Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,297
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,181
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,157
benedict

261,583
rahadian

240,940
bara

228,942
nabilalalala

216,884
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,191
suranto

100,765
admin

99,004
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Analisis laporan keuangan

Perlu diketahui bahwa untuk menganalisis laporan keuangan agar lebih baik, data disajikan untuk minimal 3 tahun terakhir sehingga diperoleh data pertumbuhan untuk 2 tahun terakhir. Semakin banyak data – time series data – yang dapat disajikan akan semakin baik.

Analisa laporan keuangan berguna untuk :

  1. Mengetahui kecukupan kekuatan financial dan profitabilitas dalam melindungi kreditur
  2. Mengetahui kondisi dan performance dari perusahaan
  3. Mencerminkan kondisi dan performance usaha sejenis

Menurut Kamus besar bahasa indonesia, Analisis adalah : “Penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan”

Analisis laporan keuangan dapat dibagi menjadi :

  1. Analisis Vertikal (Common Size)
  2. Analisis Horisontal (Trend)
  3. Analisis Ratio
  4. Analisis Sumber Dan Penggunaan Dana

Analisis vertikal
Dalam analisis laporan keuangan dikenal adanya teknik analisis vertikal dan teknik analisis horisontal. Teknik analisis vertikal menekankan pada analisis setiap akun/perkiraan terhadap akun/perkiraan acuan yang ditentukan. Misalnya berapa nilai secara % untuk perkiraan Kredit yang diberikan terhadap Total Aktiva. Berapa % Dana Pihak Ketiga terhadap total Pasiva. Berapa % porsi pendapatan bunga dari kredit yang diberikan.

Teknik analisis vertikal ini berguna untuk mengetahui konsentrasi dari aktiva, pasiva dan pendapatannya sehingga bisa diambil suatu kesimpulan karakteristik dari entitas yang menyajikan laporan keuangan tersebut dan dilihat pengaruhnya bila terjadi perubahan makro ekonomi.

Membandingkan antara satu pos dengan pos lainnya dalam satu periode Laporan Keuangan
Dibuat dalam persentase, dimana salah satu pos pembanding ditetapkan 100% sebagai patokan
Tujuannya mengetahui kontribusi masing-masing pos terhadap pos yang dijadikan pembanding /patokan
Perhatian pada kewajaran* masing-masing pos

Contoh :
Analisis Vertikal pada Neraca
Mengatur laporan neraca mempunyai konsistensi hirarki dari pos-posnya
Menghitung prosentase masing-masing pos yang signifikan terhadap pembandingnya/kelompoknya.
Aktiva Lancar <> Hutang Lancar, Total Aktiva <> Total Passiva

Dengan menggunakan analisis seperti diatas berguna untuk :
Menunjukkan bagian yang paling signifikan
Mengetahui alasan/hal yang paling penting dari prosentase hasil yang paling besar

Analisis Vertikal pada Laba-Rugi

  1. Mengatur laporan laba rugi mempunyai konsistensi hirarki dari pos-posnya
  2. Menghitung prosentase masing- masing pos biaya yang signifikan terhadap penjualan
  3. Menghitung laba kotor, keuntungan operasional, laba sebelum pajak dan laba bersih

Analisis tersebut berguna untuk :

  1. Menunjukkan bagian yang paling signifikan
  2. Megetahui alasan/hal yang paling penting dari perubahan prosentase yang paling besar
  3. Mengetahui alasan/hal atas suatu pos yang telah berubah
  4. Mengetahui perbandingan antara kenyataan performance perusahaan dengan ekspektasi atas kinerjanya.

 

Analisis Horizontal
Analisis ini sering juga disebut dengan analisis Trend. Teknik analisis horisontal berguna untuk mengetahui trend pertumbuhan dari masing-masing perkiraan dari waktu ke waktu, sehingga akan dapat diprediksi arah pertumbuhan bisnis dari entitas tersebut. Kedua teknik analisis, baik vertikal dan horisontal, digunakan bersama-sama untuk memberikan analisis yang lebih baik dan lebih komprehensif.

Analisis horizontal dilakukan dengan cara :
Membandingkan pos-pos Laporan Keuangan dalam 2 periode atau lebih
Periode pembanding ditetapkan 100% sebagai patokan
Tujuannya mengetahui perubahan dan perkembangan masing-masing pos
Perhatian pada kewajaran perubahan dan perkembangan masing-masing pos

Dengan mengenal analisis horizontal, kita bisa menganalisa kewajaran dari laporan keuangan yang ada. Contohnya : apabila cost produksi suatu perusahaan adalah sebesar 1 Milyar, maka akan menjadi suatu pertanyaan apabila cost produksi meningkat pesat tanpa diikuti adanya faktor eksternal yang mempengaruhi.
contoh lain bisa dilihat pada target pertumbuhan penjualan setiap tahun. Penyimpangan yang terjadi dari target yang telah ditetapkan perlu dikaji lebih lanjut untuk dianalisa mengenai kewajarannya. Analisa semacam ini disebut dengan analisis variance.

 

Analisis Ratio
Analisis ratio dilakukan dengan cara :

  1. Ungkapkan hubungan matematis antara satu jumlah dan jumlah lainnya
  2. Hubungan antara suatu pos dengan pos lainnya
  3. Bermanfaat, bila mempunyai makna
  4. Beri jalan keluar dan gambarkan symptom
  5. Tunjukkan area yang perlu diteliti dan dikaji lebih mendalam
  6. Menyingkap hubungan dan menjadi dasar pembandingan

Jenis-jenis analisa ratio pada suatu laporan keuangan adalah sbb :

  1. Rasio Likuiditas
  2. Rasio Solvabilitas
  3. Rasio Rentabilitas
  4. Rasio Aktivitas
  5. Rasio Coverage

Rasio likuditas dibagi menjadi beberapa bagian

Current ratio adalah : Aktiva lancar / Hutang lancar
Tingginya ratio menunjukkan semakin baiknya/tingginya posisi likuiditas
Rendah atau turunya Current Ratio menunjukkan lemahnya/memburuknya posisi likuiditas

Ratio ini menunjukkan tingkat penutupan/pembayaran hutang lancar atas kemungkinan bergesernya aktiva lancar
Jika misalnya current ratio 2 : 1, current ratio dapat bergeser sampai 50% dan tetap cukup untuk membayar hutang lancarnya.

Quick Ratio adalah (Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang Lancar
Tingginya Ratio menunjukkan semakin baiknya/tingginya posisi likuiditas
Apabila Quick Ratio kurang dari 1:1, perusahaan sangat tergantung dari likuidasi persediaan untuk membayar hutang lancarnya, Kreditur harus mempertimbangkan sulitnya akan menjual persediaan apabilaperusahaan berhenti/bangkrut

Ratio ini menunjukkan tingkat penutupan/pembayaran hutang lancar atas kemungkinan bergesernya aktiva lancar yang lebih likuid.
Untuk mengetahui lebih lanjut maka perlu diperbandingkan antara analisa kwantitatif (Quick Ratio) dengan menilai kualitas aktiva lancarnya, diantaranya :
Apakah kas telah ditangan?
Apakah surat berharga sangat fluktuatif nilainya?
Apakah piutang dapat tertagih semuanya?

Rasio Solvabilitas

Debt to assets Ratio : Total Hutang / Total Asset
Mengukur berapa jumlah asset yang dibiayai oleh kreditur, diantaranya dapat termasuk asset tak berwujud.
Semakin besar DAR maka semakin besar resiko membiayai usaha dimaksud

Debt to Equity Ratio : Total Hutang / Modal Sendiri
Mengukur berapa jumlah pembiayaan dari kreditur dibanding dari jumlah modal sendiri

 

Rasio Rentabilitas/Profitabilitas

Gross Profit Margin : Laba Kotor / Penjualan
Menunjukkan berapa hasil laba kotor dibandingkan dari penjualan pada periode tertentu
Mengindikasikan posisi bargaining power terhadap supplier dan konsumen

Net Profit Margin : Laba Bersih / Penjualan
Menunjukkan berapa hasil laba bersih dibandingkan dari penjualan pada periode tertentu.
Mengindikasikan efektifitas dan efisiensi operasional

Return on Equity : Laba Bersih / Modal Sendiri
Menunjukkan berapa hasil laba bersih dibandingkan darijumlah modal sendiri.
Mengindikasikan kemampuan modal sendiri menghasilkan return

Return on Assets : Laba Bersih / Total Asset
Menunjukkan berapa hasil laba bersih dibandingkan dari seluruh investasi asset.
Mengindikasikan kemampuan asset menghasilkan return

Hubungan antara likuiditas dan Profitabilitas

 

Rasio Aktifitas
Rasio ini menunjukan mengenai aktifitas perputaran usaha dari suatu perusahaan.

DOP (Days of Payable)
Hutang barang dagang / HPP x Periode (jmlh hari dalam suatu periode)

Menunjukkan berapa lama hutang barang dagang (pembelian barang dagang secara kredit) dapat dibayar

DOI (Days of Inventory)
Persediaan barang dagang / HPP x Periode
Menunjukkan berapa lama persediaan barang dagang mengendap

DOR (Days of Receivable)
Piutang dagang / Penjualan x Periode
Menunjukkan berapa lama piutang dagang (dari hasil penjualan) tertagih menjadi kas

 

Rasio Coverage

Interest Coverage Ratio : Ebitda / Biaya Bunga
Mengetahui berapa bagian dari laba sebelum biaya bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi untuk membayar bunga

Ebitda to Total Debt : Ebitda / (Interest on total debt + Current portion of all long-term debt)

Mengetahui berapa bagian dari laba sebelum biaya bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi untuk membayar biaya bunga dan angsuran pokok pinjaman yang akan jatuh tempo 1 tahun mendatang

Analisis Sumber dan Penggunaan Dana
Membandingkan pos-pos Laporan Keuangan dalam 2 periode atau lebih
Tujuannya untuk mengetahui darimana perusahaan memperoleh dana dan bagaimana penggunaannya
Dapat mengetahui penggunaan kredit yang diberikan

Ringkasan:
Kondisi dan performance financial usaha/perusahaan dapat diketahui dengan Analisis Vertikal, Horisontal, Ratio dan Sumber Penggunaan Dana.

Analisis Vertikal Neraca dan Laba Rugi tujuannya mengetahui kontribusi masing-masing pos terhadap pos yang dijadikan pembanding /patokan
Analisis Horisontal tujuannya mengetahui perubahan dan perkembangan masing-masing pos
Analisis Ratio meliputi Likuiditas, Solvabilitas , Profitabilitas, Aktivitas, Coverage
Analisis Sumber dan Penggunaan Dana dapat dilakukan dengan metode pendekatan Aliran Kas dan Modal Kerja (NWC basis)

Penulis :
Telah menulis sebanyak 26 artikel
Mendapatkan 517 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

1 Comment

  1. cinta

    April 6, 2014 at 3:38 am

    kunjungan siang gan makasihberitanya
    http://cinta009.blogspot.com/

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>