Monthly Archives: March 2008

Software Indonesia Masuk Kurikulum Berbagai Negara di Dunia

PesonaEdu atau AmazingEdu, software keluaran PT Pesona Edukasi, telah ditunjuk untuk masuk dalam kurikulum pendidikan berbagai negara di dunia. Sedikitnya 23 negara telah menjadi pengimpor software yang menyajikan interaksi dan animasi yang menarik ini.

Tercatat, Singapura, Thailand, Sri Lanka, Mongolia, Vietnam, AS, Malaysia, Polandia, Kanada, Jepang, Belanda, Australia, Francis, Filipina, Nigeria, Mesir, Ghana, Brunei, Taiwan, China, Korea, India, dan Yunani sudah menandatangani kontrak impor.

“Software ini banyak memberikan inspirasi bagi guru dalam mengajar dan bagi siswa juga memiliki kesempatan untuk menggali dan menyelidiki pokok bahasan melalui simulasi yang realistik. Dan yang terpenting mata pelajaran ini bukan lagi momok bagi siswa malah mereka dapat menemukan kegembiraan dalam belajar”, tambah Hari Sudiyono Candra, direktur pemasaran PT Pesona Edukasi. Menurut dia, PesonaEdu (Pesona Matematika dan Pesona Fisika) menjadi komoditas ekspor yang unik karena bukan berupa sumber daya alam maupun turunannya, tetapi murni hasil teknologi yang merupakan lompatan bagi Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan khususnya di bidang pendidikan.

Software itu sendiri telah 2 kali mendapat penghargaan sebagai Best Education Software dari Depdiknas. Selain itu, beragam penghargaan lain yang tak kalah bergengsi seperti Best of the Best APICTA 2006 (Education&Training Winner), Merit Award APICTA 2006, dan Finalis World Summit Award 2007 (kategori Education&Training).

Namun dibalik kesuksesan tersebut, pihak Pesona Edukasi menyayangkan sikap pemerintah yang kurang peduli pada pencapaian yang telah diraih pihaknya.(bar/kbc)

SPMB menjadi SNM PTN

Teka-teki dan kegelisahan yang menyelimuti ribuan calon mahasiswa di Indonesia lenyap sudah dengan ditandatanganinya Surat Keputusan menteri Pendidikan Nasional pada hari Jumat (28/3) siang. Keputusan tersebut diambil setelah diadakannya pertemuan antara 56 rektor perguruan tinggi negeri dengan panitia nasional.

Posisi panitia pengarah terdiri dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Dirjen Perbendaharaan Negara, Dirjen Agama dan staf ahli hukum. Sedangkan Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi menjadi ketua panitia pelaksana yang didampingi oleh Rektor Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga sebagai ketua bidang.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Faisal Jalal menyatakan bahwa pembentukan panitia tidak akan mengubah sistem dan teknik pelaksanaan, semua sama mulai dari pendaftaran sampai pengumuman, namun satu hal yang berbeda adalah tentang tata cara pengelolaan dananya.

Pada sistem yang akan diterapkan sekarang, dana yang masuk dari biaya pendaftaran akan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam kas perguruan tinggi.

Hal itu dibenarkan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Haris Supratno yang ditunjuk sebagai sekretaris SNM-PTN. Semua dana yang masuk dari pendaftaran calon mahasiswa melalui SNM-PTN menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). ’’Sistemnya tetap seperti yang dibahas para rektor PTN Jatim, yakni PNBP,’’ terangnya. Model pengelolaan dana yang semula dikelola mandiri oleh Perhimpunan SPMB Nusantara kini berganti menjadi swakelola.(bar/kbc)

SPMB atau UMPTN ? … Bingung …

Dua jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia menjadi topik yang sering dibicarakan oleh siswa SMA. Namun, apakah sebenarnya siswa terbantu atau malah membuat bingung calon mahasiswa ? Pengamat pendidikan Arif Rahman memastikan bahwa calon mahasiswa tidak akan dibuat bingung karena kedua jalur tersebut mempunyai independensi yang sama.

Nggak akan bingung. Fasilitas untuk SPMB adalah fasilitas standardisasi supaya semua punya standar yang sama. Saya pikir nggak masalah,” jelas beliau.

Pengamat pendidikan Utomo Dananjaya menambahkan, “Anak-anak SMA sudah pintar. Di tempat bimbingan belajar pasti diberi tahu, di sekolah juga.

Walaupun begitu Arif Rahman melanjutkan lagi bahwa tiap jalur memiliki untung ruginya. Jika ditetapkan adanya jalur UMPTN maka calon mahasiswa dapat memilih PTN yang memiliki akuntabilitas, namun ruginya mereka tidak bisa menguji kemampuan secara nasional.(bar/kbc)

Pilih Mana SPMB atau UMPTN ?

Teman-teman pasti sudah tau kan kalau untuk masuk ke perguruan tinggi sekarang ada 2 cara, yaitu lewat SPMB atau UMPTN. Nah tanggal 17 Maret lalu ternyata diputuskan lagi oleh 40 rektor se-Indonesia bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru tetap seperti dulu tidak tiap universitas.

Semalam 40 rektor se-Indonesia telah berkumpul di Hotel Mercure, Ancol.
Semuanya sepakat tidak ada polemik mengenai SPMB atau UMPTN. Sudah final akan menggunakan sistem nasional seperti yang dulu-dulu, tidak tiap universitas,
” tutur Prof. Asman Boedisantoso, Ketua Perhimpunan SPMB.

Apakah ini berarti UMPTN yang diisukan itu tidak jadi diberlakukan ? Beliau tidak menjawab secara explisit. Persoalan ini, bagi yang belum tahu, dikarenakan dana yang didapat oleh SPMB dinilai sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak. Pada SPMB dana yang didapat dari uang pendaftaran siswa tidak disetorkan ke kas negara. Sedangkan pada UMPTN, dana tersebut disetor ke kas negara terlebih dahulu kemudian dicatat baru ditarik bersama-sama oleh tiap universitas.