Category Archives: Kesenian

Kategori ini ditujukan untuk wahana berbagi tentang pelajaran di bidang kesenian.

Kreasi Musik Daerah

Kita akan belajar berkreasi musik daerah. Dengan berkreasi musik, kita akan dapat menciptakan sikap menghargai karya musik daerah, juga mengembangkan kepekaan artistik dan estetik dalam membentuk sikap menghargai lingkungan hidup di sekitar kita. Adapun langkah-langkah dalam berkreasi musik daerah antara lain berikut.
1.    Menentukan Tema
Tema merupakan watak tertentu yang tergambar dalam lagu. Adapun judul lagu merupakan titik perhatian dari karya itu. Tema muncul setjagai hasil pengolahan batin komponis setelah mengamati hal di sekitarnya. Ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan tema jagu. Amatilah hal yang ada di sekitarmu atau yang kamu alami atau yang dialami orang lain. Adakah yang menyentuh perasaanmu? Adakah yang bisa menjadi ilham untuk dibuat sebuah lagu?
Ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan tema lagu. Keindahan alam menjadi inspirasi yang tak habis-habis. Puji-pujian kepada Tuhan, pahlawan, atau orang berkharisma tertentu juga bisa menjadi tema yang bagus. Karakter binatang, pengalaman berkesan, dan kegiatan sehari-hari pun bisa dijadikan tema menarik. Cerita-cerita tradisi juga sering dipakai sebagai bahan untuk membuat lagu daerah.

2.    Mendahulukan Syair
Bagi yang belum terbiasa dan tidak begitu mengerti dasar-dasar teori musik, akan lebih mudah membuat lagu jika diawali dengan membuat syairnya. Buatlah syair sesuai tema yang dipilih. Ekspresikan perasaan tentang tema lewat syair. Buatlah syair yang maksudnya jelas dan fokus serta memikat hati. Sebaiknya buatlah satu bait syair dalam empat baris untuk memudahkan penyesuaian dengan melodi lagu nanti. Keempat baris itu hendaknya memiliki hubungan logis. Hubungan ini biasanya i tersirat, bukan memakai kata sambung. Untuk memperoleh melodi yang selaras dengan syair, kamu perlu mengetahui letaktesis (tekanan 1 keras) dan arsis (tekanan lemah) dalam baris tersebut. Suku kata yang mendapat aksen/tekanan  keras, biasanya akan mendapat ketukan keras dalam birama. Coba baca syairnya dan rasakan mana suku kata yang mendapat aksen. Misalnya seperti ini. Setelah mendapatkan aksen syair, buat melodi iagunya. Melodi lagu bisa dibuat bebas sesuai kehendakmu. Sesuaikan melodi dengan aksentuasi syair dan jumlah suku katanya.

3. Membuat Motif dan Frase Musik
Untuk membuat melodi yang dapat terdengar manis, dapat diusahakan dengan berbagai cara, , di antaranya dengan penggunaan motif dan frase. Dalam musik, motif merupakan rangkaian dari tiga  buah nada atau lebih yang telah mampu mengekspresikan suatu perasaan musikal. Adapun frase diartikan sebagai rangkaian dari beberapa motif melodi yang mernbentuk hubungan secara fungsional.
a. Pembentukan frase lagu
1) Frase beraturan
Melodi lagu yang menggunakan model frase ini memiliki dua macam frase. Rangkaian melodi yang pertama merupakan frase anteseden yang berfungsi sebagai kalimat tanya atau kalimat yang mendahului. Rangkaian melodi yang kedua sebagai frase konsekuen yang berfungsi sebagai jawaban frase atau menimpali frase terdahulu. Perhatikan perbedaan dan persamaan kedua frase tersebut lewat lagu berikut ini.
2) Frase tidak beraturan
Frase ini tidak memiliki aturan daiam pembuatannya. Penulis bebas membuat rangkaian nada-nada dalarn melodi lagunya.
3) Frase sejaiar beraturan
Frase model ini memiliki aturan poia tertentu yang terasa dalam rangkaian melodinya. Frase sejajar beraturan dapat kalian perhatikan dalam melodi pertama dan kedua lagu berikut ini.

b.  Pengembangan frase lagu
Frase dapat dikembangkan untuk memenuhi prasyarat klausa dalam musik. Klausa terdiri atas beberapa frase yang menjadi satu kesatuan makna. Berikut ini teknik-teknik pengembangan frase.
1) Teknik repetisi
Dalam teknik repetisi, melodi yang sudah ada diulang secara utuh dan dipergunakan untuk syair lagu yang berbeda.
2) Teknik variasi
Dengan menggunakan teknik ini, frase melodi pada syairtertentu diulang kembali dengan diadakan perubahan tertentu. Perubahan ini terkadang secara keseluruhan, tetapi tidak jarang hanya sebagian. Perubahan sebagian biasanyaterdapat pada akhir frase.
3) Teknik kontras
Dengan teknik ini, frase melodi pada syairtertentu diubah sedemikian rupa sehingga terdengar berlawanan dengan melodi yang pertama.

4. Mengubah Melodi
Tiap suku kata biasanya memperoleh satu not. Tapi dalam kenyataannya, banyaknya suku kata bisa saja lebih banyak atau lebih sedikit daripada banyaknya not. Dengan demikian, dalam pembuatan lagu sering dibutuhkan keterampilan untuk menyempitkan ataupun mengembangkan melodi.
Menyempitkan melodi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, memadukan beberapa not yang memungkinkan. Dengan cara ini, ada not-not yang dihiiangkan, yang nilainya berpindah ke not yang masih ada.
Kedua, menyusunnya secara melismatis. Pada cara ini kedudukan not tetap, namun beberapa not memperoleh satu suku kata. Untuk hal ini diperlukan tanda legatoliegatura, berupa garis lengkung yang menandakan suara harus diikat dalam satu pernapasan. Contoh:
Untuk mengembangkan melodi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya memecah not menjadi not-not yang lebih kecil/pendek, mengisi not pada ketukan-ketukan yang semula kosong, atau dapat juga dengan mengubah metrum atau birama lagu. Contoh:

5. Membuat Lagu

Dari segi pembuatannya, lagu memiiiki bentuk. Bentuk lagu berupa klausa-klausa. Satu klausa disusun dari sejumlah frase melodi. Bentuk lagu ini oleh orang awam biasanya disamakan dengan bait. Namun, sebenarnya bentuk lagu ini terkait dengan melodi, bukan teks.
Bentuk keseluruhan lagu ditentukan oleh pengulangan atau pengolahan klausanya. Apabila suatu klausa memiiiki motif serupa dengan klausa lain, berarti bentuknya sama (AA). Apabila ada sedikit perbedaan motif, bentuknya menjadi AA’. Apabila sama sekali berbeda, bentuknya AB. Misalnya, lagu ‘Ande-Ande Lumut’ memiiiki bentuk AA’B. Bentuk lagu bisa beragam, tergantung penciptanya, bisa AA’BB, ABC, dan Iain-Iain.

6. Melodi Selingan
Saat mengaransemen sebuah lagu, kita dapat memvariasikan tampilan lagu tersebut. Agar lebih indah, lagu asli bisa kita ulang (pengulangan tema lagu) dan diberi tambahan melodi selingan. Melodi selingan ini di antaranya prelude, interlude, dan postlude.
Prelude/introduksi merupakan melodi selingan yang dimainkan pada awal sebelum memasuki lagu. Biasanya sepanjang 4-8 birama atau dari frase terakhir melodi lagu tersebut. Interlude merupakan melodi selingan yang dimainkan sesudah baitterakhir menuju ulangan lagu. Postlude/coda merupakan melodi selingan untuk mengakhiri sebuah lagu.

7. Menentukan Instrumen Pengiring

Instrumen musik daerah di Indonesia sebagian besar merupakan alat musik akustik, yakni non-elektrik dan bunyinya berasal dari rongga di instrumen tersebut. Bahan pembuatnya biasanya juga berasal dari alam, seperti kayu, bambu, dan kulit binatang. Ada pulayang terbuat dari iogam. Dengan beragam bentuk dan bahan tersebut, warna suara (timbre) yang dihasilkan berbeda-beda. Misalnya, warna nada angkiung lebih tinggi daripada kolintang bas. Dalam mengaransemen, hendaknya kita menyusun instrumen pengiring sesuai dengan tinggi rendahnya warna nada yang dihasilkan.

Pengenalan Teknik Vokal

Dalam membawakan suatu lagu hendaknya kita lakukan seperti yang diinginkan penciptanya. Untuk itu, daiam menyanyikan suatu lagu kita perlu menguasai teknik vokal yang baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teknik vokal, yaitu intonasi, artikulasi, pernapasan, dan pembawaan.

1.    Intonasi
Suatu lagu harus dinyanyikan atau dimainkan dengan intonasi yang tepat, yakni dengan pitch yang tepat. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih serta enak didengar. Untuk membentuk intonasi yang baik diperlukan pendengaran yang baik untuk membantu menghasilkan nada yang jernih dan pitch kontrol pernapasan, terutama untuk dapat mencapai nada tinggi dan nada rendah secara optimal rasa musikal agar penyanyi dapat mengikuti tempo, gerak, irama, serta menembak nada dengan baik.
Untuk mendapatkan intonasi yang baik, cobalah nyanyikan latihan nada-nada berikut ini. Teknik latihannya sebagai berikut.
a.    Lakukan bahan latihan dengan tempo lambat, kemudian secara bertahap meningkat kecepatannya.
b.    Lakukan latihan dengan teknik humming (bergumam).
c.    Pergunakan syairyope (tanpa makna) untuk sekedar melatih vokalisasi.
d.    Iringi latihan dengan alat musik harmonis, seperti gitar, piano, organ, atau pianika, untuk melatih
pendengaran dan pitch.

2.    Artikulasi
Artikulasi berarti kejelasan nada dan kata-kata. Artikulasi merupakan teknik memproduksi suara yang baik dan mengucapkannya dengan jelas, nyaring, dan merdu. Apabila kita terbiasa berbicara dengan jelas, artikulasi dalam bernyanyi juga akan lebih jelas.
Syair lagu harus diucapkan dengan lafal jelas dan suara terbentuk. Pembentukan lafal syair dipengaruhi oleh alat-alat ucap: rongga hidung, langit-langit, lidah, bibir, dan gigi. Adapun pembentukan suara dipengaruhi oleh paru-paru, sekat rongga badan, faring (batang tenggorokan), rongga mulut, rongga hidung, dan pita suara. Sumber suara manusia terdapat pada pita suara yang berbentuk selaput tipis, lentur, dan melintang pada pangkal tenggorokan.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan artikulasi yang baik adalah berikut.
a. Sikap badan
Sikap badan yang benar akan dapat membantu udara sebagai pendorong utama terciptanya suara manusia. Sikap badan yang baik dalam bernyanyi adalah:
1)    duduk atau berdiri dengan sikap badan selalu tegak, bahu agak ditarik ke belakang;
2)    badan dalam keadaan tidaktegang (rileks);
3)    jika berdiri, kaki sedikit direntangkan dengan kepala sedikit diangkat.
b. Posisi mulut
Bentuk dan posisi organ-organ mulut sewaktu memproduksi suara sebaiknya
1)    mulut dibuka selebar tiga jari secara vertikal,
2)    gigi seri atas tertutup setengah bagian oleh bibir atas,
3)    bibir bawah menekan gigi seri bawah,
4)    aliran udara diarahkan ke langit-langit keras,
5)    lidah jangan terlalu ditarik ke belakang untuk menghindari suara kerongkongan,
6)    bibir jangan melebar agar tidak bersuara sember,
7)    turunkan rahang serendah mungkin dalam membuka mulut.

3.    Pernapasan
Pernapasan dalam bernyanyi ada tiga macam, yaitu pernapasan dada, pernapasan perut, dan pernapasan diafragma. Dalam pernapasan dada, bagian tubuh yang mengembang adalah dada. Pernapasan ini jarang dipergunakan seseorang dalam bernyanyi, karena cepat kehabisan napas dan mudah capai. Pernapasan dada sangat cocokapabila digunakan untuk menghasilkan nada-nada rendah.
Jika yang dilakukan adalah pernapasan perut, bagian yang mengembang adalah bagian perut. Biasanya pernapasan ini secara refleks dipergunakan orang pada saat tidur. Suara yang dihasilkan dari pernapasan perut sangat keras, sehingga kurang baik dipergunakan dalam bernyanyi.
Jenis pernapasan yang paling cocok digunakan dalam bernyanyi adalah pernapasan diafragma. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilkan suara mumi dengan napas yang panjang. Pernapasan diafragma juga dapat memperkecil ketegangan pada dada, bahu, dan leher, sehingga dapat mengurangi risiko cedera. Cara bernapas yang baik saat bernyanyi adalah berikut.
a.    Waktu menarik napas, bahu jangan terangkat dan badan jangan mengejang.
b.    Udara masuk disalurkan ke perut yang menggembung dan disimpan dalam diafragma.
c.    Usahakan udara keluar rata dan sehemat mungkin melalui mulut, Jangan tersendat-sendat.
d.    Tarik napas pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang memiliki frase.
e.    Apabila napas tidak kuat/kurang panjang, lakukaniah teknik mencuri napas (cepat tanpa terdengar
jelas), sehingga tidak merusak frase lagu.

4.    Pembawaan
Penyanyi yang baik hendaknya dapat membawakan lagu sesuai dengan isi dan jiwa yang ingin ditampilkan penciptanya. la hendaknya dapat meleburkan perasaannya ke dalam lagu. Penyanyi harus dapat membuat penikmat dan pengamat seni terjangkiti perasaan yang dimaksud dan terpesona. Keberhasilan seorang penyanyi dalarrj mengungkapkan isi suatu lagu tergantung pada ketepatan interpretasi atau penafsiran tentang maksud dan tujuan yang melatarbelakangi penciptaan lagu tersebut.

Jenis-jenis Musik

Jenis musik di Indonesia, terdiri dari musik tradisi dan musik modern. Semuanya mempunyai ciri khas sendiri yang memperkaya khasanah musik di negeri kita. Sebagian besar musik itu digunakan sebagai hiburan. Seni musik dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
1.    Musik Klasik
Musi klasik merupakan musik rakyat pilihan yang telah dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan lama, seperti ibu kota kerajaan, atau kesultanan. Musik ini merupakan musik ciptaan komponis serta telah tertata dengan aturan-aturan yang berlaku. Musik klasik pada masyarakat modern sama sekali tidak dibatasi baik oleh tradisi maupun oieh kecenderungan yang berkembang di masyarakat. Dengan kata lain musik klasik memiliki kebebasan artistik yang jauh lebih luas dibanding dengan musik hiburan.
Kebebasan artistik dalam musik klasik bukan berarti tidak memiliki aturan, melainkan didasarkan atas berbagai pertimbangan konsep. Konsep teoretik yang juga senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Hal tersebut menyebabkan musik klasik senantiasa selalu berubah dan berkembang selama berabad-abad.
Musik klasik berasal dari Eropa dan merupakan salah satu periode perkembangan musik yang dianggap mewakili keseluruhan periode tersebut. Adapun ciri-ciri musik klasik adalah sebagai berikut:
1. Didominasi oleh musik gesek dan tiup.
2. Tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan.
3. Tidak menonjolkan ritme pada melodi dan harmoni.
Perkembangan musik pada zaman klasik terbagi menjadi empat, yaitu:
a.    Barok dan Rokoko (Abad ke-17)
Pada zaman ini, terdapat beberapa komponis terkenal, seperti G. Gabrieli (1555-1612), C. Gesuwaldo (1560-1613), H. L. Hassler (1564-1612), C. Monteverdi (1567-1643), Johan Sebastian Bach (1685-1750), Antonio Vivaldi (1678-1741), George Friederich Handel (1685-1759), dan sebagainya.
Ciri-ciri musik Barok dan Rokoko antara lain:
1.    Melodi cenderung lincah dan sulit.
2.    Banyakmenggunakanornamen.
3.    Ada dinamik keras (forte), lunak (piano).
4.    Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (poliponik).
5.    Biasanya digunakan untuk mengiringi opera (pertunjukan drum dan tari balet).

b.    Klasik (abad ke-18)
Musik klasik melahirkan beberapa komponis terkenal seperti:
Johan Sebastian Bach (1685-1750), George Friederich Handel (1685-1759), J. J Rousseau (1712-1776), Franz Joseph Hayden (1732-1809), Wolf Gang Amadeus Mozart (1754-1791), L. Van Beethoven (1770-1827), dansebagainya.
Ciri-ciri musik klasik antara lain:
1.    Ornamen lebih dibatasi.
2.    Ada peralihan tempo accelerando dan ritardando.
3.    Ada peralihan dinamik crescendo dan dekrescendo.
4.    Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik).

c.    Romantik (Pertengahan Abad ke-18)
Pada zaman ini lahir banyak tokoh antara lain L. Van Beethoven (1770-1827), V R Scubert (1797-1928), F. Chopin (1810-1849), R. Schumenn (1811-1856 ), G Verdi (1813-1901), J Brahms (1833-1897), G Puccini (1858-1924), C. Debussy (1862-1917) dan R. Strauss (1864-1949).
Ciri-ciri musik romantik antara lain:
1.    Tidakada ornamen.
2.    Melodi seakan berkomunikasi.
3.    Harmoni bervariasi, homofonik, dan poliponik.
4.    Penggunaan dinamik dan tempo secara optimal dan bervariasi.

d.    Kontemporer klasik (akhir abad ke-19-awal abad ke-20)
Tokoh-tokohnya antara lain Claude Debussy (1862-1917), dan George Geershwin.
Ciri-ciri musik kontemporer antara lain:
1.    Banyak menggunakan perubahan nada dasar.
2.    Dinamik dan tempo divariasikan dengan tidak lazim.
3.    Terjadi perubahan komposisi instrumen.
4.    Harmoni  lepas diri dari sistem tonal (pengelompokan tingkat akor).

2.    Musik Tradisional atau Daerah
Musik tradisional adalah musik yang berasal dari daerah tertentu dan berkembang di daerah sekitar musik itu berasal. Alat musik yang digunakan dibuat secara sederhana baik dari bahan, teknik, maupun nada dan iramanya. Musik tradisional tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat, karena dipengaruhi oleh adat, tradisi, dan budaya masyarakat setempat. Musik tradisional dengan kesederhanaannya merupakan warisan seni budaya leluhur yang memiliki nilai tinggi, sehingga musik ini selalu dicintai dan dilestarikan oleh masyarakat. Berikut ini adalah contoh beberapa jenis musik daerah yang ada di Indonesia.
a.    Musik gong luang
Musik gong luang berasal dari Bali. Instrumen utamanya adalah seperangkat gamelan yang diyakini bersifatsakral. Musik ini umumnya dipergunakan untuk mengiringi upacara kematian (ngaben). Gong luang terdiri dari dua buah kata, yaitu kata gong dan luang. Kata gong mengacu pada nama gong itu sendiri. Kata luang berarti ruang atau rong, yaitu ruang/bidang untuk menyebutkan nama bidang atau motif ruang-ruang kosong yang akan diberi motif-motif ukiran hiasan dan motif lainnya.
b.    Musik sasando gong
Musik sasando gong merupakan musik khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Instrumen utamanya adalah sasando gong, yaitu sejenis alat musik petikyang terdiri dari sebatang bambu sebagai tempat untuk menyangkutkan kawat halus untuk dipetik.Adapun untuk resonansi bunyi menggunakan daun lontaryang disusun berbentuktimba atau lontar. Fungsi musik sasando gong adalah sebagai media hiburan, pengiring tarian, dan media dalam upacara adat setempat. Musik ini mempunyai tangga nada pentatonis (nada pelog dan slendro) dan banyak ragam. Cara memainkannya, antara lain menggunakan cara feo renda, ofa langga, feto bo, batu matia, basili, dan Iain-Iain.
c.    Musik karang dodou
Musik karang dodou adalah musik tradisional khas daerah Tanah Siang wilayah Barito Utara, Kalimantan Tengah. Musik karang dodou merupakan jenis musik ritual yang biasanya dipakai pada saat upacara adat tertentu, misalnya acara memandikan atau memberi nama bayi (upacara “nokapati”), dan mengobati orang sakit keras. Upacara tersebut diberi nama “nambang morua”. Dalam musik ini banyak dilantunkan lagu-lagu berupa mantera-mantera yang berisi doa-doa kepada “Mohotara” (Tuhan Yang Maha Esa).

3.    Musik Modern atau Musik Populer

Musik modern merupakan musik yang terkini dan memiliki banyak penggemar. Jenis musik ini memiliki konsep yang fleksibel, yang umumnya menggunakan tangga nada diatonis, mayor, maupun minor.
Berdasarkan ciri khasnya, musik modern dibagi menjadi beberapa aliran, antara lain:
a.   Pop, contoh: pop Britania, pop country, pop gui¬tar, pop klasik, pop kreatif.
b.   Balada, contoh: acoustic balad, analog balad, country, organ balad, piano balad, dan R & B.
c.   Rock contoh: country rock, dangdut rock, fungky fution, hard rock, slow rock, dan rock & roll.
d.   Musik jazz contoh: big band, blues, dixiland, gos¬ pel, grope, Hawaian, jazz club, jazz rock, rag¬
time, rag, dan swing.
e.   Dance, contoh: disco punk, disco Latin, disco pop, disco samba, ero trance, garage, house,
remix, dan ska.
f.   Latin, contoh: deguine, bosanova, cha cha, plamec, mambo, reggae, rumba, salsa, dan samba.
g.  Un group, contoh: Arabian blue grass, campur sari, dangdut, keroncong, malkeha, Sunda pop,
tango, walteje, marawis.
i.    Dangdut.

4.    Musik Kontemporer
Musik kontemporer Indonesia telah melahirkan beberapa tokoh seperti: Harry Roesli, Slamet Abdul Sukur, Franky Raden, dan Sapto Raharjo.
Musik kontemporer memiliki ciri-ciri umum, antara lain:
a.    Warna bunyi bisa sejenis atau bisa berbagai jenis.
b.    Notasi musik hanya dapat dimengerti oleh pemusik karena notasinya ditulis dengan simbol
atau tanda.
c.    Memiliki improfisasi yang bervariasi mengikuti keinginan dari pemusik.
d.    Bunyi dapat berasal dari sumber yang beragam,bukan hanya dari instrumen musik.
e.    Jenis tangga nada yang dipakai bervariasi.
f.    Jenis birama tidak terpaku pada satu birama saja.
g.    Dinamik dan tempo bervariasi.

Unsur-unsur Dasar Pendukung Tari

Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak yang indah, maka seorang . penari atau penata tari harus mampu menafsirkan, menghayati, dan mengekspresikan makna-makna gerak yang dipakai dalam tari tersebut. Tari memiliki unsur dasar tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain:
1.    Wiraga, yaitu dasar keterampilan gerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.
2.    Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas.
3.    Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain.
Agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut. Unsur-unsur pendukung tari terdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata pentas/panggung.

1.    Gerak
Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh (gerak bagian kepala,
kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian, olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.
Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah ditata indah. Gerakan bersifat lembut dan mengalir, serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.
Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif.
a.    Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam.
b.    Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia.
c.    Gerak maknawi adalah  gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu.
d.    Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika.

2.    Properti
Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnya
dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk  harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna.
Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik dan
benar. Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti  tari secara mendasar menentukan penguasaan
keterampilan penari secara pokok.
Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yang
dibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya.
Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat,
keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.

3.    Iringan
Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.
Musik yang dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari. Oleh karenanya tari tersebut komunikatif.

4     Tata Busana/Kostum
Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur pendukung hadir di dalamnya. Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu tarian adalah tata busana/kostum.
Busana tari berfungsi untuk mendukung tema atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranan dalam suatu sajian tari. Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat kepala, mahkota, dan Iain-Iain.
Tata busana untuk keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, dapat terbuat dari kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan busana tari. Dalam tari tradisional, pada umumnya desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat.

5    Tata Pentas/Panggung
Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergeiaran tari. Tata pentas bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik, namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.
Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium. Cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandang.

Unsur dan Prinsip Seni Rupa

A.  Unsur-unsur Seni Rupa
Unsur-unsur yang menjadi dasar karya seni rupa antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.

1.    Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

2.  Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang, pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan Iain-Iain. Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat berbeda-beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan lentur.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
a.    Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
b.    Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang.

3.   Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.

4.   Bentuk
Bentuk juga dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
a.    Bentuk geometris
Bentuk geometris merupakan bentuk yang terdapat pada ilmu ukur meliputi:
1.    Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok.
2.    Bentuk silindris, contohnya tabung, kerucut, dan bola.

b.    Bentuk nongeometris
Bentuk nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, misalnya manusia, tumbuhan, dan hewan.

5.   Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata, misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.

6.    Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a.    Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi warna merah,
kuning, dan biru.
b.    Warna sekunder merupakan campuran dari warna primer.
Contoh:
merah + kuning : jingga
biru + kuning     : hijau
merah + biru      : ungu
c.    Warna tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna sekunder.
Contoh:
kuning + hijau    : kuning kehijau-hijauan
biru + ungu        : ungu kebiruan
jingga + merah   : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu warna putih dan hitam.

7.   Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang berbeda. Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu.Tekstur nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.

8.   Gelap Terang
Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya. Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti lukisan pemandangan alam. Adanya perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam. Amati gambar di bawah ini.

B. Prinsip-prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu:

1.    Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.

2.    Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

3.   Penekanan (kontras)

Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan  yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.

4   Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.

5.  Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur.

6.  Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara
keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

7.  Keserasian
Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun
berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan
keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.

8.  Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.

9.    Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.

10.    Aksentuasi
Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitamya.

Membaca tablatur lagi

Tablatur yang sudah diisi dengan nada kira2 seperti ini bentuknya …

E—1—————————1—————————-
B——2———————2——————————-
G———3—————3———————————-
D————4———4————————————-
A—————5—5—————————————-
E——————6——————————————-

Arti dari tablatur diatas adalah:

-pertama-tama kita harus menekan fret pertama di senar E (tinggi) / senar paling bawah.

-lalu tekan senar kedua di fret kedua

-setelah itu senar ketiga di fret ketiga

-senar keempat di fret keempat, dst

Jika terdapat angka berderet dalam satu baris maka artinya senar2 tersebut dipetik/digenjreng secara bersamaan, contoh:

E—————————————————————-
B—1———————————————————-
G————————————————————-
D—2———————————————————-
A—3———————————————————-
E—————————————————————-

Tablatur diatas adalah tablatur untuk menggambarkan kunci C.

E—2———————————————————-
B—3———————————————————-
G—2———————————————————-
D—————————————————————-
A—————————————————————-
E—————————————————————-

Tablatur diatas adalah tablatur untuk menggambarkan kunci D.

Ada lagi teknik-teknik lain seperti hammer, slide, dsb

Belajar membaca tablatur

TAB adalah rangkaian titik yang berdasarkan pada kombinasi kolom-kolom dari senar gitar. Tablatur ini lebih mudah dibaca daripada not balok oleh karena itu banyak dipakai orang untuk mengajarkan cara bermain suatu lagu.

Sesuai dengan jumlah senar pada gitar, maka garis-garis pada tablatur ada 6 buah. Garis yang paling atas adalah senar yang paling tinggi, dan garis yang dibawahnya adalah string yang lebih rendah. Disamping kiri adalah nada dasar dari senar yang bersangkutan. Misal apabila paling kiri terdapat huruf D maka senar tersebut apabila dipetik tanpa ditekan maka akan berbunyi nada D. Dibawah ini adalah contoh dari tablatur kosong dengan nada dasar umum.

E—————————————————————-
B—————————————————————-
G—————————————————————-
D—————————————————————-
A—————————————————————-
E—————————————————————-

Begitulah, postingan pertama saya semoga suka..