Monthly Archives: February 2010

Struktur Direktori Linux

Struktur direktori Linux atau sistem yang mirip seperti Unix sangat menyulitkan untuk pemakai baru, terutama bila ia baru saja bermigrasi dari Windows. Pada Windows, semua program meng-install data mereka pada direktori “Program Files.” Hal seperti ini tidak terjadi di Linux. Sistem direktori mengkategorikan semua data file yang di-install. Berikut adalah keseluruhan struktur beserta apa yang dimuatnya:

DIANTARANYA ?

/ – Root direktori yang membentuk basis sistem file. Semua file dan direktori secara logis ada didalam root direktori tidak perduli dengan lokasi fisik mereka.
/bin – Memuat program yang dapat dieksekusi yang merupakan bagian dari sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more, dan tar terletak pada /bin.

/boot – Memuat Linux Kernel dan file lain yang dibutuhkan LILO dan GRUB boot manajer.

/dev – Memuat semua file perangkat keras. Linux memperlakukan semua perangkat keras komputer seperti sebuah file yang spesial. Semua file seperti ini terletak di /dev.

/etc – Memuat semua sistem konfigurasi file dan skrip instalasi pada /etc/rc.d sub direktori.

/home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.

/lib – Memuat file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.

/lost+found – Direktori untuk file yang hilang. Semua partisi disk memiliki direktori lost+found.

/media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk dan zip drive.

/mnt – Direktori untuk mounting filesistem sementara.

/opt – Data – data instal/copy untuk aplikasi opsional .

/proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakup informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.

/root – Direktori Home untuk root user.

/sbin – Memuat file administrasi yang dapat dieksekusi seperti mount, shutdown, umount.

/srv – Memuat data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan sistem.

/sys – Direktori spesial yang memuat informasi mengenai perangkat keras seperti yang terlihat oleh Linux.

/tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap sistem boot.

/usr – Memuat sub direktori untuk banyak program seperti sistem X Windows.

/usr/bin – Memuat file yang dapat dieksekusi untuk banyak perintah Linux yang bukan merupakan bagian dari OS Linux.

/usr/include – Memuat file – file header dari bahasa pemrograman C dan C++.

/usr/lib – Memuat file – file library untuk bahasa pemrograman C dan C++.

/usr/local – Memuat data lokal. Ia memuat direktori yang sama seperti /usr.

/usr/sbin – Memuat perintah – perintah administratif.

/usr/share – Memuat data yang dipakai oleh banyak user sekaligus, seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumentasi.

/usr/src – Memuat source codeuntuk Linux kernel.

/var – Memuat bermacam sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain – lain. Yang sering kali terus berubah isinya.

/var/cache – Area penyimpanan untuk cache data berbagai aplikasi.

/var/lib – Memuat informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada. Aplikasi memodifikasi direktori ini saat mereka bekerja.

/var/lock – Memuat file yang dikunci agar hanya dapat dipakai oleh satu aplikasi saja.

/var/log – Memuat log dari aplikasi yang berbeda.

/var/mail – Memuat email pemilik.

/var/opt – Memuat data variabel untuk paket yang disimpan di direktori /opt.

/var/run – Memuat data yang menjelaskan sistem sejak pertama kali dijalankan.

/var/spool – Memuat data yang menunggu untuk diproses.

/var/tmp – Memuat file sementara, isi direktori ini tidak dihapus saat sistem dimatikan.

PENGERTIAN GNU, KARNEL, OPEN SOURCE, & LIVE CD PADA LINUX

GNU/Linux adalah sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia di tahun 1991.Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat lunak bebas: yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang dari “GNU’s Not Unix”; GNU dilafalkan dengan “genyu”). Varian dari sistem operasi GNU, yang menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas. Walau pun sistem ini sering dirujuk sebagai “Linux”, sebetulnya lebih tepat jika disebut sistem GNU/Linux. Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu menjalankan sistem operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk. Dengan cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di komputer orang lain karena tak perlu menginstalnya (tak perlu mengutak-atik hard disk dan partisinya). Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.

Beberapa distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix, SUSE Live Eval, Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll. Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar 700MB.
Kepraktisan itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD tidak mempunyai sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD hanya memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua perangkat keras yang dimiliki oleh user. Selain itu, kinerja dari Linux Live CD sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk.

Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Istilah Linux sebetulnya hanya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Kernel adalah Jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yg menterjemahkan bahasa software sehingga mampu dimengerti dan diproses oleh hardware sesuai dengan permintaan. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing. Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer. Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.

Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:

  • Monolithic Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.

  • Microkernel. Microkernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.

  • Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.

  • Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.

open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak. Pengembangan Linux bersifat open source artinya source code dari aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi lainnya diberikan secara terbuka sehingga setiap orang dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka. Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodelogi, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusi.

Perbedaan pendidikan di sekolah negeri, swasta, dan internasional

Kali ini saya mau berbagi pengetahuan saya tentang bedanya pola pendidikan dan pengajaran yang ada di sekolah negeri, sekolah swasta, dan sekolah internasional yang ada di Indonesia.
Semua yang ditulis disini didasarkan pada pengalaman saya sendiri sebagai seseorang yang mengenyam pendidikan di sekolah negeri sekaligus pengalaman saya yang pernah mengajar privat murid di sekolah swasta dan murid di sekolah internasional.

(Maaf sebelumnya, nama sekolah tidak akan saya sebutkan demi menjaga privasi dan kenyamanan. Hal-hal yang terdapat pada tulisan ini tidak serta merta dapat digunakan sebagai ukuran secara umum untuk pola pendidikan di semua sekolah :-) )

1. Tingkat perhatian guru terhadap murid di kelas

Untuk hal ini, sekolah negeri akan kalah jauh dibandingkan sekolah swasta dan internasional dikarenakan jumlah murid yang sangat banyak dalam satu kelasnya untuk sekolah negeri. Rata-rata murid di setiap kelas untuk sekolah negeri berkisar antara 40-45 orang (sewaktu saya sekolah malah sampai 48 orang :D ) Hal ini mengakibatkan guru tidak dapat memperhatikan tiap muridnya secara baik, sehingga apabila ada murid yang mempunyai masalah yang unik dalam memahami pelajaran, maka hal ini tidak dapat diakomodir oleh guru yang bersangkutan dengan baik.

2. Pola Pengajaran

Sekolah negeri memakai pola pengajaran yang sangat statis, tidak seperti sekolah swasta dan internasional yang biasanya memakai pola pengajaran secara dinamis. Materi yang diberikan oleh guru dari sekolah negeri cenderung disampaikan dalam format satu arah, artinya guru berceramah kepada murid-murid dan tidak ada timbal balik yang terjadi antara murid dan guru. Hal ini akan sangat berbeda sekali dengan sekolah swasta apalagi internasional yang penyampaian materi pelajaran biasanya disampaikan dalam bentuk diskusi antara guru dengan murid.

3. Buku ajar (Buku yang digunakan siswa dan guru dalam belajar)

Untuk hal ini sekolah internasional yang biasanya menggunakan buku buatan luar negeri (menurut pendapat saya pribadi) lebih unggul dibanding sekolah swasta dan negeri yang menggunakan buku ajar buatan Indonesia. Perbedaan paling mencolok adalah pada buku dalam negeri apabila kita mencari pengertian tentang (misal) “GAYA GRAVITASI”  maka di buku buatan dalam negeri akan dengan mudah kita temukan secara nyata suatu kalimat tersurat yang memberikan pengertian tentang “GAYA GRAVITASI”,
contoh :

“Gaya gravitasi adalah gaya tarik yang dimiliki oleh setiap benda yang memiliki massa.”

sedangkan bila kita membaca buku buatan luar negeri maka biasanya saat kita mencari pengertian tentang “GAYA GRAVITASI” maka kita hanya akan mendapat pengertian secara tersirat.
contoh :

“setiap benda yang ada di bumi ketika terjatuh pasti akan terjatuh ke bawah, sama halnya ketika peristiwa ini disadari oleh sir isaac newton pada saat dia merenung dibawah pohon apel, dia menyadari bahwa setiap benda akan terjatuh kebawah dikarenakan adanya gaya tarik oleh bumi, gaya tarik ini yang sekarang kita kenal dengan nama gaya gravitasi”

Dengan demikian setiap murid dibebaskan untuk memberi pengertian tentang suatu hal yang terdapat pada materi yan diajarkan.

4. Bahasa yang digunakan dalam mengajar

Sekolah internasional menggunakan bahasa Inggris, sementara sekolah swasta dan negeri menggunakan bahasa Indonesia. Tetapi, kebanyakan murid sekolah internasional tidak dapat berbahasa Indonesia sebaik murid sekolah negeri dan swasta. Misalnya mereka kebanyakan tidak tahu arti kata :
-menyokong
-kendala, dan lain-lain.

5. Wawasan Nusantara

Berdasarkan pengamatan saya, wawasan mengenai Indonesia yang didapatkan dari sekolah internasional tidak terlalu baik, makanya banyak murid-murid sekolah internasional yang tidak mengetahui tentang kebudayaan Indonesia. Ironisnya hal ini mengikis rasa nasionalisme mereka. :(

6. Tujuan setiap murid dalam melanjutkan pendidikan

Murid sekolah internasional pada umumnya cenderung ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, sementara biasanya murid sekolah negeri dan swasta ingin melanjutkan pendidikannya di Indonesia (walaupun ada beberapa yang ingin melanjutkan ke luar negeri)

7. Cara belajar

Murid sekolah internasional dan swasta banyak melakukan diskusi dengan guru, presentasi di depan kelas, berdebat dan beradu argumentasi, sementara murid sekolah negeri belajar dengan cara menghafal dan memahami materi dengan mendengarkan guru dan membaca textbook. Hal ini menyebabkan murid sekolah swasta pandai dalam menyampaikan pendapatnya sedangkan murid sekolah negeri susah menyampaikan pendapatnya dikarenakan cenderung pasif dalam belajar.

8. Materi ajar

Sekolah negeri dan swasta memiliki materi yang jauh lebih sulit dibandingkan materi sekolah internasional, sehingga seringkali banyak murid sekolah negeri maupun swasta yang mengalami perasaan tertekan dalam belajar. Berbeda dengan sekolah internasional, mereka belajar pelajaran yang mudah dan mendasar (perbandingannya pelajaran SMA sekolah internasional = pelajaran SMP sekolah negeri) sehingga mereka merasa nyaman dan senang dengan pelajaran yang sedang dipelajari.
misal : sekolah negeri mempelajari segitiga kongruen dan sudut-sudut istimewa pada lingkaran saat SMP sedangkan sekolah internasional mempelajari hal yang sama saat SMA sewaktu ingin melanjutkan ke college (pre-university).

Sehingga secara garis besar dapat disimpulkan bahwa :

1. Untuk murid yang pandai, ingin menguasai banyak pelajaran dan materi, sebaiknya memilih sekolah negeri dikarenakan materi ajarnya yang sangat padat dan berbobot.
2. Untuk murid yang tertarik ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dapat memilih sekolah internasional.
3. Untuk murid yang memiliki masalah dalam memahami pelajaran, dapat memilih sekolah swasta maupun internasional untuk mendapatkan bimbingan yang lebih baik dan intensif dari guru pengajar.
4. Untuk murid yang memiliki bakat sebagai seorang public speaker sebaiknya mengambil pendidikan di sekolah swasta ataupun internasional dikarenakan pola pengajaran di sekolah tersebut sangat memungkinkan seorang murid untuk mengemukakan pendapatnya.
5. Untuk murid yang ingin mempelajari materi secara mendalam dan paham konsep dari materi yang diajarkan sebaiknya mengambil pendidikan di sekolah internasional dikarenakan mereka menggunakan metode belajar deep learning dimana materi dijelaskan secara sederhana agar murid mengerti konsep dari permasalahan mendasar dari materi yang diajarkan.

Mungkin sekian dulu dari saya, sekali lagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan tidak bisa dijadikan tolak ukur secara umum untuk semua sekolah. Apabila ada yang kurang harap ditanyakan pada kolom komentar dibawah ini.

Semoga dapat berguna bagi pengunjung klibelajar.com dalam menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan. :-)

Apabila berkenan mohon di rate agar bisa menambah poin saya sebagai penulis terbaik di klikbelajar.com :oops:

Cegah virus tanpa antivirus

Sekilas tentang VIRUS
Virus kebanyakan selalu menyamarkan diri dengan membuat ikonnya seperti file-file umum yang sering kita lihat dan gunakan supaya kita terkecoh. Sebagai contoh, VIRUS, paling sering menggunakan ikon file folder (kuning) dan file MSWord karena memang selama ini sangat efektif untuk mengecoh calon korban.
Akan tetapi bukan berarti hanya terpatok pada dua ikon file tersebut, bisa juga dalam bentuk yang lainnya seperti file gambar.jpg, file text.txt, game flash.exe, file installer.exe/.msi dan lain-lain, pokoknya pinter-pinternya bagaimana cara virus itu dapat mengecoh kita dengan berbagai macam godaannya, jadi berhati-hati sajalah.

I. Langkah Pertama

“Gantilah bentuk icon-icon yang sering di tiru oleh virus tersebut atau icon file lain yang kemungkinan dapat dimanfaatkan virus untuk mengecoh kita.”Maksudnya adalah agar kita bisa tau lebih dini apabila ada virus yang baru saja masuk dikomputer kita yang biasanya datang dari flashdisk atau peralatan disk removable yang lainnya. Karena akan sangat kelihatan berbeda di tampilan explorer komputer kita nantinya. Sehingga dapat mencegah kita untuk tidak mengaktifkan virus tersebut dan kita bisa langsung menghapusnya sebelum menyebar atau menjangkiti komputer kita.
- Cara mengganti bentuk icon-nya adalah:Masuklah “Explorer-Tools-Folder Options…” atau dapat melalui “Control Panel-Folder Options…”

-Lalu masuklah ke tab “File Types” trus di kolom bawahnya itu kamu dapat melihat semua jenis exstensi file dan icon-iconnya. Untuk mengganti icon pilih salah satu ekstensi file yang mau diganti, misalnya ekstensi *.doc dan *.rtf, keduanya adalah file word dokumen yang sering ditiru virus, maka saran saya sebaiknya diganti saja keduanya satu persatu.

-Click tombol “Advanced”, lalu click “Change Icon…” pilih atau cari file icon melalui tombol “Browse…” yang berekstensi *.ico, *.icl, *.exe, dan *.dll yang mengandung icon sesuai selera anda,

-Setelah itu click “OK” lalu “Close”. Ulangi langkah2 diatas untuk file: *.rtf, Folder dan File Folder karena file inilah yang paling sering dijiplak virus.

Khusus untuk Icon Folder kadang kurang efektif apabila digantinya lewat cara diatas, jadi saran saya instal-lah suatu Software yang dapat merubah tampilan bentuk icon folder seperti: iColor Folder, Pack Vista Inspirat, StyleXP, TuneUp Utilities, dan masih banyak lagi software sejenis yang lainnya, Untuk cara lebih sulit bisa melalui via registri atau merubah langsung resource iconnya di explorer.exe dan di shell32.dll menggunakan software resource compiler seperti “ResHacker”, XNResource, dll.
II. Langkah Kedua:
1. Faktanya adalah  Sekitar 85% virus di Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri menggunakan bahasa pemrograman “Visual Basic”. Sedangkan Program atauvirus yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic untuk dapat berjalan diSistem Operasi Windows akan selalu membutuhkan suatu file modul yang bernama”msvbvm60.dll” yang letaknya di direktori “C:\WINDOWS\system32\”.
Jadi apabila file tersebut tidak ada, maka dari ke 85% virus dari Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri tersebut tidak akan bisa berjalan, akan tetapi resikonya adalah apabilaada aplikasi yang bukan virus yang juga dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basicjuga akan lumpuh di komputer tersebut, dan akan menampilkan pesan error.
Pesan erorr muncul dikarenakan adanya sebuah aplikasi Visual Basic yang gagal dieksekusi dikarenakan file modul msvbvm60.dll yang dibutuhkannya tidak ada atau tidak ditemukan.Jadi maksud saya adalah sebaiknya file msvbvm60.dll direname saja, dan apabila ada applikasi bukan virus yang akan anda jalankan error dan menampilkan pesan error seperti diatas, maka rename kembali file msvbvm60.dll dan setelah selesai rename lagi dengan nama lain. Jangan berfikir hal ini merepotkan, sebab saat ini jarang sekali ada aplikasi resmi yang masih menggunakan bahasa pemrograman visual basic.- Cara me-rename file msvbvm60.dll dengan cepat:Terlebih dahulu buatlah file vbren.bat dan vbfix.bat :- Buka notepad.exe dan ketikkan :

ren C:\windows\system32\msvbvm60.dll11111msvbvm60.dll

lalu save dengan nama: “vbren.bat” dan disimpan di direktori “C:\windows\”,,
jika sudah di simpan, buatlah satu lagi tapi isinya :

ren C:\windows\system32\11111msvbvm60.dll msvbvm60.dll

lalu save dengan nama: “vbfix.bat” dan disimpan juga di direktori “C:\window\”

Setelah file vbren.bat dan vbfix.bat selesai dibuat, maka apabila anda ingin merename file msvbvm60.dll anda tinggal membuka “Start menu > RUN” atau lebih cepatnya pencet tombol “Win+R” dan ketikkan vbren lalu Enter, maka file msvbvm60.dll tersebut namanya akan berubah menjadi 11111msvbvm60.dll
Apabila anda ingin mengembalikan namanya seperti semula, buka kembali RUN atau pencet tombol “Win+R” dan ketikkan vbfix lalu Enter, maka file msvbvm60.dll tersebut namanya akan kembali menjadi msvbvm60.dll

III. Langkah Ketiga:
Pada masa kejayaan virus yang dirajai oleh virus brontok dkk, dan beberapa virus lain sejenisnya, virus tersebut hanya dapat menjangkiti komputer apabila diaktifkan dengan cara manual saja (via click2x, click kanan-open, atau enter) akan tetapi saat ini virus-virus tertentu yang menyebar lewat removable disk seperti USB Flash disk, memory card, dan lain-lain dapat mengaktifkan dirinya secara otomatis untuk menjangkiti komputer kita.Hal tersebut disebabkan karena virus-virus tersebut menggunakan fasilitas “autorun” pada Sistem Operasi Windows, yaitu dengan menambahkan file autorun.inf dan folder.htt di dalam peralatan removable agar apabila peralatan removable tersebut saat dikoneksikan dengan komputer, virus yang ada didalamnya bisa langsung menyerang secara otomatis tanpa harus menunggu untuk diaktifkan oleh user, seperti halnya virus-virus terdahulu. Jadi untuk menghindari virus-virus semacam itu kita harus mematikan fungsi autorun pada system operasi windows.- Cara mematikan fungsi autorun pada windows:

- Buka RUN lalu ketikkan “gpedit.msc” untuk membuka “Group Policy”.
- Buka pada bagian “Computer Configuration – Administrative Templates  System”.
- Lalu pada bagian kanan windows di tab “setting” cari tulisan “Turn off Autoplay” dan click2x / enter.
- Beri tanda cek pada pilihan “Enable”, lalu dibawahnya pada bagian “Turn off Autoplay on” click “All Drive” pada pilihannya.- Setelah tadi kita menyeting pada bagian “Computer Configuration” selanjutnya pada bagian “User Configuration” (“User Configuration – Administrative Templates System” ) juga harus diseting dengan cara yang sama seperti langkah-langkah diatas.
- Dengan begitu apabila ada virus yang memanfaatkan fungsi autorun pada windows untuk masuk kekomputer dapat tercegah dan kita bisa menghapusnya sebelum menyerang.sebaiknya kalau bisa kita jangan terlalu bergantung pada anti virus ataupun aplikasi2 instan yang lain yang sebenarnya masih bisa dilakukan secara manual, kecuali memang sangat diperlukan.

Jadilah pintar dengan bekerja keras agar kita tidak selalu menjadi korban dari orang yang lebih pintar dari kita.

Nb: suatu saat seiring berkembangnya teknologi dan metode-metode penyebaran virus yang akan datang akan membuat tutorial ini “basi” ( tidak berguna ). Sebab para pembuat virus juga pasti akan terus belajar untuk menemukan metode-metode penyebarannya yang baru.

Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Pendidikan

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.