonesia.
(2)       Kuasa memohon deregistrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diakui dan dicatat oleh Menteri dan tidak dapat dibatalkan tanpa persetujuan kreditur.
(3)       Kuasa memohon deregistrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap berlaku pada saat debitur dinyatakan pailit atau berada dalam keadaan tidak mampu membayar utang.
(4)       Kreditur merupakan satu-satunya pihak yang berwenang untuk mengajukan permohonan penghapusan pendaftaran pesawat terbang atau helikopter tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam kuasa memohon deregistrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 75

(1)       Dalam hal debitur cedera janji, kreditur dapat mengajukan permohonan kepada Menteri sesuai dengan kuasa memohon deregistrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 untuk meminta penghapusan pendaftaran dan ekspor pesawat terbang atau helikopter.
(2)       Berdasarkan permohonan kreditur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Menteri wajib menghapus tanda pendaftaran dan kebangsaan pesawat terbang atau helikopter paling lama 5 (lima) hari kerja setelah permohonan diterima.

Pasal 76

Kementerian yang membidangi urusan penerbangan dan instansi pemerintah lainnya harus membantu dan memperlancar pelaksanaan upaya pemulihan yang dilakukan oleh kreditur berdasarkan perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71.

Pasal 77

Hak-hak kreditur dan upaya pemulihan timbul pada saat ditandatanganinya perjanjian oleh para pihak.

Intinya, cukup dengan 2 hal tersebut kita sudah bisa aman apabila objek agunan utama dari kredit yang diberikan adalah pesawat terbang. kenapa ?? karena pesawat terbang gak kayak mobil yang bisa dibawa kemana aja, dia kan harus didaftarkan (ituloh yang ada kodenya PK-XXX) coba deh pas naik pesawat terbang kan ada tulisannya di lambung kapal, PK sekian sekian, PK itu menandakan kalo pesawat itu adalah pesawat indonesia, ibaratnya plat nomor kayak B untuk jakarta, AB untuk jogja, dll.. kenapa PK ?? meneeketehe… hahahahaa

PS : tulisan ini saya dasarkan pada pengalaman saya dalam mengikuti training pesawat terbang, dan pengalaman sebagai auditor kredit korporasi di salah satu bank  BUMN.

kalau ada yang salah, mohon dikoreksi, namanya juga manusia… hehehe.. kalo ada yang merasa berguna, tolong dirate dong,, biar saya bs menjadi penulis terbaik di klikbelajar.com

Pengikatan pesawat terbang sebagai salah satu agunan kredit, 1.0 out of 5 based on 1 rating

Penulis :
Telah menulis sebanyak 59 artikel
Mendapatkan 1,672 komentar
  Rating tulisan 4 dari 5

1 Comment

  1. octarez

    September 17, 2015 at 12:26 am

    Mantab Kang Dedi,

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>