Kali ini saya mau berbagi pengetahuan saya tentang bedanya pola pendidikan dan pengajaran yang ada di sekolah negeri, sekolah swasta, dan sekolah internasional yang ada di Indonesia.
Semua yang ditulis disini didasarkan pada pengalaman saya sendiri sebagai seseorang yang mengenyam pendidikan di sekolah negeri sekaligus pengalaman saya yang pernah mengajar privat murid di sekolah swasta dan murid di sekolah internasional.
(Maaf sebelumnya, nama sekolah tidak akan saya sebutkan demi menjaga privasi dan kenyamanan. Hal-hal yang terdapat pada tulisan ini tidak serta merta dapat digunakan sebagai ukuran secara umum untuk pola pendidikan di semua sekolah
)
1. Tingkat perhatian guru terhadap murid di kelas
Untuk hal ini, sekolah negeri akan kalah jauh dibandingkan sekolah swasta dan internasional dikarenakan jumlah murid yang sangat banyak dalam satu kelasnya untuk sekolah negeri. Rata-rata murid di setiap kelas untuk sekolah negeri berkisar antara 40-45 orang (sewaktu saya sekolah malah sampai 48 orang
) Hal ini mengakibatkan guru tidak dapat memperhatikan tiap muridnya secara baik, sehingga apabila ada murid yang mempunyai masalah yang unik dalam memahami pelajaran, maka hal ini tidak dapat diakomodir oleh guru yang bersangkutan dengan baik.
2. Pola Pengajaran
Sekolah negeri memakai pola pengajaran yang sangat statis, tidak seperti sekolah swasta dan internasional yang biasanya memakai pola pengajaran secara dinamis. Materi yang diberikan oleh guru dari sekolah negeri cenderung disampaikan dalam format satu arah, artinya guru berceramah kepada murid-murid dan tidak ada timbal balik yang terjadi antara murid dan guru. Hal ini akan sangat berbeda sekali dengan sekolah swasta apalagi internasional yang penyampaian materi pelajaran biasanya disampaikan dalam bentuk diskusi antara guru dengan murid.
3. Buku ajar (Buku yang digunakan siswa dan guru dalam belajar)
Untuk hal ini sekolah internasional yang biasanya menggunakan buku buatan luar negeri (menurut pendapat saya pribadi) lebih unggul dibanding sekolah swasta dan negeri yang menggunakan buku ajar buatan Indonesia. Perbedaan paling mencolok adalah pada buku dalam negeri apabila kita mencari pengertian tentang (misal) “GAYA GRAVITASI” maka di buku buatan dalam negeri akan dengan mudah kita temukan secara nyata suatu kalimat tersurat yang memberikan pengertian tentang “GAYA GRAVITASI”,
contoh :
“Gaya gravitasi adalah gaya tarik yang dimiliki oleh setiap benda yang memiliki massa.”
sedangkan bila kita membaca buku buatan luar negeri maka biasanya saat kita mencari pengertian tentang “GAYA GRAVITASI” maka kita hanya akan mendapat pengertian secara tersirat.
contoh :
“setiap benda yang ada di bumi ketika terjatuh pasti akan terjatuh ke bawah, sama halnya ketika peristiwa ini disadari oleh sir isaac newton pada saat dia merenung dibawah pohon apel, dia menyadari bahwa setiap benda akan terjatuh kebawah dikarenakan adanya gaya tarik oleh bumi, gaya tarik ini yang sekarang kita kenal dengan nama gaya gravitasi”
Dengan demikian setiap murid dibebaskan untuk memberi pengertian tentang suatu hal yang terdapat pada materi yan diajarkan.
4. Bahasa yang digunakan dalam mengajar
Sekolah internasional menggunakan bahasa Inggris, sementara sekolah swasta dan negeri menggunakan bahasa Indonesia. Tetapi, kebanyakan murid sekolah internasional tidak dapat berbahasa Indonesia sebaik murid sekolah negeri dan swasta. Misalnya mereka kebanyakan tidak tahu arti kata :
-menyokong
-kendala, dan lain-lain.
5. Wawasan Nusantara
Berdasarkan pengamatan saya, wawasan mengenai Indonesia yang didapatkan dari sekolah internasional tidak terlalu baik, makanya banyak murid-murid sekolah internasional yang tidak mengetahui tentang kebudayaan Indonesia. Ironisnya hal ini mengikis rasa nasionalisme mereka.
6. Tujuan setiap murid dalam melanjutkan pendidikan
Murid sekolah internasional pada umumnya cenderung ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, sementara biasanya murid sekolah negeri dan swasta ingin melanjutkan pendidikannya di Indonesia (walaupun ada beberapa yang ingin melanjutkan ke luar negeri)
7. Cara belajar
Murid sekolah internasional dan swasta banyak melakukan diskusi dengan guru, presentasi di depan kelas, berdebat dan beradu argumentasi, sementara murid sekolah negeri belajar dengan cara menghafal dan memahami materi dengan mendengarkan guru dan membaca textbook. Hal ini menyebabkan murid sekolah swasta pandai dalam menyampaikan pendapatnya sedangkan murid sekolah negeri susah menyampaikan pendapatnya dikarenakan cenderung pasif dalam belajar.
8. Materi ajar
Sekolah negeri dan swasta memiliki materi yang jauh lebih sulit dibandingkan materi sekolah internasional, sehingga seringkali banyak murid sekolah negeri maupun swasta yang mengalami perasaan tertekan dalam belajar. Berbeda dengan sekolah internasional, mereka belajar pelajaran yang mudah dan mendasar (perbandingannya pelajaran SMA sekolah internasional = pelajaran SMP sekolah negeri) sehingga mereka merasa nyaman dan senang dengan pelajaran yang sedang dipelajari.
misal : sekolah negeri mempelajari segitiga kongruen dan sudut-sudut istimewa pada lingkaran saat SMP sedangkan sekolah internasional mempelajari hal yang sama saat SMA sewaktu ingin melanjutkan ke college (pre-university).
Sehingga secara garis besar dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk murid yang pandai, ingin menguasai banyak pelajaran dan materi, sebaiknya memilih sekolah negeri dikarenakan materi ajarnya yang sangat padat dan berbobot.
2. Untuk murid yang tertarik ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dapat memilih sekolah internasional.
3. Untuk murid yang memiliki masalah dalam memahami pelajaran, dapat memilih sekolah swasta maupun internasional untuk mendapatkan bimbingan yang lebih baik dan intensif dari guru pengajar.
4. Untuk murid yang memiliki bakat sebagai seorang public speaker sebaiknya mengambil pendidikan di sekolah swasta ataupun internasional dikarenakan pola pengajaran di sekolah tersebut sangat memungkinkan seorang murid untuk mengemukakan pendapatnya.
5. Untuk murid yang ingin mempelajari materi secara mendalam dan paham konsep dari materi yang diajarkan sebaiknya mengambil pendidikan di sekolah internasional dikarenakan mereka menggunakan metode belajar deep learning dimana materi dijelaskan secara sederhana agar murid mengerti konsep dari permasalahan mendasar dari materi yang diajarkan.
Mungkin sekian dulu dari saya, sekali lagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan tidak bisa dijadikan tolak ukur secara umum untuk semua sekolah. Apabila ada yang kurang harap ditanyakan pada kolom komentar dibawah ini.
Semoga dapat berguna bagi pengunjung klibelajar.com dalam menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan.
Apabila berkenan mohon di rate agar bisa menambah poin saya sebagai penulis terbaik di klikbelajar.com
Tentang Penulis



wahh keren.. pengalaman banget kayaknya
ok,,bangat tuh,,,
kamu cerdas!
terima kasih
wow,,,


saya suka tulisan anda,,,
pemikiran yang sangat bagus,,,
terima kasih Nova..
bagaimana dengan peraturannya?
mana yang lebih ketat?
ak jadi banyak tau nihh.. Thx..,,

Saya adalah murid yang berpengalaman di sekolah Swasta dan negeri
SD 1- 6 sampai SMP 1-3 = Swasta di SAB (Sekolah Alam Bandung)
sekarng sekolah negeri SMKN 11 BDG msh kls X
perbedaanya memang beda jauh….
ak tetep suka skul di SWASTA lhoo… krna d swasta FUN..!
drpada d negeri..
blog nya bagus mas..theme nya bikin betah..
salam kenal
@reha : lebih ketat sekolah negri

@hafizh : salam kenal.. iya keliatannya memang seperti itu
@jagadkomputer : bukan blog saya mas.. ini situs orang, saya cuma daftar aja
artikel qm menambah info bwt q….:-)

kebetulan ckrg q ngajar d skul swasta tp yg msh kyk negeri cz milik yayasan pgri…:D
@whie : terimakasih, semoga berguna yah
oke dech..!!???

thanx
pertanyaan saya.., seberapa pentingnya kualifikasi pengajar2 seklh swasta untuk kualitas pengajaran mereka..?
keren mas sharingnya
TOP
seharusnya tulisan ini bisa dipahami oleh para kepala sekolah,
sehingga mereka bisa membuat pendidikan di negeri ini menjadi semakin maju
kalo dari segi fasilitas yang disediakan internasional school sama ga dengan sekolah negri atau swasta???
jumlah murid sekolah suasta berapa sich perkelasnya???
ARTIKELNYA oKKEH BNGET TUH…
bisa membntu berfikir scra luas ntuk mmlih skolhan..
truz berkarya ya ka…
kebetulan dari tk-kuliah skrg saya belajar di swasta, kuliah di luar negri. smu kebetulan di sekolah internasional. menurut pengalamanku, guru di smu internasional kebetulan perhatian sekali pada muridnya, ada feedback antara murid dan guru. bahkan guru mengadakan program khusus buat mantepin pelajaran tertentu dan mengerjakan tugas. untuk sekolah swasta biasa, guruku sangat perhatian pada muridnya, bahkan kesannya bisa jadi seperti sahabat selain guru
halo kak salam kenal, aku stella, mau tanya2 sdikit nih..
kurikullum international school sm swasta sama ga sih?
aku ditawarin ngelesin anak kls 5 sd international, aku takut ga mampu krn materinya lbh susah.. i’m looking forward fr your psitive reply kak. thanks.
wah, lumayan. tapi kalo dipikir2, sekolah swasta di Indonesia dan mungkin juga di negara lain pada umumnya ada yang berlabel swasta nasional dan swasta internasional. Dan bedanya tentu sangat jauh apalgi dari segi kualitas. Kelulusan salah satu SMA swasta nasional di Jakarta di berita kemarin nol persen. mungkin pemerintah perlu memebenahi regulasi yang ada. Semangat
i like it, artikelnya bagus
tapi sayangnya banyak anak” di indonesia yang belum mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan
hahah bagus ceritanya jadi udah tau perbedaan dari negri,swasta,internasional…jadi gak perlu malu kalo masuk swasta hahah aib
kenapa anak-anak di indonesia kebanyakan ingin bersekolah di negri dari pada di sawasta? kalo menurut kalian mendingan yang mana?
wah keren Bos……
sy lom pernah bikin penelitian soal ini, tp thx bgt bwt ilmu’a y….
masuk ke bahan research sy nich,,,,thank you
Sy ckup bgga dgn artikel anda,,my coment is mnurut sya dilihat dri segi apapun pasti ada plus minusx dri sklah swasta ,negeri,ataupun internasinal(SBI),skrang yg pnting sekolah akn dan bs maju & bhkn berkualitas jk dgn ditunjang personal teacher yg profesional yg berahlakul karimah/mulia..bgi sya byk sekrang org pintar tpi sedikit org yg maw bekrja kras..,this is of share ,I’m sorry n Thanks before..
jujur saya sedikit ketawa pas bacanya soalnya saya pernah sekolah di sekolah swasta ama di sekolah negri, dan emang bener nih kaya gini makasih dah menyampaikan informasinya saya ad tugas suruh buat argumentasi tentang ginian
Artikel yang bener-bener keren
, saat ini saya mendapat amanah untuk mengajar di sekolah negeri.

jadi peserta didik diajak untuk lebih aktif 
Dan saya setuju dengan tulisan bang Dedi
Memang saya sendiri sebagai pendidik di sekolah negeri sangat menyayangkan hal ini ,
namun saat ini sekolah negeri mulai menggeliat dan berusaha menjadi lebih baik melalui program PAIKEM
Dan untungnya untuk pelajaran yang saya ampu 80% nya praktik
izin share ya
saya tidak pernah suka sekolah, karena tak ada perhatian dari sistem pendidikan kita yang memperhatikan sastra. tapi bisa jadi di international school, ada perhatian kali ya, haha.. coba aku sekolah di international so cool itu, hehe.. walau aku tidak sekolah disana,.. rasa-rasanya anak2 international school itu memang kebanyakan cool, enggak selalu shoc
‘cool
infonya bermanfaat..
thanks,,, karena selama ini aku bingung dengan sistem pendidikan negeri yang kujalani,, hanya sebatas materi yang sebenarnya abstrak,, tak bisa kugambarkan jika ingin melakukannya di dunia nyata
artikelnya bagus…
sy butuh banget infonya untuk bikin karya tulis…
@ yeni: kl dibilang pnting sih penting, tp itu jg kmbali pd kbijakan msg2 skolah dlm mencari tenaga pngajar. menurut sy kembali lg ke gurunya msg2. ada yg aplikatif, bs menyesuaikan dgn anak didik dan bisa ngembangin teknik ngajar yang menarik, meskipun bukan berasal dari PGRI atau jurusan keguruan. tp ada juga guru yg statis, kaku. sy prnah ngobrol dgn guru SMA sy. beliau sndiri mnyayangkn hal ini. krn guru yg berasal dari PGRI memang pada dsrnya disiapkan utk menjadi pengajar dan pendidik, bukan hanya sekedar menyampaikan ilmu. sygnya, kl sy perhatikan skrg sedikit skali guru yg mampu mendidik secara karakter. kebanyakan hny mementingkan ilmu bs tersampaikan, kurang mempedulikan anak didiknya apakh menjadi pelajar dengan pribadi yg baik. memang agak disayangkan kalau ada guru yg pinter, tp kurang bisa ngajar. jd, semua kembali ke diri (guru) msg2, apakah tujuannya memang ingin mendidik generasi penerus yg lebih baik atau ada 7an lain. buat mbak yeni smg jwbn sy bs jd referensi dan mmbuka pikiran mbak serta bermanfaat…
I like it…..bisa tdk kasi tulisan juga dengan sekolah swasta dan internasional dan RSBI di daerah……soale aq di malang…..