Pelajaran #2: TitiNada
Jika Anda membuka sebuah halaman dalam suatu buku musik, maka hampir 100% isi dari notasi musik halaman tersebut hanya terdiri dengan 2 hal, yaitu titinada dan durasi. Titinada berhubungan dengan tinggi-rendahnya suatu nada, sedangkan durasi berhubungan dengan tempo atau lamanya suatu nada dimainkan. Hal yang terakhir akan dibahas pada kesempatan lain.
Dalam masalah titinada ini, sebenarnya tinggi-rendahnya suatu nada itu relatif. Suatu nada dapat dikatakan sebagai nada tinggi jika nada tersebut dibandingkan terhadap nada lain yang berfrekuensi lebih rendah atau sebaliknya. Pada gitar, umumnya nada yang semakin tinggi akan dihasilkan jika kita memainkan nada-nada pada senar yang lebih tipis atau pada kolom yang lebih tinggi. Gambar 1 di bawah ini adalah skema dari kolom-kolom gitar (fretboard). Penampakan ini diambil berdasarkan sudut pandang seseorang yang sedang memainkan gitar secara normal (bukan seorang kidal dan posisi senarnya standard atau tidak diubah). Jadi, posisi senar 1 (senar yang paling tipis) terletak di bagian paling atas. Demikian seterusnya hingga posisi senar 6 (senar yang paling tebal) terletak di bagian paling bawah.
Kemudian gambar 1 tersebut merupakan skema dari gitar dengan jumlah kolom 24 (umumnya hanya 22 kolom). Jadi, makin ke atas nada yang dihasilkan makin tinggi dan makin ke kanan nada yang dihasilkan juga makin tinggi. Perlu diingat bahwa posisi ini merupakan posisi standard untuk penulisan tablatur (notasi musik yang umumnya digunakan untuk alat musik berdawai) yang juga akan dibahas pada lain kesempatan. Jadi, cobalah untuk membiasakannya karena hal ini sangat esensial!


(4.75 out of 5)
Tulis Komentarmu !